Tampilkan postingan dengan label IPB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPB. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Januari 2017

STEP@TUAT; A How To (Part 1)

Sehubungan dengan post sebelumnya, pada post kali ini gue mau bercerita mengenai bagaimana proses persiapan gue untuk mendaftar program STEP. Gue mendaftar STEP dua tahun lalu, berangkat pada Oktober 2015, dan sudah kembali ke Bogor pada September 2016.

First of all, I want to tell you that having a whole year not in your hometown itu harus dikompensasi dengan hal yang tidak sedikit. Gue pribadi kehilangan banyak momen bersejarah dari teman-teman gue. Gue melewatkan setahun periode wisuda, beberapa belas nikahan, dan entah berapa lahiran. Gue ga bisa mendampingi pas ibu harus tengah malam ke rumah sakit (untungnya ga kenapa-kenapa, cuma sempet ngedrop doang), gue ga bisa hadir ketika ibu pelantikan naik jabatan, ga ikutan acara liburan keluarga ke Bukittinggi, and so on.

Dengan sebegitu banyak hal yang gue lewatkan di Bogor dan sekitarnya, yang bisa gue lakukan selama di Jepang adalah bersenang-bersenang. Hahaha. Jangan sampai gue menyesal karena ga bisa merasakan momen di Bogor dan sekitarnya, lalu ditambah di Jepang juga cuma diem-diem aja.

Oke, stop ngelantur dan curhatnya, let's start.

Pada tulisan kali ini (dan yang akan datang) gue mau menceritakan mengenai beberapa syarat kelengkapan berkas yang proses mendapatkannya agak lumayan. Definisi 'lumayan' di sini artinya tidak melulu sulit, bisa jadi tricky, malesin *misal, urusan ke DIT.AP IPB*, ngabisin duit tabungan, and so on.

Surat rekomendasi
Dari sekian banyak syarat pendaftaran, salah satu yang bikin deg-deg-ser adalah surat rekomendasi dari dosen. Diminta 2 pula.

Usul gue sih yang pertama adalah jelas dosen pembimbing. Ibaratnya selama di kampus, beliau lah orang tua kita. Kunci lulus atau enggaknya kita (kuasa Allah sih pasti ya) juga ada di tangan beliau. Dengan minta rekomendasi dari beliau, semisal nanti lolos juga enak ketika ngadep untuk laporan. That's what I did 2 years ago. "Pak, terkait surat rekomendasi exchange yang waktu itu, Alhamdulillah saya lolos..". Ga mungkin kan kita ngilang setahun ke negara orang dan Si Bapak ga tau. Ga sopan juga lagian kalau ga bilang.

Secara ga langsung, ketika beliau bikin surat rekomendasi untuk kita itu beliau merestui bahwa anak bimbingnya punya probabilitas ngilang setahun ke negara orang, haha.

Meminta rekomendasi ke beliau juga nanti bisa bikin enak ngobrol untuk ke depannya, variabel penelitian bisa dikurangi atau enggak (karena takut keburu berangkat), apakah setahun ini mau dijadiin cuti atau enggak, sks dari sana mau diakui di Indonesia atau enggak, mau penelitian di Jepang atau di Indonesia, dan lain sebagainya.

Usul untuk dosen kedua, cari dosen yang kita dekat dengan beliau. Entah karena kita jadi asisten mata kuliah beliau lah, entah karena kita aktif ketika beliau ngajar lah, entah beliau temen orang tua kita lah, entah beliau orang tuanya temen deket kita lah, entah apapun lah. Pastikan juga beliau "ngeuh" sama kita. Kalau kita ngerasa dekat tapi beliaunya kagak ngerasa sih itu namanya kebanyakan ngarep.

Kenapa nyari yang dekat? Karena kalau sama yang dekat, insya Allah rekomendasinya bagus. Lagian gunanya nyari surat rekomendasi kan untuk 'menjual diri'. Kalau minta rekomendasi ke dosen yang kita sering telat datang kuliahnya mah berabe.
"..mahasiswa ini kurang bertanggung jawab karena sering terlambat datang ke kuliah saya.."
END
Bhay

Alternatif lain, cari dosen yang sering stand by di kampus. In case ada perintilan yang kelewatan, gampang untuk nyarinya lagi. Dua tahun lalu gue memilih dosen kedua untuk rekomendasi dengan cara seperti ini. Entah sial atau hoki, ternyata ada hal yang masih harus ditambahkan setelah gue mengumpulkan berkas. Lucky me, Si Ibu mudah ditemui, Alhamdulillah.

Berkas rekomendasi dosen ini ada formatnya di form pendaftaran dan gue hanya meminta beliau-beliau untuk mengisi saja (dengan kata-kata yang sudah gue tulis terlebih dahulu, hehe). Ternyata eh ternyata, agar lebih resmi dan rahasia. Ditmawa meminta agar kertas selembar tersebut dimasukkan ke dalam amplop putih, di-seal, lalu dosen yang bersangkutan mendatangani seal-nya sebagai tanda bahwa bener lho surat ini dibikin beliau dan ga gue otak-atik.

Actually ga rahasia-rahasia amat sih, gue udah kepalang baca tulisan Bapak tentang gue (ketika mau ngerapihin berkas sesuai halaman) dan gue jadi terlihat keren di surat rekomendasi dari Bapak. I love you full lah, Pak.

Alternatif lain (lagi), cari dosen yang gelarnya profesor. Berhubung tujuan exchange ini adalah untuk pendidikan, berhubung profesor adalah gelar tertinggi dalam dunia akademisi, ya pikir deh ya hubungannya apa, hahaha.

Keterangan kemampuan bahasa Inggris
Ini mah ga ada cara lain, ya tes atuhlah.

Kalau kita ngerasa skill English kita ga cupu-cupu amat, sekalian aja tes beneran. Dua tahun lalu itu gue ikutan TOEFL PBT di UPT Bahasa IPB di Kampus Gunung Gede, harganya 400 ribu (untuk 2017 ini pekan lalu gue cek, harganya udah jadi 500 ribu). Tes beneran ini umumnya berlaku selama dua tahun, or at least ada semacam rahasia umum dan kesepakatan bersama bahwa itu bisa digunakan selama dua tahun. Lumayan bisa dipake untuk syarat SKL dan ngelamar kerja kalau udah lulus *itu sih gue*.

TOEFL ini menurut gue agak risky, tricky, dan ngabisin uang tabungan gue. Dua tahun lalu TOEFL di IPB diadakan tiap minggu, minggu ini di Dramaga, minggu depannya di Gunung Gede, gitu terus berulang. Sistem TOEFL di IPB itu pakai kuota, jadi kalau kuotanya udah penuh ya ikutan sesi setelahnya. Nah berhubung gue ngincer yang di Gunung Gede biar ga terlalu jauh dari rumah dan ternyata kuotanya udah penuh, alhasil gue baru tes pada Sabtu ketiga setelah pendaftaran dan hasilnya baru bisa diambil sekitar 8-12 hari kerja setelah tes. Tricky abis kan? Hahaha. Syarat ini sepertinya harus dikerjain duluan.

Kalau ikutan yang TOEFL prediction gitu di tempat-tempat les di Bogor, harganya skitar 150-200 ribu dan cuma berlaku 3-6 bulan. Trus ga resmi pula, power-nya ga sesakti hasil tes beneran.

Selain TOEFL, mau IELTS atau apa juga boleh. Intinya bukti yang menyatakan bahwa kita bisa bahasa Inggris karena selama perkuliahan (kecuali mata kuliah Bahasa Jepang) menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar.

Karena pendaftar dari IPB yang cukup banyak di tahun gue mendaftar (ada 7 orang), maka dilangsungkan sesi wawancara untuk semacam 'seleksi tambahan' dari IPB. Gue yakin bahwa hasil TOEFL gue yang ketika itu belum menyentuh angka 500 bakal dijadikan topik hangat ketika wawancara..
..dan bener aja.

Akhirnya gue ngeles ketika wawancara (pakai bahasa Inggris pula) bahwa poin utama dari komunikasi bukanlah tentang kesamaan bahasa, tetapi saling mengerti antara kedua pihak yang berkomunikasi.
Tsaaaaaaah
Gaya banget kan gue
*ditimpuk

Thanks to modul daskom yang pernah iseng dibaca.
:D

----------

Inilah dua dari beberapa hal yang bagi gue paling dagdigdug pas mengusahakannya. Hal lain yang ga-se-dagdigdug dua hal ini akan disambung secepatnya.

いじょうです
ありがとうございます
*bowing

(Dibaca: Ijou desu, arigatougozaimasu; Artinya: that's all, thank you)

Kamis, 05 Januari 2017

STEP@TUAT; Kesempatan Exchange untuk Mahasiswa IPB

Tersebutlah sebuah departemen tetangga di fakultas. Departemen ini termasuk departemen perintis yang terakreditasi internasional di IPB, bahkan ketika SMA gue sempat mau masuk departemen ini, haha. Departemen ini termasuk dalam departemen yang mahasiswanya bisa ikutan program exchange AIMS (ASEAN International Mobility for Students). Selain dari departemen tetangga ini, gue hanya tau Faperta (seluruh departemen di Faperta) yang bisa ikutan program tersebut, mohon dikoreksi kalau salah but the point of my post is not about AIMS.

Ketika tingkat 2 dan gabung BEM fakultas, di akhir kepengurusan ada kakak kelas dari departemen tetangga tersebut yang ikutan AIMS. Trus ga lama mulai iseng cari tau dan kesel sendiri karena departemen gue ga bisa, haha.

Gue lupa bahwa setahun sebelumnya pernah dikasih tau oleh Si Teteh tentang program exchange lain, namanya STEP@TUAT, Short Term Exchange Program at Tokyo University of Agriculture and Technology.

TUAT dan IPB ini mereka bersaudara. Sister school istilah gaulnya mah. TUAT membuka kesempatan exchange bagi mahasiswa sister school yang tersebar di seluruh dunia melalui program STEP ini. Pada tahun gue terdapat 20 orang yang mengikuti program STEP dan berasal dari seluruh dunia. Mulai tahun 2017 ini kata webnya ditambah jadi 25 orang.

Bukan mahasiswa IPB?
Jangan khawatir..
Setahu saya *elah tumben pake 'saya'* ada kampus-kampus lain di Indonesia yang juga sister school dengan TUAT yaitu ITB, Unila, dan UGM.

Hal yang agak membuat gue sedih, tahun 2016-2017 ga ada perwakilan STEP dari IPB, kayaknya karena pada ga tau deh..

STEP@TUAT terbuka untuk program undergraduate, master student, dan juga doctoral student. Program berlangsung selama setahun, yaitu mulai Oktober hingga September tahun depannya. Kehidupan selama di sana di-cover oleh JASSO scholarship.

More info:
Kindly open this link and read carefully
(carilah ada berapa banyak foto gue di sana, hahaha)

Unduh berkas pendaftarannya

Jangan lupa tanya-tanya juga ke International Office di masing-masing kampus yaaa!!

Yang mahasiswa IPB, tau ga International Office IPB ada di mana? Haha
International Office IPB lebih dikenal dengan nama ICO, International dan Collaboration Office. Terletak di Gedung Andi Hakim Nasution. Kalau berdiri dari ATM Mandiri, nanti kelihatan.

Untuk mahasiswa IPB, selain main ke ICO, main juga ke Ditmawa ya untuk nanya-nanya. Sila datang ke Sub Direktorat Pengembangan Karakter dan Mobilitas karena ada beberapa berkas yang bisa disediakan oleh ICO/Ditmawa.

Terlepas dari apapun niat kalian untuk ikutan program pertukaran pelajar, entah mau jalan-jalan, entah nyari link buat lanjut sekolah, entah untuk mempercantik tampilan instagram, entah apapun itu, saya *ciye pake 'saya' lagi* sepenuh hati merekomendasikan karena akan banyak sekali pelajaran yang didapat ketika berada jauh dari zona aman.

Kalau kata Imam Syafi'i mah,
Merantaulah, maka akan kau temukan pengganti kerabat dan kawan.
I strongly agree.
Uuuuuu, kangen Tokyo kan jadinyaaaa :'

Sesungguhnya, banyak program sejenis dari kampus lain di Jepang tapi gue ga hapal namanya. Ada HUSTEP, URSTEP, dan entah apa lagi deh. For further info, kindly check ICO or Ditmawa or your own campus' International Office.

Kisah gue selama di Jepang dapat dilihat pada tautan #MatahariAkar di blog ini (atau klik di sini). Belum banyak sih karena keasikan main selama di Jepang sampai lupa nulis. Hahaha..
#AlesanAjaKamuDiiil

Tips and trick untuk mengisi berkas, insya Allah, akan gue sambung di post berikutnya.
Cheers!!

Sumber gambar (klik di sini)

Dua puluh tahun lagi ga mau dihantui kan? Makanya dicoba aja sekarang.
Hehehe

Footnote
For earlier tips and trick, kindly contact me on:
Line id : .fadila. (ada . sebelum dan sesudah nama)
Instagram : @dilahoy

Sabtu, 23 Mei 2015

Every 'First' is Always Special [Kabur]

Senin dan Selasa kemarin gue tidak menyentuh kampus sama sekali. Senin gue sakit, ga enak badan parah, hanya bangun tidur tiap setelah adzan lalu shalat dan minum teh manis hangat kemudian dilanjut dengan tidur lagi. Selasa gue kabur. Iya, kabur. For the first time of my life, gue kabur dari kampus. Lebih tepatnya mungkin menyengajakan menghilang. Yaaaa, kalau mau pembelaan mah, tiap orang memang akan punya titik di mana rasanya mau menghilang sesaat. So do I.

Sudah dua hari tak menyentuh kampus, maka di penghujung hari Selasa didapatilah message dari 6 orang pimpinan BEM KM yang menanyakan gue ke mana saja, kok tidak terlihat dalam beberapa hari terakhir. Ada yang masih perhatian itu.. rasanya..
:)
#BahagiaItuSederhana
Love you, Pims :*
Kalian luar biasa

Agak gila. Memang gila. Orang lain biasanya kabur kuliah. Sementok-mentoknya kabur responsi dan minta TA. Kali ini gue kabur penelitiaan project dosen yang pengerjaannya berempat. Juga kabur dari BEM KM pada momen re-opening olimpiade mahasiswa yang sebelumnya kepanitiaannya sempat dibekukan selama seminggu karena satu dan lain hal.

Selasa kemarin gue mengikuti lomba debat di UMN (Universitas Multimedia Nusantara), Serpong. Gue diberitahu perihal lomba ini oleh Cawapresmalay kesayangan, Triana Winni Astuty. Ada dua tim dari IPB yang ikutan lomba ini, yang pertama adalah tim Titik Temu, yang kedua adalah tim Jejak Sepatu. Gagal move on, memang. Tim Titik Temu awalnya terdiri dari Winni, Eman (FPIK 48 *jurusan apa teh ya Eman? Heeeu*), dan Joshua Ginting (MSL 48). Adapun tim Jejak Sepatu ada gue, Abdulloh (THH 48), dan Remy Sosiawan Wijaya (ESL 49).

Disadari oleh kenyataan bahwa di tim gue ini orang-orangnya sedang pada rempong semua (gue dan Abdul di BEM KM, adapun Remy adalah ketua himpro Reesa). Ditambah dengan kericuhan bahwa ternyata Abdul sudah pernah mengambil jatah bolos 3 kali di hari Selasa sampai gue hujat-hujat *dan dia pasrah doang ketika gue hujat-hujat via WhatsApp. Maaf ya, Dul* akhirnya tim digantikan dengan Dinar (KSHE 48). Kumpul jam 5 pagi di Al Amin Bara yang pada ngaret. Alhasil gue adalah orang yang pertama luntang-lantung di Stasiun Bogor karena menunggu rombongan yang tak kunjung komplit.

Di tengah luntang-lantung menunggu rombongan yang tak kunjung komplit di Stasiun Bogor, gue melihat dia. Dia sepertinya sedang terburu-buru mengejar kereta ke  Ibukota. Dia, seseorang yang hampir 10 tahun lalu pernah gue beri nama samaran Giraffe. Dia, kakak kelas gue ketika SMP, setahun di atas gue. Dia, yang masuk Smansa dan mampu membuat gue setengah mampus belajar rajin ketika kelas IX agar bisa juga masuk Smansa. Dia, yang rumah orang tuanya di Yasmin, Sektor 2, Jalan Mawar. Dia, yang bahkan tanggal lahirnya saja gue masih ingat hingga saat ini. Dia, yang sesekali namanya masih tersebut dalam doa gue dengan penuh nada terima kasih karena tanpanya gue ga akan merasakan manisnya Smansa beserta isi-isinya. Mungkin kealayan gue hampir 10 tahun lalu itu belum bisa dibilang cinta.

Kalau kata seorang adik gue di PSDM BEM KM mah,
"Berterimakasihlah pada ia yang pernah kamu kagumi, karenanya kamu pernah berusaha memantaskan diri menjadi pribadi yang lebih baik."
.Silmi Nurul 'Adilah.

Setelah gue pikir-pikir *masih sambil menunggu rombongan yang tak kunjung komplit*, iya juga sih. Kalau hampir 10 tahun lalu itu gue ga pernah terjebak kekaguman dengan beliau, mungkin gue belajarnya juga asal-asalan aja. Mungkin gue ga akan masuk Smansa. Mungkin kelanjutan sekolah gue akan tetap sesuai dengan prediksi gue pada awalnya, Smanli. Bahkan gue sudah punya ekskul pilihan ketika semisal gue masuk Smanli, Pasopati *teteeeeup* *hehe*.
*FYI, Pasopati itu nama ekskul paskibra di SMAN 5 Bogor

Yaa Allah,
Hamba-Mu yang satu ini, hampir 10 tahun yang lalu belum mengerti sama-sekali mengenai
Innamal a'malu bi niyyat
:'(

Setelah kejadian enggak-gagal-move-on tadi, ditambah tim yang tak kunjung komplit karena adaaaa aja penyebabnya, akhirnya gue, Winni, Remy, dan Eman berangkat duluan ke UMN. Perjalanannya biasa saja, seperti simulasi 'Jika Anda Menjadi Sarden'. Hufffft, begitulah sulitnya perjuangan ayah-ibu-kakak kita mencari nafkah untuk keluarga.

Singkat cerita, karena tim yang masih tak kunjung komplit, akhirnya terjadi merger. Winni masuk tim Jejak Sepatu, sedangkan Eman akan menunggu Joshua dan Dinar untuk bergabung di tim Titik Temu. Setelah usai berdebat, dengan agak desperate Winni berkata,
"Tiap nama tim kita dipanggi, Jejak Sepatu, gue rasanya deg-degan. KPR mana lagi itu, hah?"
Itu gagal move on-nya memang agak kebangetan sepertinya.
Joshua (tim sebelah), gue, Cawapresmalay 2014, Cawapresma 2015 #eh

Makan-makan di Warung Nagih, sepulang dari UMN

Terlepas dari gedung UMN yang 12 lantai dan menggunakan lift. Terlepas dari gedung di IPB yang ber-lift hanya Rektorat dan Fapet. Terlepas juga ada foundation dari Filipina yang jualan sus kering dengan harga 50 ribu (padahal kalo di IPB 35 ribu). Overall, kabur hari ini seru, mungkin ya karena itu tadi, every 'first' is always special.

Ada satu hal yang membuat sedih ketika lomba debat kemarin. Bukan perihal dibantai-bantai tim lawan. Bukan. Itu mah kami pasrah-pasrah aja. Haha.

Setiap mendapat posisi 'Pro', kami selalu mebatasi mosi untuk di bidang pertanian dan added value. Semisal kami berada di posisi kontra pun sebisa mungkin akan menyasar ke bagian pertanian. Dan di situ kami merasa sedih.

Mindset pemuda masa kini (majas pars pro toto, karena hanya menggunakan peserta debat kemarin sebagai sampel yang ditarik secara random) masih beranggapan bahwa petani itu berpendidikan rendah lah, sawah lah, becek lah, sulit akses informasi lah, bukan profesi yang fundamental lah, tidak membanggakan lah, dan lain sebagainya.

Hellooooow
Situ kalo lapar makan dari hasil apa?
Haha

Bahkan pada mosi debat terkait 8 profesi yang dapat diisi secara bebas oleh kewarganegaraan ASEAN apapun setelah berlakunya MEA itu heboh banget debatnya. Tim lawan berkata bahwa,
"Ini lhoo, MEA udah di depan mata dan 8 profesi ini.. *blablabla*"

Padahal kalau kata Winni, hal yang lebih di depan mata adalah perihal dia akan lapar sepulangnya dari debat ini. Dan itu solusinya hanya satu, pertanian. Haha.

Di tiap debat juga kami bertiga doyan mengutip buku wajib para mahasiswa IPB, Pengantar Ilmu Pertanian karya Pak Andi Hakim Nasution.
"Pertanian adalah proses memanen energi matahari menjadi pangan dan serat."

Juga dengan gaya orasi yang meyakinkan, kami beberapa kali mengutip pidato Presiden Soekarno ketika peletakan batu pertama pendirian kampus IPB,
"Perihal pertanian adalah hidup dan mati suatu bangsa"

Seusai debat, gue dan Winni diskusi *agak sedikit kurang tepat juga sih jika disebut diskusi* terkait pertanian yang masih dianggap sebelah mata. Satu hal yang kami sepaham adalah kami sedih. Kami tau akan melakukan apa. Tapi sekarang belum bisa. Satu hal yang kami hiasi dengan hembusan napas panjang adalah perihal kami yang terlalu asik main-main dengan politik kampus, haha.

Di samping kabur untuk pertama kalinya, gue juga bisa dibilang ikutan the real lomba debat untuk pertama kalinya. Sebenarnya sebelum ini gue pernah ikut lomba debat, lomba debat mengenai agroindustri di Agroindustrial Fair 2014 lalu. Pesertanya ga sampai 10 tim dan tim gue juara 3. Mengapa debat kali ini menjadi sangat berkesan? Karena cakupan temanya yang sangat luas. Berbeda dengan lomba debat TIN lalu yang cakupannya hanya di bidang agroindustri.

At the end, kami kalah. Haha. Sehingga pada akhirnya gue hari Rabu sudah kembali beraktivitas di kampus. Padahal kalau lolos ke babak 8 besar, sepertinya gue masih belum akan ngampus di hari Rabu. Dari 20 tim yang bertanding, kami tidak masuk 10 besar. Tapi menurut Eman, kami juga tidak ada di urutan 15 ke bawah *kayaknya Eman berhasil ngintip deh*.

Kalau ada hal besar yang gue pelajari selama debat ini, yaitu pe-er kita masih sangat panjang hei kalian para mahasiswa pertanian..
:)

Minggu, 12 April 2015

Alasan Bertahan; Warasnya Orang-orang Tidak Waras

Warasnya Orang-orang Tidak Waras
"Kalau urusan pantas dan tidak pantas, itu urusannya dengan diri kita."
.H24110083.

"Jangan meletakkan kebahagiaan kita di bibir orang lain."
.F14110096.

"Kehilangan mengajarkan kita arti memiliki."
.F14110096.

"Pemimpin itu harus sempurna. Setidaknya, berpura-puralah agar terlihat sempurna."
.H24110083.

A44110016 dan F34110025 setelah bersama menertawakan hidup

A24120133, terima kasih :)

Ketika Sedang Setidak Waras Biasanya

Abang-abang jomblo tiap jam 11 siang hari Jumat

#karenakusayangkamu :*

Kalah main PES, kayang

H34110097 dan A44110016

Namanya Danies, boneka siamang, anak asuh dari I24120018 dan H24110083

Jual beras, H34110097 dan H24110083

Ke lahan penelitian bawa Sesmen, lantas selfie, A24110105 dan H44110015

Kelakuan para jomblo -_____-"

Apa ini maksudnya, apaaaa?

Ini kelakuan kalau sedang sehat. Ga usah tanya kenapa.

Korban bergelimpangan setelah 8 jam rapim

Dua hal lagi yang sedang booming,
Tokek dan charger

Untuk seluruh senyum dan tawa selama ini,
Baru gue sadari bahwa ternyata gue sudah punya alasan bertahan.
Geng rapim,
Terima kasih :)

"Saat kita memutuskan memaafkan seseorang, itu bukan persoalan apakah orang itu salah dan kita benar. Kita memutuskan memaafkan seseorang karena kita berhak atas kedamaian di dalam hati."
.Tere Liye.
Ya tapi gue ga semudah itu juga sih untuk urusan memaafkan
:p

Senin, 06 April 2015

Could You Find Me?


BEM TPB Kabinet Madani 2011-2012
BEM Fateta Kabinet Benang Merah 2012-2013
BEM Fateta Keluarga Filantropi 2013-2014
BEM KM IPB Kabinet Rumah Kita 2014-2015

Kesimpulan:
Ayo, Dil.
Tinggalkan jejak.
Buruan lulus.

Rabu, 11 Februari 2015

Jejak Sepatu

Suatu hari, 10.30 PM
Chat WhatsApp
..
"Belum tidur, Dil?"
"Belum. Kenapa gitu?"
"Tumben. Biasanya jam segini udah tidur"
"Haha.. Masih inget aja lu"
..

Tim Syinting
Tim Syengklek
Tim Syakalaka
Tim Syetres
Tim Syakitjiwa
Tim Syuka-syuka

@ Kerinci
@ Saung Kuring Balio
@ POMI Lantai 2
@ Kosan winni
@ Minion
@ SC
@ Diploma
@ Tampomas
@ DC
@ Kosan Koco
@ Lapangan Rektorat
Dan di tempat lainnya

Yang tidak dapat membedakan kanan-kiri lah
Yang rapat sampai malam lah
Yang kajian debat sampai pagi lah
Yang membuat atribut sampai pagi juga lah
Yang membuat gelang tali sepatu lah
Yang ngurusin perizinan lah
Yang ngata-ngatain KPR lah
Yang beli layangan lah
Yang bikin es teh manis lah
Yang susah dibangunin tidur lah
Yang malah jadian lah
Yang menaruh mukena di Kerinci untuk shalat lah
Yang menggelinjang lah
Yang battle main Let's Get Rich lah
Yang nyanyi 'All of Me' di voice note lah
Yang sakit seusai mendengar 'All of Me' di voice note lah
Yang memasang spanduk di seantero IPB lah
Yang mencopot spanduk di seantero IPB lah karena sudah masa tenang
Yang jago desain lah
Yang memerangkap logo KPR di pojokan desain poster lah
Dan yang yang lainnya

Jejak Sepatu yang kebetulan bisa datang, Gymnasium IPB, 28 Oktober 2014, +/- 500 mdpl

Koordinator TS Jejak Sepatu, 2829 mdpl

Jejak Sepatu, 0 mdpl


Semester ini belum ketemuan ih,
Ketemuan yuk?
:')

Senin, 19 Januari 2015

Dua Hal

Hari ini angkatan gue lebaran, haha. Tugas makul terhoror di TIN sudah dilalui. Nama mata kuliahnya Perancangan Pabrik. Makul ini sadis abis. Makul Perancangan Pabrik ini adalah core competence dari seluruh jurusan TI di Indonesia sepertinya. Barangsiapa yang berminat masuk TI, haha, siapkan fisik dan mental dari awal.

Seiring dengan berakhirnya tugas tersebut, meskipun belum keluar transkrip, semester 7 gue sudah resmi berakhir. Dua hal yang sangat gue syukuri di semester 7 ini adalah,
Praktikan TPDT P1 Tincredible (TIN Angkatan 50)

Jejak Sepatu
Terima kasih atas banyak pelajaran semester ini. Sangat banyak, lebih tepatnya.
Semangat menjadi lebih baik.
:)
"Mungkin gue mapres, tapi gue ga punya temen-temen seperti yang lu punya, Win. Mungkin gue mapres, tapi gue ga bisa supel dan cepet akrab sama orang kayak lu, Dil.."
.Kaisar Akhir.
Salah satu pelajaran besar, 
Lu ga akan bisa mendapatkan seluruh hal yang lu inginkan dalam hidup.

Rabu, 15 Januari 2014

Kalian :"

Sejak sekitar sebulan lalu, gue punya nama-nama lain untuk disebut dalam doa-doa gue.
Biro Kesekretariatan BEM Fateta Keluarga Filantropi 2014
Biro ini..
Meski mungkin kerjaan biro ga sekece kerjaan departemen,
Meski mungkin biro ini rada sedikit lebih tidak jelas jika dibandingkan dengan biro lain,
Terima kasih sudah mau ikut membangun mimpi kecil untuk menjadikan sekret sebagai tempat pulang yang menyenangkan
:'


Dan seusai berkumpul dengan kalian, gue nyaris selalu teringat dengan biro sejenis, di LK sejenis, di kepengurusan berbeda,
Biro Secret BEM TPB Angkatan 48 Kabinet Madani
Kalian apa kabar?
Rasanya setahun ini gue akan sangat sering kangen kalian :)

Tentang agenda rutin merayakan ulang tahun (sampai pada naik angkot ujan-ujanan ke rumah gue), sejauh ini sepertinya hanya akan berlangsung dengan efektif di Biro Secret karena Biro Kestari yang sekarang ini pada ulang tahun di tanggal-tanggal yang tak terjangkau.
:p


Meskipun beda jenis, masih ada satu keluarga kecil lagi :)
Departemen Komunikasi, Informasi, dan Jurnalistik BEM Fateta Kabinet Benang Merah 2013
Tentang membuat visualisasi nilai-nilai dan visi-misi di awal kepengurusan hingga memakan waktu berhari-hari dan selalu penuh tawa.

Tentang danus es krim jelly, dan bikin jelly-nya di Kopajo (saat itu namanya belum Kopajo). Stik es krim warna-warni. Jelly yang kurang manis, tapi lebih seringnya terlalu manis. Jelly pelangi yang terlalu bersemangat menuang lapisan baru padahal lapisan bawahnya belum mengeras. Panci Kak Maya yang sampai saat ini masih di Kopajo.
"Eh masa ya di kontrakan gue ada panci coba. Ga tau deh siapa yang bawa. Padahal gue inget banget dulu itu di kontrakan gue ga ada panci sama sekali sampe-sampe kompor itu ga jelas gunanya apa. Sumpah itu panci penyelamat kontrakan gue banget. Segalanya bisa dilakukan pake panci itu."
"Bagaaaaas, itu panci gueeeeeeeeeee. Kan ditaro di Kopajo untuk kita bikin jelly."
*langsung diem*

Tentang mencoba merayakan ulang tahun tapi fail melulu
--"

Serta tentang jargon dengan tidak tahu malu di tiap akhir kumpul dan RG BEM, mungkin hanya keluarga kecil tapi ble'e banget ini yang mampu melakukannya.

Sayang kalian semua,
Karena Allah
:)

Sabtu, 11 Januari 2014

So Do I

Reuni BEM TPB Kabinet Madani
Sabtu, 4 Januari 2014

"Bayangin, Dil, lu harus tau, gue menjadikan BEM TPB Madani dan MPKMB 49 sebagai pembanding untuk seluruh organisasi dan kepanitiaan yang gue ikutin di kampus.."
.I14110049.
:"

Senin, 03 September 2012

Ada Cirinya

Saat malam hari setelah rapat evaluasi H2 MPKMB, entah kenapa banyak orang yang nyariin gue, gue juga bingung kenapa. Ada yang nyariin karena surat BCR kurang (reaksi gue saat mendengar berita ini, "Haaaah? masih kuraaaang?" dengan ekspresi shocked yang matanya dikit lagi bisa keluar). Ada juga yang nyariin mau minjem motor. Dan ini yang paling bikin rada kaget..
Tomo : Dil, lu dicariin, emmmh, lupa dicari siapa, pokoknya lu dicariin.
Selang beberapa detik..
Mega PDD : Dil, lu dicariin Iqbal Logstran dan Kak Udin Presma.

Dari kejauhan gue ngeliat bahwa Iqbal posisinya lebih deket dari pada Kak Udin, maka gue samperin Iqbal duluan..
Gue : Bal, kata Mega, lu nyariin gue? Ada apa?
Iqbal : Itu, Dil, lu dicariin Kak Udin.
Sejujurnya saat itu gue udah netting ke mana-mana, ya takut korespondensi salah format lah, ya takut ada surat yang gue salah tulis nama atau NRP Kak Udin lah, ya takut ini-itu lah. Dengan rada deg-degan gue samperin Kak Udin.
Gue : Punten, Kak Udin, saya Dila. Kata beberapa temen saya dicariin Kakak, ada apa ya, Kak?

Dan jawaban Kak Udin membuat gue cangak..
Kak Udin : Dila yang koreo MPKMB kan? Saya boleh minta soft copy-nya? Lagunya saya udah hapal, tapi koreonya belum. Saya suka gerakannya, padahal baru liat tadi. Mungkin nanti bakal ada latihan koreo MPKMB 49 bareng untuk pengurus BEM KM.

Akhirnya Kak Udin minta agar video koreo itu diputer dulu sekali di laptop gue, untuk selanjutnya di-copy-kan ke flash disk Kak Udin. Sambil menunggu pemutaran dan pemindahan video, Kak Udin sempet mengajak gue ngobrol..
Kak Udin : Ini ngambilnya di mana, Dil?
Gue : Ini di Lobi SC, Kak. Kita ngeblokir jalan pake partisi.
..
Kak Udin : Ini kamu ya yang paling semangat?
Gue : *cuma bisa nyengir, pasrah*
..
Kak Udin : 3 lagi siapa namanya, Dil?
Gue : Yang ini Tiwi, Rizka pratiwi, Manajemen. Ini Deny, Deny Prasetyawan, AGB. Yang satu lagi Manaf, Muhammad Abdi Manaf Zuhri, ITP.

Sampai pada..
Kak Udin : Dari gaya-gaya dan cara ngomongnya, kamu asal Bogor ya?
Gue : Lho, kok bisa tau, Kak?
Kak Udin : *ketawa kecil* Smansa ya?
Gue : Eh seriusan, Kak, kok bisa tau?
Kak Udin : *ketawa kecil lagi* Anak Smansa mah ada cirinya..
Dan gue hanya mampu terbengong-bengong..


Di balik semua itu, ternyata ada penjelasan logis mengapa Kak Udin dengan mudahnya bisa menebak gue anak Smansa padahal ngobrol setengah jam aja belom..

Ga lama abis percakapan itu, masih dengan flash disk Kak Udin tercolok ke laptop gue karena file koreo itu cukup gede, Ndu pun melintas di dekat gue dan Kak Udin..
Gue : Ndu.. Ndu.. Masa Kak Udin dengan tepatnya menebak Dila anak Smansa..
Ndu : *nyengir khas Ndu* Kak Udin temennya A' TB kan ya?
Kak Udin : Lho, kamu kenal TB?
Ndu : A' TB sebidang sama saya di Forkom Alim's, Kak..
Kak Udin : *manggut-manggut*
Ndu : Dil, kata A' TB mah ya, "saya dengan Udin mah udah kayak saya bareng Iqbal"

Oke, fixed, ternyata dunia gue sempit banget deh ini..

Minggu, 02 September 2012

Gonna Miss You All

Dari saya,
Untuk kalian, BPH :)

MPKMB udah selesai ya? Rasanya rada ga percaya..
Satu hal yang saya rasakan adalah saya psati bakal kangen BPH MPKMB.
Saya bakal kangen kalian..

Mungkin kita emang ga rapat ekstrem yang ga kelar-kelar setiap hari kayak Acara. Tapi kita hampir setiap hari ketemu. Kita juga ga punya kadiv yang angkatan 45. Tapi kita punya kakek yang angkatan 28 #eh.

Mungkin kita ga ada tuh pake acara jalan-jalan ke PRJ kayak MM. Tapi kita pernah menjelajah Bara bersembilan kayak anak ilang demi menemukan sebuah rumah makan yang sudah buka saat pagi hari karena kita mau membahas sesuatu di tempat dan suasana berbeda.

Mungkin kita ga kayak PDD yang menjajah salah satu sekret MPKMB dan meng-claim sebagai sekret PDD untuk naro atribut dekorasi. Kita mah terlantar, hampir setiap mau rapat harus survey dulu mau di mana.

Mungkin kita ga serempong Humas yang bolak-balik BPA-Rektorat-TPB untuk ngurusin hal-hal gila lainnya. Tapi kita tetep rempong dengan urusan dan jobdesk kita masing-masing.

Kita ga melobi-lobi perusahaan kayak Sponsorship demi dana sponsor untuk MPKMB 49. Di kita mah, Faisal ngelobi Ditmawa dan berhasil aja udah syukur.

Kita ga seribet Pangan ngurusin masalah hidup-mati *seriusan lah ini lebay banget* panitia dan peserta MPKMB 49 saat hari-H. Dila aja cuma ngurusin hidup-matinya 6 ekor ikan Lusi yang dititipin selama lebaran.

Kita juga ga seterbanting tulang FR yang setiap hari mencari rupiah, sampai berkah, subhanallah.

Kita ga ngangkat-jemput perabot dan ga minjem sana-sini seperti anak Logstran. Sekalinya kita bersembilan doang ngurusin Sarasehan itu rasanya ribet rempong luar biasa.

Lagi-lagi kita juga ga seribet PJR saat adik-adik 49 mulai heboh bayar ini-itu, temu-temu rumpun, latihan koreo, dan lainnya.

Kita juga ga seberjuang KPK untuk menahan tawa selama Gathering. Kita mah malah keketawaan mulu tiap kumpul.

Kita juga ga serepot Medis yang sampai bikin simulasi menangani orang sakit di setiap kumpul.

Tapi saya yakin bakal tetep kangen kalian..

Ingatkah, bahwa divisi yang pertama kali komplit adalah divisi kita. Kita sudah terbentuk dan bertemu nyaris tiap hari sejak *ngintip timeline di buku ungu* 4 Mei 2012. Hehe..

Tapi meskipun kita divisi yang pertama kali komplit, kita tetep harus bener-bener berjalan (meskipun perjalanan itu mungkin itu hanya bersembilan saja) sampai akhir sebenar-benarnya akhir MPKMB.

Yakin, nanti pada masa setelah kita ga ketemu setiap hari, nanti saat udah sibuk di departemen masing-masing, I'm gonna miss you all :')

Badan Paling Humoris
Bersembilan Penuh Humor

Senin, 20 Agustus 2012

Manakala

Manakala,
Manusia Indonesia bertambah banyak dan kesemuanya butuh makanan.

Manakala,
Sawah semakin sedikit karena tergusur untuk dijadikan perumahan dan mall, of course.

Manakala,
Anak-anak petani di desa sibuk bermigrasi ke kota. "Urbanisasi", ujarnya. Demi penghidupan yang katanya lebih layak.

Manakala,
Para pemuda desa tersebut ternyata mampu bertahan dan berhasil mengarungi kejamnya kehidupan di kota. Lalu secara rutin mulai mengirim uang hasil keringat mereka ke orang tua di desa.

Manakala,
Orang tua para pemuda tersebut dahulu merupakan petani.

Manakala,
Kakek-nenek petani di desa yang kini telah renta, tidak lagi mengandalkan bertani sebagai mata pencaharian utama karena telah mendapat kiriman uang untuk menikmati masa senja dari anak mereka yang telah sukses di kota.

Manakala,
Semua tau bahwa ini menyangkut hidup-mati manusia.

Manakala,
Hanya sedikit yang bertindak.


Satu hal yang gue tau,
Gue harus melakukan sesuatu.


#Renungan ketika mencuci piring yang sebarek-abrek di rumah nenek hari ini karena tamu-tamu yang datang berkunjung silaturahmi tanpa henti.

Kamis, 02 Agustus 2012

Tiba-tiba Kangen

Setelah buka bareng BEM TPB Kabinet Madani 48 dan ketemu kalian,
Setelah sms so sweet dari Lusi,
Setelah status galau Vieta di FB,

Jadi kangen..
Kangen ngerapihin lemari arsip di sekret,
Kangen nyapu sekret,
Kangen bercerita-cerita gaje,
Kangen curhat-curhat tentang complicated love story masing-masing,
Kangen makan bareng-bareng,

Kangen mem-bully dengan muka ga mau kenal kalau mas Kabir yang satu itu udah mulai aneh-aneh..
"Heh, itu Kadep siapa deh?"
"Enggaaaaaak, gue ga punya kadep"
Atau..
"Heh, itu Kabir siapa deh?"
"Kabirnya Lusiiii"
"Kabir elu noh"
Pokoknya ga ada yang mau ngaku..

Atau kalau Kabir yang satu itu udah mulai di-bully oleh kadep lain atau siapapun lah (termasuk di-bully Faisal saat rapim MPKMB), para selir ini siap sigap langsung membela..
"Eh, eh, itu Kabir gue"
"Kakek, itu Kabir saya"
Ditambah terkadang dengan muka cari ribut pake nunjuk-nunjuk nyolot ke orang yang nge-bully Pradit.

Kangen sms saling tanya di antara Dila, Lusi, Ucy, dan Vieta saat ada jarkoman rapim..
"Rapim nanti siapa yang mau jadi selirnya Pradit?"

Meskipun output proker kita adalah..
Tugasnya Biro Secret, hei
Membuat sekret indah
Aman, tentram, dan nyaman
Semua betah di sekret :D
*yell-yell Biro Secret yang dinyanyikan dengan nada lagu Balonku

Meskipun proker pribadi Pradit, masang AC di sekret, ga disetujui karena kuota listrik di SC tidak memadai..

Tapi gue tetep sayang kalian, hey Biro Secret BEM TPB Kabinet Madani :)

Masih awal kepengurusan, fotonya masih pada jaim
Pradit rambutnya alay



Ini kenapa ada yang ikut-ikutan nimbrung di fotonya?

Naaah, ini baru Biro Secret doang
Lusi Diani - Lucy Pertiwi - Prahditiya Riskiyanto - Fadila - Vieta Annisa Nurhidayati

Senin, 16 Juli 2012

Loving this Craziness

Gue suka kegilaan yang sedang gue alami sekarang-sekarang ini. Di mana hampir tiap kadiv MPKMB dengan muka innocent minta surat, para sekdivnya meneror gue dan nge-sms mulu nanyain surat, dan besoknya harus udah jadi. Hal tersebut berlangsung hampir setiap hari. Gilanya, adaaaa aja kadiv yang sekalinya minta surat bisa ngeborong sampai 3.

Rekor baru nih, sekitar seminggu yang lalu gue berhasil bikin 6 surat plus ngirim ke email pimpinan hanya dalam waktu setengah jam lebih-lebih dikit. Mungkin lama-lama, kalo udah sakti, gue bisa cuma buka laptop, nyalain modem, trus laptop gue itu ngetik suratnya sendiri, dan suratnya selesai kurang dari 5 menit.

Sedikit-banyak itu mengingatkan gw dengan Tadzkirah. Yogo juga dulu tiap hari rasanya minta surat deh, sampe gue bingung tiap pulang ke rumah. Walopun minta suratnya ga sebanyak ini juga sih.

Kembali ke penyakit awal gue, lagi-lagi topiknya jadi Smansa..

Ngomong-ngomong tentang Yogo, tiba-tiba malah jadi inget percakapan yang didominasi oleh senyum picik Yogo setelah gue ditodong untuk membantu nari-nari koreografi MPKMB kepada gugusnya..
Yogo : Eh, Dil, pulang kampung dong lu!!
Gue : Ya kali, Go, gue mau pulang kampung ke mana? Gue asli Bogor.
Yogo : Pulang kampung ke Smansa, di Dramaga ini kan tanah rantauan..
Oke, cukup, gue kangen Smansa.

Untuk tingkat 2 nanti. Perihal di mana gue akan memilih untuk mencurahkan hati dan pikiran. Sepertinya mungkin gue akan mencari pembenaran dan pencerahan dengan terlebih dahulu cerita kepada si mas yang NIM-nya hanya 2 urutan sebelum gue.

Nunggu amanah besar yang ini selesai dan kita lihat akankah diberikan amanah-amanah baru lainnya di kampus? Serius deh, di kampus gue belom pernah ikut OR, tapi udah pernah kena CR 3 kali --". Setiap mau wawancara OR adaaaaaa aja kendalanya sehingga ga jadi, mulai dari ga bawa uang pas mau daftar Agriaswara, kejebak soga gedung saat mau wawancara panitia Agroindustrial Fair, aerobik OMI saat mau wawancara Falcon, jadwal pulang saat wawancara TPB Cup dan Cageur Bageur, terhalang kerempongan TPB Fresh Care saat mau daftar Dies Natalis 10 tahun Asrama TPB, banyak deh.

Meskipun ini tanah rantauan, tapi..
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Pergilah, kan kau dapatkan pengganti dari kerabat dan teman

.Imam Syafi'i.
Hmmmm yaaaaah..
Sedikit-banyak udah nemu beberapa yang nyaris tipe-tipe Smansa kok. Lagi pula, di blog ini udah kepalang ada label baru yang berjudul 'IPB' #eh

Yang jelas sih, di manapun, kerjain satu per satu..
Faidzaa faraghta fanshob, wa ilaa rabbika farghob

"Yang penting sih tetap menebar kebaikan dan bermanfaat untuk lingkungan, Dil. Walaupun Dila pasti tau Teteh maunya Dila di mana"
.Teteh Unyu Mapres ARL.

"Makanyaaaaaa, gaulnya sama anak SMA dong biar awet muda"
.I14110018.

"Donat Bateng, hehe, Dila udah anak kampus banget nih"
.I14100108.

Kamis, 28 Juni 2012

Coming Soon

Coming Soon..
Koreografi Theme Song MPKMB Gebyar 49

Beberapa bagian besar dibikin oleh :
Deny Prasetyawan
Fadila
Muhammad Abdi Manaf Zuhri
Rizka Pratiwi

Nisa Mawadaturrohmah
Orang-orang terpilih gila yang membuat koreo ribet-absurd ini, Nisa yang paling waras.

Tak lupa, dibantu oleh teman-teman Divisi Acara dan Udin bantu doa.

Bersiaplah untuk koreografi merangkap senam otak yang membutuhkan konsentrasi tinggi.

"Selek deh gw sama kaki kiri gw (-___-")"
.salah satu personil Kelapa Ceria.

Jumat, 01 Juni 2012

Keluarga Baru Lagi :)

Dua bulan terakhir ini gw punya keluarga baru lagi. Yaitu 18 orang (udah termasuk gw) personil Tim Aerobik Olimpiade Mahasiswa IPB kontingen TPB..
Kyaaaaaaaaaaa
Kyaaaaaaaaaaa
*maaf tadi pagi salah obat

Terlalu banyak deh susah senang yang udah kita lewatin bareng-bareng, tapi sebenernya lebih banyak susah dan rempongnya sih. Mulai dari diusir satpam astri tiap latihan di Lobi Rusun, tapi besoknya kita tetep aja latihan di Lobi Rusun, jadinya ya sering banget diusir. Ditegur SR Rusun ketika lagi-lagi kita latihan di Lobi Rusun karena dianggap terlalu berisik. Yang cowok-cowok diusir satpam astri karena udah jamal. Dicekal demush yang sedang syuro, lagi-lagi di Lobi Rusun, karena ada gerakan yang dianggap terlalu hot.

Ini yang paling ga waras. Karena udah capek diusir satpam astri dan ditegur SR Rusun, suatu malam kita bingung mau latihan di mana, ujan pula. Akhirnya kita ngabring ke Kortan dan menciptakan kerusuhan di sana. Kumpul THP 48 sampai bubar dan pindah ke tempat lain karena tidak sanggup menghadapi kerusuhan yang kita ciptakan. Sepanjang Kortan banyak lingkaran-lingkaran rapat dan kesemuanya sepertinya terganggu dengan kerusuhan aerobik ini.

Temen-temen gw di tim aerobik ini adalah tipe-tipe orang yang gw jarang banget banget punya temen dengan tipe kayak gitu. Yang gaul-gaul, rusuh, ga tau malu. Yang ngomong b*tch aja tanpa sensor. Yaaa yang seperti itu lah..
Syari : Salvaaaaaaaa, lu kurang nge-b*tch goyangnya waktu lagu 'Oh My Darling'!!
..
Fikra : Eeeeh, jangan lupa yaaaaa, twist pas 'Oh My Darling' pantatnya ke kanan duluuuu..
Really uncensored

Awalnya gw shock saat Syari memanggil salva dengan sebutan Salb*tch. Awalnya gw shock bisa punya temen-temen dengan tipe kayak gini. Tapi setelah dijalani, mereka seru kok, seru banget malah. Bahkan, Fiefah pernah dengan muka ga abis pikir saat baru awal-awal latihan, berkata..
Fiefah : Dil, kok mereka emang b*tch banget sih?

Dengan jargon..
TPB HOT!!
Yaaa silakan dibayangkan serusuh apa..

Saat pelepasan atlet di Node TPB, Snaq meneriakkan Jargon "TPB!!". Atlet-atlet lain yang waras sih teriak "BISA!!", nah kita dengan muka menel malah teriak "HOT!!"

18 orang angkatan 48 yang rada tidak waras..
Ada Syari dan Salva, yang b*tch-nya minta ampun.
Ada Benly Kurniawan. Anak FKH yang otaknya udah pernah ngegeser dikit kayaknya, dia bikin gerakan lawak yang sayangnya ga jadi dipake karena kita ga pernah berenti ketawa setiap di gerakan itu. Pernah teler pas latihan karena abis menghirup formalin saat praktikum Anatomi Veteriner.
Ada Caesar Pratama. Biasa dipanggil Cesar. Eksyar 48 yang sebenernya sih dia Faperta 47. C1 lorong 4, temen selorong Ari.
Ada Ilham Saputra, Soskemas BEM KM yang hampir selalu izin jam 7 malem untuk rapat kementrian.
Ada Citra Vetia Sari. Biasa dipanggil Cipet. Anak FKH, sama eror-nya kayak Benly.
Ada juga Faishal Haq Junaidi. Ical sang pria idaman wanita. Jurusan Gizi, NRP 001. Bisa segala-gala, mulai dari main biola, tenis, nyanyi, sampai jadi imam shalat dengan suara paling merdu.
Juga ada Anis, yang kontrakannya cuma 2 langkah dari kontrakan Ical. sering banget menyisipkan kata "Lhaaaaaah" kalau lagi ngomong.
Ada juga Lingga Buana,  temen selorong Monox yang ternyata dia suka merhatiin bahwa Anis sering mengucapkan kata "Lhaaaaaah" kalau lagi ngomong.
Ada gw dan Ipeh, 2 orang paling polos dan paling kalem di tim aerobik ini. 2 orang yang bakal ngitung berapa kali dalam sehari Anis ngomong "Lhaaaaaah", lalu kita bilang ke Lingga dan cekikikan bertiga.
Ada Miya, partner gw saat sikap lilin.
Ada Fikra Sufi Hijrisari. RT A1 lorong 1 yang memperkenalkan diri dengan nama Jeniffer --"
Ada juga Ita, tetangga kamar gw yang semangat banget bikin gerakan inti 1 dan inti 2.
Ada Comma yang kalau udah sampai lagu 'Kopi Dangdut' dan 'Basah-Basah', pasti gerakannya langsung hot dengan sendirinya.
Ada Danti yang asistensi setiap hari Selasa, jadi setiap Selasa itu dia bakal latihan aerobik pake rok panjang.
Ada juga Shella yang abis sakit saat tampil aerobik.
Ada Rizka Pratiwi. Biasa dipanggil Tiwi. Dia sibuk banget selama OMI ini karena dia juga anak BOS BEM TPB dan jadi PJ renang.
Yang terakhir, yang ke-sembilan belas, yang paling waras, PJ kontingen Aerobik TPB OMI 2012, Afiefah Muthahharah :D Kamu cantik-cantik dari hatimuuuuu :)

Dengan lagu-lagu yang sesuatu banget..
Masuk arena, cuma sebentar banget dengan lagu 'Ekspresi' -> masih normal
Pemanasan dengan lagu 'Five Six Seven Eight' -> masih keren
Masih pemanasan, lagu India 'Oh My Darling' -> lagunya mulai alay
Inti 1, lagu 'Kopi Dangdut' -> TPB digoyaaaaaaaaaaang~
Inti 2, remix dangdut koplo 'Karmila' -> dangdut pisaaaaaaaan
Pengantar sebelum pendinginan, 'Basah-Basah' -> senam otak utuk sinkronisasi gerakan ribet antara kaki dan tangan. Latihan lagu ini aja sampai seharian
Masih pengantar sebelum pendinginan, salsa 'Let's Get Loud' -> ada gerakan yang membuat kita dicekal demush di Lobi Rusun
Pendinginan 'My Valentine' -> kembali normal dan tidak alay
Keluar arena, lagu 'Insan Asrama' -> dan dinyanyikan dengan rusuh oleh para supporter TPB

Pada hari di mana kita akan tampil. Saat sedang ber-make up di kontrakan Anis ba'da maghrib, ada seseorang yang sedang membuka facebook dari hapenya..
Cesar : Eh, ini temen gw pasang status, 'semangat untuk tim aerodance *fakultasnya gw lupa*'
Cipet : Waaah, keren banget aerodance, kita apa ya?
Danti : Kita mah aerodut, buuu..
Lingga : Aerodut koplo!!
Gw : --" *tepok jidat*

Meskipun kita ga dapet medali apapun, tapi ini adalah salah satu kenangan selama di TPB yang ga akan gw lupakan.
"Rasanya tuh ya, kayak lu lagi pacaran, sedang sayang-sayangnya, trus lu diputusin. Itu yang gw rasakan setelah 2 bulan bareng lu semua dan sekarang kita bakal jarang banget ketemu karena aerobik-nya udahan. Lu harus tau, tadi siang gw shalat Dzuhur di mushala astri, dan gw kangen banget saat ngeliat lapangan astri tempat kita latihan Aerobik."
.Benly Kurniawan.
Senin, 28 mei 2012, sehari setelah tampil aerobik


Taun depan, saat OMI mungkin gw tergabung di Batalyon Merah, tapi pasti gw inget kalian.
:')

Kontingen Aerobik TPB OMI 2012

TPB HOT!!

Jumat, 18 Mei 2012

TPB Fresh Care (Part 1, TFC dan Kerusuhannya)

Salah satu acara insidentil BEM TPB kabinet Madani adalah agenda dari Departemen Soskemah, TPB Fresh Care (TFC), dengan ketua panitia Salman Fajri, yang memiliki inisial sama dengan temannya salah seorang teman. TFC ini berlangsung dari tanggal 22 hingga 28 April oke, gw tau post ini udah telat kabina-bina. Pada tanggal 22 April dibuka dengan acara Jalan Sehat muterin IPB sambil mungutin sampah dan pada tanggal 28 diakhiri dengan acara 'Andai Aku Menjadi Faspro', bersih-bersih lapangan parkir GWW yang subhanallah sampahnya banyak sekali.

Rangkaian acara TFC ini dibuka dengan Jalan Sehat pada hari Minggu. Gw naik motor sambil ngebonceng anak Mita (ARL 48, Rusun lt.5, departemen Fokustik) sang PDD yang duduk ngadep belakang untuk foto-foto. Sehat banget dah itu gw -____-"

Awal mulanya banget, di TFC ini gw ditempatkan sebagai staff divisi Pohon Harapan dengan Lusi sebagai koordinator. Lalu secara semena-mena Delmar menarik Lusi menjadi koordinator Acara Pusat dan gw 'naik' jadi koordinator divisi Pohon Harapan. Merasa masih butuh SDM, akhirnya gw pun ditarik Delmar menjadi koordinator Acara Pusat bareng Delmar dan Lusi, dengan tetap harus bertanggung jawab terhadap dunia pepohonan itu.

Ada beberapa insiden antara gw dengan pohon di depan RK OFAC yang akan dijadikan Pohon Harapan. Mulai dari rok yang terangkat karena tersangkut ranting pohon, bahu yang ketiban dahan pohon, dan kerudung yang nyangkut di ranting pohon.
Salman : *muka ga abis pikir* Ya ampun, Dil, lu bermasalah banget dah sama pohonnya.
Delmar : Lu belom minta izin kali, Diiiiil..
Gw : Minta izin sama siapa coba? Kan itu dahan pohon yang udah jatoh.
Delmar : *muka sok horor* Minta izin sama Si Mbah-nyaaaa..
-______-"

Termasuk ember Ferdika yang dijadikan pot untuk pohonnya..
Ratih : Udaaaaaaah, untuk pot ini pake ember Ferdika aja
Semua cangak karena Ferdika termasik tipikal orang yang baik hati dan rajin menabung, sedangkan Ratih adalah tipe-tipe orang yang salah asuhan.
Ratih : Udaaaaaaaah, mumpung Ferdika ga bisa marah
-_______-"

Di acara TFC ini juga ada stand yang terletak di Node X Fahutan yang kini jadi akses bolak-balik RKU dan CCR. Node X Fahutan itu kotoooooooooor banget. Hari Minggu sore seusai JJS, beberapa panitia nyapu-nyapu dan beberes di Node X Fahutan. Gw yang cupu banget skill-nya dalam urusan sapu-menyapu, masa iya gw mengayunkan sapu secara ngasal dan tetep aja sapuan gw membawa debu yang lumayan banyak.

Hari Senin pagi-pagi Ratih dan Salman ngepel Node X ini. Lebih tepatnya Ratih yang ngepel dan Salman memberi dukungan doa. Karena Node X ini akses bolak-balik, hasil pel Ratih juga diinjak-injak kembali oleh orang yang bolak-balik.
Salman : Eh, si Ratih udah ngepel Node X malah diinjekin orang lewat.
Ratih : Itu gw udah ngepel capek-capek tapi diinjekin orang. Gw pelototin orangnya eh tapi ga ngerasa. Yaudah lah gw pel lagi.
Gw, Delmar, Lusi, dan bebebrapa orang lain cuma bisa ketawa-ketawa aja diceritain Salman dan Ratih.

PJ divisi stand di Node X ini namanya Amir, Amiril Mukminin. Pada malam Senin seusai beberes Node X Fahutan pada sore harinya, gw nge-sms dia panjang lebar nanyain stand, apa aja keperluan dekor yang bisa gw bawain dari rumah, sampai nanyain ember Ferdika. Lalu dateng sms balasan..
Eh, ini apa, Dil?
Ternyata eh ternyata, gw meng-sms ke Amir yang salah. Gw meng-sms Muhammad Amir Fauzi. Tidaaaaaaaaaaaaaak. Itu salah kiriiiiiiiiiiiiiim. Bodoh bangeeeeeeeet. Cangak cangak deh Amir nerima sms tentang ember Ferdika. Mungkin dalam hatinya dia berkata 'Ferdika itu siapaaaaaaaaaah?!?!'.

Stand di Node X Fahutan ini berlangsung sepanjang minggu, dari Senin hingga Kamis dan gw tiap hari setor muka di stand ini. Bahkan hari Kamis seusai praktikum gw sempet-sempetnya numpang tidur hampir 2 jam sambil nungguin kelas berikutnya dan katanya sih dibilang cantik sama Badar.

Di Node X itu ada Pohon Harapan penuh masalah yang jadi center of attraction. Harapan yang ditulis orang-orang di situ banyak yang fail paraaaaaaaah. Beberapa yang absurd dan labil difoto dan dipost di blognya Delmar. Ada yang harapannya biar jadi friend Einstein di FB. Ada yang harapannya galau, semoga menemukan tulang rusuk yang sesuai. Ada juga yang harapannya semoga Pohon Harapan itu berbuah.

Di pinggir-pinggir Pohon Harapan, ada stand yang kosong dan malah jadi tempat nongkrong anak-anak BEM. Menurut gw sih itu seru, bisa mengenal anak-anak BEM yang lain dengan lebih dekat, secara selama ini gw ketemunya kalo ga sama anak Secret lagi yaaa sama pengisi Rapim lagi. Paling banter ketemu sama pengisi Forum Sekretaris.

Salah satu stand di situ ada yang jual kaktus. Dan hal paling unik adalah ada temen gw yang galau karena kaktus. Oh meeeeeeeen. Baru tau gw ada galau karena kaktus.

Di stand nganggur yang malah diisi sama anak-anak BEM itu gw pernah nangkring di situ seharian. Makan dari makanan danusan dan minum juga dari minuman danusan. Seharian itu gw kalo ga makan puding, risol, atau donat coklat Bateng dan minumnya Teh Botol Sosro. Kesemuanya itu produk danusan.

Danusan yang udah sebegitu banyak ternyata keuangan TFC masih defisit hingga hari penutupan. Bagaimana kisah ngedanus paling fail sedunia? Tunggu ceritanya di post berikutnya.

Minggu, 29 April 2012

TPB Cup, Bisa!!

Post ini sebenernya udah telat 2 minggu. TPB Cup 2012 diadakan oleh Departemen BOS BEM TPB Kabinet Madani, berlangsung hanya 4 hari, dari Kamis hingga Minggu, tanggal 12-15 April 2012. Mata lomba yang diadakan meliputi basket (putra-putri), voli (putri), futsal (putra), catur (boleh putra atau putri), dan estafet (1 tim 4 orang, 2 putra&2 putri).

Salah satu hal tidak berbau olah raga yang dilombakan di TPB Cup tahun ini adalah lomba Jingle TPB Cup, yang niatnya sih mau dipatenkan untuk jadi jingle TPB Cup ke depannya. Awal reff lagu ini selalu terngiang-ngiang di kepala gw sejak pertama kali mendengarnya..
TPB Cup, Bisa!!

Dengan ajaib, lagu itu dibikin koreo-nya oleh panitia TPB Cup dan ada sesi di mana panitianya nari-nari saat opening. Koreonya seru banget daaaah, udah kayak koreo Theme Song MPKMB, jingkrak-jingkrak rusuh. Seluruh penarinya(?) para wanita. Eh tapi tunggu, ternyata ada satu cowok nyempil, paling depan pula, paling rusuh, paling petakilan, paling hiperaktif. Siapakah dia, saudara-saudara? Ternyata dia adalah Udin, Imam Sholahudin, sang Kadep BOS. Ohmaigaaaaad, Udiiiiin -_____-"

Kali ini gw ga akan bercerita tentang Udin, lagian ngapain juga gw cerita tentag Udin? Kali ini gw akan berserita mengenai suka-duka serta ketidakwarasan TPB Cup yang gw alami. TPB Cup ini gw akui membuat gw kenal temen-temen lain di Q07 yang ternyata sama aja ga beresnya kayak Q08. Ada Febi yang namanya diubah semena-mena oleh Naura-Osy menjadi Pedro. Ada juga Alif yang lagi-lagi oleh Naura-Osy diubah menjadi Santiago dan Opi jadi Ana. Plis deh, 'Amigos' itu film jaman kapaaan -____-"

Saat praktikum biologi beberapa minggu yang lalu, dengan pasrah Ferid berkata bahwa mentok-mentoknya palingan dia yang bakal dijadiin pelatih basket putri, bareng Baskara. Selanjutnya, Rizal dengan muka meyakinkan mengajukan diri menjadi pelatih voli. Ternyata eh ternyata, Rizal dulunya adalah ketua voli dan dia asal SMA-nya sama kayak Delmar..
"Kalo sampai kelas lu ga juara voli mah awas aja, Dil"
.Delmar Zakaria Firdaus.

Latihan voli beberapa kali di lapangan voli belakang Rusun. Di deket situ ada solokan yang kedalamannya sedikit lebih tinggi dari gw dan airnya rada-rada ijo berlumut gitu. Setiap ada bola yg mental terlalu tinggi atau sebangsanya, hal yang paling kita takutkan adalah jika bola tersebut masuk solokan karena malesin banget ngambilnya, harus pakai pengki dan kayu segala. Dengan kemampuan membiaskan makna 'perempuan harus dilindungi', kita semua semena-mena minta tolong ke cowok yang ada untuk ngambilin bola voli naas itu.

Pernah suatu kali bola masuk solokan, saat itu cowoknya ada Febi dan Alif, mereka mau-mau-enggak-enggak gitu ngamblinnya. Akhirnya dengan kekuatan bulan *lu kata Sailormoon, Diiil* Opi terjun(?) oke itu lebay, Opi turun ke solokan yang dalamnya setinggi badan gw untuk mengambil bola voli, dan terjadilah percakapan maha absurd..
Yang cewek-cewek, termasuk gw : Iiiih, Opiiiii, ga usah, Piiiii..
Opi : *muka setengah bete* Atuh ini ga ada yang mau ambil..
Naura : *muka lebay, menatap Febi dengan nanar* Pedro, kamu rela Ana yang ngambil bola?
Febi : *muka najong* Ana, jangan, Ana..
Opi : *makin masuk solokan dengan muka kesel tapi nahan ketawa*
Febi : Anaaaa, jangan lakukan ituuuuuuu
Sarap..
Akhirnya Febi yang masuk solokan untuk ngambil bola.

Ada juga Hafiz yang ga abis pikir karena dia udah berkali-kali ngambilin bola yang jatoh ke solokan mulu..
"Ya kali, kalo bola mental, refleks-nya tuh lari ngejar, jangan teriak"

Opening TPB Cup menjadi ajang pembukaan lapak baju tim Q07-Q08. Meylinda udah ngamparin baju di tribun dan setiap ada yang dateng untuk minta baju bakalan dia tagih uang dulu untuk ngelunasin.

Pertandingan perdana kelas besar gw adalah malam har i setelah pembukaan, Futsal melawan kelas S lupa entah berapa. Pedro Febi jadi kiper dan kita kalah tipiiiis 4-3, padahal kelas S itu minim akan sumber daya pria karena itu anak-anak SKPM dan IKK, yang notabene IKK cowoknya cuma 2 di angkatan 48 ini. Coba badingin sama kelas Q yang ada Fateta dan FMIPA, TMB aja cowoknya 99, ceweknya cuma 19. Para lelaki kelas besar gw itu, kalo kata Rizal, ternyata rata-rata mainnya defend, lah kagak ada yang nyerang -_____-"

Kekalahan futsal itu membuat tim voli jelita kelas gw berlatih keras untuk pertandingan voli di keesokan harinya. Uyeeee, ternyata menaaaaaang meskipun harus pake babak tambahan karena babak kedua ternyata hasilnya seri. Gw ga ngerti di voli istilahnya apa, tapi pokoknya intinya mah gitu. Dengan lawak, kita sempet-sempetnya selebrasi kemenangan voli ala Osy yang fail membalikkan umpan bola saat latihan.

Pada siang harinya ada lomba estafet. Gw ikut lomba ini dan kalah. Ada adegan lawak antara Hafiz-Arya..
Hafiz : Oooooh, jadi ini yang namanya Arya Panggalih Q07?
Arya mukanya udah cangak aja karena ternyata Hafiz baru kenal dia.

Basket pada sore harinya membuat tim jelita ini latihan basket seusai tanding voli. Sarap emang, orang-orangnya itu lagi itu lagi. Badan gw sampe sakit-sakit pegel. Alhamdulillah menang juga

Pada malam harinya ada tanding basket putra lawan FKH, dan ada adegan di mana Pedro murka karena saat mau nge-shoot bajunya ditarik tim lawan. Perbandingan supporter saat itu tuh apa banget. FKH udah hampir sefakultas yang nonton. Berbaju ungu-putih. Yell-yellnya ada yang curhat..
Hari ini kutinggalkan anatomiiii..
Curhat abis..

Sesuatu banget jika dibandingkan kelas besar gw yang palingan supporternya cuma belasan orang. Belom lagi yell-yell kelas gw..
Satu.. Dua.. Tiga.. Empat..
Lima.. Enam.. TUJUH DELAPAN!!
*Dinyanyikan menggunakan nada aerobik, di mana huruf yang dicetak kapital diteriakkan dengan muka bernapsu*
Aneh banget dah itu yell-yell. Sebenernya itu gw yang bikin dengan teramat dadakan karena ga ada yang sedang punya inspirasi untuk bikin yell-yell lain yang lebih bermutu.

Pada hari Sabtu, ada perdelapan final basket putri dan voli putri. Lawan basket kali ini adalah tim yang berhasil dikalahkan saat penyisihan voli pada hari sebelumnya. Ada sejenis dendam pribadi. Dan kelas gw kalah dengan tipiiiiiiiiis banget, udah kayak film kartun basket.

Skor saat itu adalah kelas gw 5, kelas lawan 6. Sepersekian detik setelah Meiska nge-shoot, ternyata waktu di meja timer udah habis. Dan bola Meiska itu masuk. Beberapa detik setelah bola itu masuk lalu wasit meniup peluit tanda usai pertandingan. Berhubung yang dipakai adalah waktu di meja timer, makanya kalah. Padahal kalo yang dipakai adalah waktu dari wasit, kelas gw berhasil lolos..

Pertandingan voli setelahnya kalah tipis juga karena kelas gw mainnya pake emosi, dampak kalah basket. Fail juga akhirnya. #Delmar, kelas gw kalah voliiiii T_______T

Karena ga ada yang bisa didukung lagi, akhirnya gw malah ke sekret untuk menyelesaikan organigram BEM yang tak kunjung usai bersama anak-anak Sekret yang lain. Sebelum ke SC sempet ada insiden motor terbang dan bonceng tiga bersama Osy. Sarap emang tuh bocah Banyuwangi -______-"

Ya begitulah, hari Sabtu di kampus saat itu gw akhiri dengan balik bareng orang yang namanya mirip kayak mantan Presma, Reza Fahlepi. Sang TF, RT C1 lorong 9, staff Fokustik yang pose fotonya untuk organigram aneh banget.


TPB Cup taun depan, pasti gw inget kalian :D
Q07-Q08 :)
Elsa - Dara - Meiska - Osy - Dila - Naura - Opi - Citra - Meylinda - Metti
Tim basket&voli Q07-Q08 yang personilnya itu-itu aja