Sabtu, 20 Desember 2025

Tidak Disukai

Bagaimana rasanya tidak disukai oleh sangat banyak orang?

Literally, SANGAT BANYAK (capslock jebol)..

Mungkin ada sebagian yang merasa : "Ah, gue melakukan hal yang benar, maka wajar kalau gue sendirian di jalan kebenaran sebagaimana nabi-nabi dan orang shalih terdahulu."

Ada juga yang merasa : "Ah, 'kelas' gue bukan di sini. Maka wajar orang-orang ga ngerti dengan style dan selera gue."

Atau memang simply ga ada yang merasa bahwa : "Mungkin gue yang salah. Gue harus evaluasi diri."

=======================================

Prinsip gue jelas :

Kalau 1-2 orang ga suka lu, ya itu wajar. Tapi kalau hampir seluruh orang ga suka lu, nah itu lu harusnya mikir ga sih?

Kalau lu tetap merasa 'si-paling-benar' sehingga ga disukai oleh orang-orang salah, ga pernah kah lu kepikiran untuk cari circle baru? Masa iya lu betah berada di circle yg isinya orang salah semua?

Kalau ada seorang atasan yang rekan satu tim-nya tingkat turnover-nya tinggi, apakah pasti timnya yg salah dan ga bisa achieve target? Atau..

(Silakan dipikir karena Allah sudah menganugerahkan otak untuk berpikir)

Rabu, 01 Oktober 2025

Akhirnya Paham

Aslinya gue tu suka kasian sama orang-orang yang jadi public enemy. Ga sekali-dua kali gue berusaha mencoba komunikasi atau berteman dengan orang-orang begitu, baik itu karena kasian atau karena penasaran.

Kadang ada yang sebenernya orangnya baik, tapi selera jokes-nya ga sama dengan lingkungannya, atau jarang ikut nongkrong karena ada kendala ekonomi, atau lainnya.

Tapi seringnya, berteman dengan public enemy membawa gue ke sebuah kesimpulan:

"Ooooh.. pantes dia jadi public enemy"

Kadang isi pikirannya memang kurang satu sendok 😅.