Tampilkan postingan dengan label Ar-Rahmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ar-Rahmah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Januari 2013

Pandawa di Dadaku :) dan Kisah Sebuah Poster di Mading Fateta

Ya Allah,
Makasih ya :)
JanjiMu memang nyata :)

Fa inna ma'al 'ushri yushra'
Inna ma'al 'ushri yushra'


XXV, makasih ya udah mau jadi pasukan yang baik :) meskipun gue ga nonton, tapi gue yakin kalian luar biasa keren :)

XXIV, makasih ya udah mau jadi pengurus yang juga keren. Pasti keren nanti karena LPJ kan ada pembacaan prestasi dan kegiatan selama setahun ke belakang. Yup, piala yang setinggi alaihim gambreng itu dateng ke Smansa pas kalian jadi pengurusnya :)

XXIII, makasih ya udah jadi purna muda yang ngebantuin adik-adiknya, beruntung kalian masih di Smansa saat kemenangan ini kembali datang setelah 4 tahun :)

XXII, meskipun kalian ga ngerasain menangin apa-apa untuk Smansa, tapi gue yakin kalian senang mendengar berita ini :)

XXI, hei, apa kabar kalian semua? Baju PDU 2 dengan badge angkatan XXI yang di bahu (apa deh itu nama resminya?) ngeksis lho di IPB, khususnya di Fateta.

Gini ceritanya. Jadi saat kita masih SMA dulu, Forkom (anak Smansa kebangetan kalo ga tau Forkom --") pernah bikin icon mentoring yang namanya Mahar-Khalid (untuk ikhwan) dan Muti-Saski (untuk akhwat). Naaah, untuk Mahar-Khalid itu Monox sempet ngerjain. Emang karena dasarnya Monox yang ngedit, dia bikin versi salah satu dari mereka pake seragam PDU 2.

Beberapa hari lalu saat gue di sekret BEM Fateta, ada seorang mbak dari forum keislaman Fateta yang mau minta cap BEM untuk izin nempel poster tentang UAS jujur gitu. Gue sempet baca dulu posternya sekilas untuk memastikan yang ditempel itu ga macem-macem. Sepertinya emang ga macem-macem, yaudah lah gue cap aja posternya. Tapi untuk gambar Mahar-Khalid itu, gue ga tau deh mereka udah dapet lisensi dari Forkom apa belom :p

Ini posternya :

Perhatikan pojok kiri bawah

Yang pake PDU 2 ada di pojok kiri bawah. Kalau kamera hape gue bagus, ketika di-zoom itu akan keliatan ada lambang Smansa di lengan kanan dan ada tulisan XXI di bahunya. Sayangnya kamera hape gue abal :p

Tapi emang berhubung Monox yang bikin, itu badge angkatan XXI-nya juga kebalik. Yang kiri di kanan dan yang kanan di kiri :p

Begitu liat poster ini gue langsung keinget sama XXI, sama temen-temen DKM, dan sama Aa'-Teteh Forkom. Semoga selalu dalam limpahan berkahNya :)


Terakhir,
Selamat terbang tinggi, Jatayu :)
Tetap menunduk ya, jangan lupa sama buku dan pinsilnya
Hidup Smansa, aku cinta Smansa :)
Pandawa di dadaku :)
Jatayu yang membentangkan sayap, menunduk, berlatarkan perisai,
serta tak lupa membawa buku dan pinsil


Note :
Untuk Aa'-Teteh dan temen-temen Forkom, semoga Forkom semakin menDUNIA, semoga semakin kuat di dalam dan bermanfaat ke luar (eh bener kan ya?)
Aamiin :)
Kalo mau liat posternya secara langsung, ubek-ubek aja mading di Fateta :p

Minggu, 09 September 2012

Ranking 1

Kisah ini terjadi di koridor kelas XII Smansa, lebih tepatnya di depan Ruang PSB, di dekat etalase piala. Awal tahun ajaran 2010/2011, saat minggu awal masa kelas XII.

Suatu hari kami (Ar-Rahmah 0,9) rapat Regen PODS di koridor kelas XII. Karena sudah mulai eror dan bahasan rapat yang udah abis, akhirnya kami memainkan permainan yang ajaib.

Bermula dari Ipol yang sedang pegang buku paket fisika, akhirnya kami main tebak-tebakan biografi Marthen Kanginan sang penulis buku Fisika. Seriusan itu permainan absurd parah.

Dikarenakan saking ga jelasnya permainan itu, ditambah biografinya yang cuma seuprit di cover belakang buku, akhirnya kami berganti permainan. Permainan berikutnya ini masih juga dipimpin oleh Ipol.

Permainan kali ini mengadopsi permainan Ranking 1 yang di tivi itu. Bedanya, pertanyaan yang ditanyakan  di permainan ini bukanlah pertanyaan pengetahuan umum seperti pada acara aslinya. Pertanyaan yang ditanyakan (atau lebih tepatnya adalah pernyataan yang dinyatakan) di permainan adopsi mahaaneh ini adalah amalan-amalan yang idealnya, seharusnya memang kami kerjakan.

Cara bermainnya juga unik, ga ada papan tulis dan ga diusir keluar arena gitu kayak di permainan aslinya. Awalnya posisi kami semua berdiri, cuma Ipol doang yang duduk *secara dia yang bikin games*. Lalu jika ada yang pernyataannya tidak sesuai maka yang bersangkutan dipersilakan untuk duduk. Jadi simpelnya, the last standing man/woman adalah pemenangnya.

Ipol : Pernyataan pertama. Kita sebagai pelajar yang baik, sudah sewajarnya membawa alat tulis ketika ke sekolah. Maka, bagi yang ga bawa pinsil hari ini dipersilakan untuk duduk.
Hal ajaib yang terjadi adalah Ndu duduk. Ya robbana, itu Ndu kan Ketum de Facto Sekretaris DKM, kok bisa-bisanya dia ga bawa pinsil?
-________-"

Pernyataan-pernyataan berikutnya ini mungkin gue ceritakan dengan urutan dan redaksi yang tidak pas, tapi kontennya kurang-lebih tetap sama.

Ipol : Pernyataan selanjutnya. Sebagai murid yang baik, sudah seharusnya kita menaati peraturan yang ada di sekolah. Maka, bagi yang tidak memakai ikat pinggang hari ini dipersilakan untuk duduk.
Hal aneh yang lagi-lagi terjadi adalah Nabil, Tita, dan Puspa harus duduk. Jika kita telisik latar belakang mereka bertiga, Nabil adalah Kabid.Rohani Pandawa 16, Tita adalah Sekum Pandawa 16, sedangkan Puspa itu pengurus OSIS yang bahkan saat SMP *gue bisa tau karena gue se-SMP sama Puspa* jobdesc Puspa di OSIS adalah mengecek apakah seluruh peserta upacara memakai ikat pinggang atau tidak. Kok bisa-bisanya mereka ga pake ikat pinggang hari itu?
-________-"

Pernyataan berikutnya..
Ipol : Sebagai siswa yang baik, pekerjaan rumah harusnya diselesaikan di rumah. Maka, bagi yang semester ini sudah pernah mengerjakan PR di sekolah dipersilakan untuk duduk.
Lagi-lagi ada hal unpredictable yang terjadi. Nur Adhi harus duduk karena sehari sebelum games naas itu dia sudah pernah mengerjakan PR di sekolah. Tapi atuh lah masa Nur Adhi sih? Nur Adhi adalah ranking 2 seangkatan gue di Smansa, dia Siswa Berprestasi Kota Bogor, dan dari sejak SD ditotal dia udah pernah ikutan 5 mata pelajaran untuk OSN (Biologi, Matematika, Kimia, Fisika, dan Astronomi). Kenapa bisa-bisanya Nur Adhi ga ngerjain PR di rumah? Ya, kenyataan itu memang pahit.
-________-"

Selanjutnya..
Ipol : Sebaiknya, kita mencatat apa-apa saja hal yang ingin kita capai sehingga kita memiliki arah yang jelas untuk dituju. Maka bagi yang belum punya rencana apapun untuk mengarungi masa kelas XII ini dipersilakan untuk duduk.
Selalu unpredictable orang-orang yang ternyata harus duduk. Kali ini Monox, Anas, dan Uceng harus duduk. Padahal mereka adalah 3 orang dengan mimpi-mimpi tergila yang pernah gue tau. Anas-Monox bahkan merupakan duo soulmate paling visioner yang gue kadang ga ngerti mereka sedang ngobrolin sebelah mananya pemrograman apa kalau udah berdua doang. Kalo untuk Uceng mah semua juga cukup tau di mana target awal kuliahnya selepas kelas XII ini. Kenyataan yang terjadi adalah mereka belum menyusun langkah apapun untuk mengarungi ganasnya atmosfer hidup kelas XII. Kok bisa-bisanya?
-________-"

Pertanyaan lainnya yang ternyata hasilnya mengejutkan..
Ipol : Sebagai anak yang baik, sudah seharusnya kita menghormati orang tua. Bagi yang pagi ini tidak pamit cium tangan ke orang tua sebelum berangkat sekolah maka dipersilakan untuk duduk.
Pada pernyataan ini para peserta games mahaabsurd ini udah yakin ga bakal ada yang duduk. Ya kali gitu secara pamit ke orang tua masa ada yang lupa. Ternyata eh ternyata ada juga yang duduk dan kami semua cangak begitu tau siapa yang duduk. Amir duduk. Seorang Kadep Tarbiyah Intern lupa pamit ke orang tuanya saat pagi. Gils, dari judul departemennya aja udah yang paling horor, Tarbiyah Intern, dan kenapa bisa kadepnya lupa pamit ke orang tua?
-________-"

Pernyataan ajaib berikutnya..
Ipol : Hayooo, siapa yang semester ini belum shaum Senin-Kamis sama sekali dipersilakan duduk.
Lagi-lagi, orang yang tak terbayangkan yang duduk, yaitu Sindo dan Bayu. Padahal Sindo itu Kadep Pendidikan Ar-Rahmah 0,9 dan Bayu itu Kadep Rumah Tangga 0,9. Sebenernya ga ada hubungan langsung sih antara shaum sunnah Senin-Kamis dengan Departemen Pendidikan dan Rumah Tangga, tapi ya tetep aja itu aneh.

Sebenernya kayaknya masih ada beberapa pertanyaan lagi, tapi gue udah lupa. Dengan hoki, saat itu gue dan Luthfi menjadi the last standing man and woman, dan gue menang dengan anehnya karena pertanyaan ajaib dari Ipol..
Ipol : Yang terakhir ini hoki-hokian aja ya. Yang hari ini ada mata pelajaran matematika dipersilakan untuk tetap berdiri.
Dan Luthfi duduk karena dia ga ada pelajaran matematika di hari itu.

Tiba-tiba inget kalian semua..
:')
Apa kabar 0,9?
Masih tetap bersinar kah? Semoga masih :)

Karena rasi bintang yang cantik dibentuk dari bintang-bintang yang jaraknya berjauhan :)
.Sekretaris Departemen Pendidikan Ar-Rahmah 0,9.

Selasa, 12 Oktober 2010

Fakta Keren

Setiap kota/kabupaten hanya diperbolehkan mengirimkan 3 orang perwakilannya untuk setiap mata pelajaran dalam Olimpiade Sains Provinsi Jawa Barat.

Berhubung ada 8 mata pelajaran yang dilombakan, berarti terdapat 24 orang perwakilan dari kota Bogor untuk mengikuti Olimpiade Sains tingkat Provinsi Jawa Barat.

Dari 24 siswa-siswi kota Bogor yang mewakili kota Bogor untuk mengikuti Olimpiade Sains tingkat Provinsi Jawa Barat, 15 orang di antaranya adalah siswa-siswi SMA Negeri 1 Bogor.

Dari 15 siswa-siswi SMA Negeri 1 Bogor yang mengikuti Olimpiade Sains tingkat Provinsi Jawa Barat, 13 orang di antaranya adalah Pengurus DKM Ar-Rahmah 2009/2010.

Dari 13 orang Pengurus DKM Ar-Rahmah yang mengikuti Olimpiade Sains tngkat Provinsi Jawa Barat, 5 orang di antaranya adalah Staff Departemen Pendidikan.



Belum juga sertijab, gw udah kangen sama syuro-syuro rutin Pendidikan di pelataran Aula lt.4 setiap hari Jumat sepulang sekolah sampai waktu shalat Jumat..

Kangen sama syuro-syuro rutin yang unforgetable. Dari 40 menit waktu yang ada, biasanya, sekitar 30 menitnya dipake buat out of topic, ya yang curhat lah, ya yang makan lah, yang ngobrol lah, yang saling ngeledekin lah..

Dan setiap anak RT udah mulai ngecek mic untuk shalat Jumat, trus kita kembali serius syuro kilat, gara-gara agenda-nya ter-pending ngobrol..

Bikin OBOR, tapi kalah mulu..
Selalu ngeles dengan alasan kita udah sibuk bikin perencanaan acaranya, jadi ga sempet mengatur strategi..

Ngadain JITU, tapi ternyata pada semangatnya pas makan es krim..
Jiaaah..

Pas BBF, malah pada sibuk les..
Ckck..

Hei Pendidik-ers, kalian semua sangat berperan dalam pembentukan kepribadian gw selama setahun kemarin. Membuat gw merasa dibutuhkan *ternyata kita memang saling membutuhkan, iya kan?*. Membuat gw menjadi sayang kalian semua :)

PENDIDIKAN
Departemen Pendidikan
Fight for Islam
Win for Smansa
Allahu Akbar

Jumat, 21 Mei 2010

Memang Agak Ga Jelas, Mau Gimana Lagi?

Huuuuuuuuuffft..
Hidup gw memang agak ga jelas.. Mau gimana lagi?

Tadi sore aja ada hal luar biasa agak tidak jelas yang terjadi di tempat yang ga ada matinya, yaitu SEKRET..

Entah bagaimana awalnya, gw tiba-tiba ngeliat Awan. Bukan awan yang ada di langit, bukan awan yang berupa air yang terkondensasi, tetapi seorang Awan Rochaniawan..

Sekedar info, Awan adalah Wakil Ketua Panitia Arafah [Acara Idul Adha]. Beberapa bulan yang lalu, gw pernah berkata pada Awan bahwa gw sering tiba-tiba jadi inget sapi kao ngeliat Awan, karena Awan adalah Wakil Ketua Panitia Arafah *sakaliiii*..

Naaaaaah, ini dia kisah yang tadi sore..

Sebuah sore yang cukup tenang di sekret. Ada Divisi Astro dan Mate yang sedang ngebahas Kantin di sekret DKM *gw tau hal itu memang ga sinkron*. Tiba-tiba, suasana kondusif sekret dipecahkan oleh teriakan jail gw karena sebenernya gw ga ada kerjaan di sekret.
Gw : Eh, ada Awan! Tenang, Wan. Gw ga inget sapi kok..
Awan : *muka jail dan sumringah* Ehh, ada Teh Dili..
Gw : Dasar. Seenaknya gonta-ganti nama orang..
Awan : Yeee.. Teh Dili juga seenaknya inget sapi kalo ngeliat saya..
Gw : Ya udah, gw manggil lu jadi Iwin aja ya! Biar sama..
Eeeh, tiba-tiba ada orang nyeletuk.
Fadri : Haha.. Iya Teh, Iwin aja! nanti namanya jadi Iwin Richiniiwin!!
Lalu Fadri ketawa dengan muka puas.
Dasar Fadri..
Setelah Bram, sekarang Awan..

Agar seimbang, lalu gw berujar..
Gw : Waaah.. parah lu, Dri. Nama lu juga gw ganti!! Nama lu jadi Hifidri, dipangilnya Fidri..
Awan : Huahahahahahaha.. CINTA FIDRI!!
GDUBRAK..
Sumpah.. Ngaco..

Yak, begitulah.
Siapa sangka, setelah ada insiden CINTA FIDRI, Ndu pun ternyata jadi ikut-ikutan. Lalu dia ngeganti nama anak-anak jadi berhuruf vokal "i" semua..
Anas jadi Inis
Iin mah ga seru, tetep Iin
Uceng jadi Icing
Isun jadi Isin
Arfie jadi Irfi
Efan jadi Ifin
Nurul jadi Niril, Iyuy jadi Iyiy. Ahh, susah diucapkan..
Dan sederet nama-nama lainnya..

Ga lama setelah itu, adzan Ashar berkumandang.
Sambil masih sakit perut gara-gara kebanyakan ketawa, gw, Ndu, Nabil dan Iyuy bergegas ke mushala.

Ternyata masih berlanjut di tempat wudhu..
Ndu : Dil, Gharu jadi Ghiri..
GW : Ghiri.. Ghiri bukannya vokalisnya Nidji?
Iyuy : Itu Giring!! Pliss deh Teh Dil..
Lalu kita kembali ngakak..
Ndu : Dil, apa jadinya kalo nama Kadep juga diganti?
Nabil : Jadi kayak gimana Ndu?
Ndu : Luthfi jadi Lithfi. Ahh, ga terlalu aneh..
Gw : Coba Kadep gw!! Sindo jadi Sindi..
Ndu : Haaaaa, itu kayak nama cewek..
Kita pun kembali ngakak untuk kesekian kalinya..
Ndu : Dil, si Ipol jadi Ipil..
Gw : *terkapar di samping tangga dengan muka melas dan kerudung yang berantakan* Aduuuuh.. udah donk Ndu, gw udah capek ketawa..

Sudah selesai?
Belum sodara-sodara..
Masih berlanjut hingga naik tangga ke mushala atas, yang mengakibatkan shalat tidak kunjung mulai, karena kebanyakan ketawa.
Iyuy : *bertanya dengan muka jail dan tengil* Eh.. eh.. Teteh-teteh.. Kalo Ketum namanya jadi Minix, wibawanyaa kayaknya ilang ya?
Huahahaha..
Hal itu dengan sukses membuat gw terkapar di lantai mushala dan ga bisa bangun gara-gara capek ketawa..
Iyuy.. Iyuy.. ada-ada aja..

Akhirnya kita berhasil shalat, lalu kembali bergegas ke sekret.

Di depan sekret KIR, gw disambit disambut Fadri dengan muka cerah.
Fadri : Teh Dili, nama Fadri jangan Cinta Fidri, tapi Fidri Aldiano
Gw : Huahahaha!! Mamantes..
Akhirnya, setelah cukup banyak ngakak dan melepas banyak hormon endorphin yang dapat membuat rileks setelah beberapa hari belakangan ini udah uring-uringan, gw memutuskan untuk pulang.

Sebelum pulang, gw sempatkan mengecek hape dan melihat kata-kata :
Fr 21/05/2010
Silent
16:23
H-11!!


Ayo SEMANGAT DILA ^^9

Kamis, 08 April 2010

Kembali Tersenyum :)

Belum genap 24 jam terhitung sejak awal mula gw merasa frustate dengan olim astro, Allah telah menghadiahkan gw sesuatu hal lain yang sangat indah.

Tadi pagi ada rapat TADZKIRAH di altar. Di sana kita membahas banyak hal, terutama yang berkaitan dengan dana dan sponsorship. Saat Saqib lagi melihat-lihat proposal Sponsorship, tiba-tiba dia nyeletuk.

Saqib : Eh, eh, tau nggak? Kata Pak Agus, proposal TADZKIRAH ini tuh proposal terbaik selama Smansa Day tahun ini lhoo!!! Bahkan, proposal OSIS aja kalah!!


DEGG

Saat itu juga gw langsung mengucap hamdalah, tahmid dan takbir di dalam hati.

Hal itu udah cukup untuk membuat gw kembali senyum seharian ini..

Kamis, 25 Maret 2010

Dua Kali ke Jakarta Tanpa Orang Tua dalam Kurun Waktu 4 Hari [Part 2]

Hanya dalam waktu 4 hari aja, gw udah ke Jakarta sebanyak dua ,naik kereta, tanpa orang tua dan bersama dengan orang-orang yang berbeda pula.

Benar-benar nge-BOLANG [bocah ilang].

Post ini adalah sambungan dari post sebelumnya. Untuk mencari postingan blog yang menceritakan hal yang sama dengan post ini, silakan klik di sini.


Petualangan yang kedua

Hari/tanggal : Selasa, 23 Maret 2010

Alasan pergi ke Jakarta : Nyari sponsor buat TADZKIRAH

Teman-teman seperjuangan :
Linea Alfa Arina
Annisa Rahman
Annisa Andina Sonia
Caraka Nur Azmi


Jadi, awal mulanya, pada hari Senin, 22 Maret terjadi percakapan antara gw dan Caraka [koor. Sponsorship TADZKIRAH]

[percakapan yang terjadi kurang lebih seperti di bawah ini]

Caraka : Dil, besok nganggur nggak?

Gw : Emangnya ada apa Cak?

Caraka : Niatnya, besok gw mau ke Jakarta nyari sponsor TADZKIRAH bareng Arin. Tapi Arin ga mau ikut kalo ga ada akhwat lain yang ikut

Gw : Emangnya akhwat sponsorship pada kenapa?

Caraka : Mereka belom ada yang konfirm. Ikut dong Dil..

Gw : Oke lah, insya Allah. Kira-kira pulangnya jam berapa?

Caraka : Jam 4an juga udah selese. Kita ke Jakarta naik kereta, turun di Gambir, nanti di Gambir dijemput ama supirnya Arin, nanti pulangnya kita ke Bogornya naik kereta lagi.

Gw : Oke lah insya Allah



Akhirnya, ada dua orang anak sponsorship lain yang bisa ikut. Pada hari-H, kita janjian ketemuan di smansa jam 7, soalnya kita ga tau kereta express ada jam berapa aja.

Sayangnya, setelah kita ke stasiun, ternyata kereta express-nya udah berangkat, ada kereta express lain yang jam 9.30. Yaelah, mau kapan nyampenya kalo naek yang jam segitu?

Lalu kita memutuskan buat naik yang eko.ac aja.
Dan turun di Juanda.
Ternyata...

Penuh abissss

Ooooh maaaaaaan



Akhirnya, kita berlima berdiri karena tidak menemukan tempat duduk.

Saat berdiri itu, gw menemukan pelajaran yang tak terlupakan, bahwa ternyata sekarang sudah semakin sedikit anak muda yang masih punya hati.

Bayangin, ada seorang ibu yang udah cukup tua naik ke dalam kereta yang sedang gw naikin itu, yang notabene penuuuuuuh bangett. Dan ada dua orang masih muda (berumur sekitar 20an, yang satu cewek, yang satunya lagi cowok) yang kebagian tempat duduk, mereka duduk di depan gw. Ibu yang udah cukup tua itu berdiri di sampin gw.

Dan kalian tau apa yang terjadi selanjutnya???

Seorang kakek-kakek memberikan tempat duduknya untuk ibu-ibu tadi. Dan kedua orang muda tadi ga mau peduli akan apa yang baru aja terjadi.

Arin dan gw, yang kebetulan lagi nostalgila nostalgia masa-masa regen, merasa bahwa regen smansa itu bermanfaat serta melatih rasa peka dan toleransi.

Oke back to the topic

Setelah sampe di Stasiun Juanda, kita dijemput oleh supir papanya Arin [makasih Ariiiin ^_^]. Lalu kita memulai perjalanan kita, yaitu ke penerbit yang pertama [terhitung terdapat 5 penerbit yang akan kita datangi hari itu].

Setelah selesai di penerbit yang pertama, kita ke tempat fotokopian dulu buat nge-jilid proposal sponsorship yang belum dijilid. Sebelum berangkat, kita dibekali oleh beberapa lembar cover proposal sponsorship yang keren bikinan Ipol.


[Kurang lebih, ini adalah percakapan yang terjadi di tempat fotokopian]

Seseorang yang gw lupa siapa : Waaaaaah, keren banget covernya, mau dikasih ke mana nih?

Gw : Rin, kemaren tuh yang paling antusias yang mana? Kita pake cover yang ini aja!!!

Arin : Yang paling antusias tuh *** ********** Teh. Penerbit yang nanti terakhir kita datengin

Gw : Ya udah, kita kasihnya ke yang itu aja, kali aja mau nyumbang banyak

orang-orang lain : Boleh tuh Dil


Lalu kita berlanjut ke penerbit yang kedua.

Nyari kantor penerbit ini susaaaaaaaaaaaaaah banget.

Kantornya tuh terletak di jalan yang panjaaaaaaaaaaaang banget

Konyolnya, nomor-nomor bangunan di jalan itu tuh kayaknya dipasang semaunya. Masa, di samping rumah nomor 99 ada rumah nomor 10!!! Kan ga nyambung.. Terhitung, kita menemukan lebih dari tujuh bangunan bernomor 2.

Ujung-ujungnya, hasil dari penerbit kedua dan pertama itu sama aja. Proposal-nya ditaro di mereka dulu, nanti kita dihubungi sekitar 1-2 minggu lagi. Prospek promosi yang kita tawarkan harus mereka diskusikan dulu dengan pimpinan mereka.

Lalu kita beranjak ke penerbit ketiga.

Gw inget banget, orang dari pihak penerbit ketiga yang ketemu kita itu ngomong kayak gini..
"Kita sih mau menjalin kerjasama dengan pihak DKM ini, tapi penerbit kami ini belum besar, jadi mungkin ga terlalu banyak yang dapat kita tawarkan. Nanti hal ini saya bicarakan dulu dengan da'i-da'i yang ada di sini dulu, nanti sekitar 10 hari lagi kami akan hubungi kalian"
Dan setelah kita pamitan mau pulang, kita dikasih buku dengan iringan ucapan
"Ini, buat dibaca-baca di jalan"

Kebetulan buku itu gw yang nerima, lalu gw berterimakasih banyaaaaaaaak banget. Caraka pun ga berenti-berenti berterimaksih. Ekspresi wajah Arin, Onya dan Ekong udah menunjukkan banyaaaaaak banget terimakasih.

Saat di perjalanan ada seseorang yang bertanya ke gw

seseorang yang gw lupa siapa : Dil, bukunya judulnya apa

Gw : *sambil ngeliat judul buku* Teruskan Perjuangan


Subhanallah..
Kita serasa dapet semangat baru setelah ngeliat judul bukunya..


Lalu berlanjut ke penerbit keempat yang berkasus mirip dengan penerbit kedua tadi..

Setelah dari penerbit keempat, kita [baca : caraka dan Arin] shalat Dzuhur dan makan. Lalu kita berlanjut mencari penerbit kelima.

Menurut penuturan Arin, penerbit ini adalah penerbit yang paling antusias dan semangat saat ditelepon. Lalu kita pun bersiap, mempersiapkan fisik dan mental *halah, lebay* untuk ketemu penerbit ini.

sayangnya, perjalanan menuju penerbit ini adalah perjalanan ter-ga mudah yang kita lewatin gara-gara maceeeeeeeeeeeeeeeeeeeet banget. Bayangin aja, 15 menit kita stuck di tempat itu-itu aja.

Setelah melewati perjuangan keras dan perjalanan macet, kita sampe di penerbit itu. Gokilnya, kita sempet disangka mau magang.

Ada sebuah pengalaman pahit di penerbit ini dengan Pak B**** [Liat aja blog Arin, ada cerita mendetailnya di sana, hehe].


Dan akhirnya, kita dianter supir papanya Arin ke stasiun Gambir buat naik kereta, pulang.

Saat sampai stasiun Gambir, pukul berapakah yang tertera di pergelangan kiri gw? 18.40

Ooooh maaaaaaan, ngaret hampir 3 jam dari yang Caraka janjikan waktu itu.

Akhirnya kita berhasil naik express, walopun penuh.

Saat Arin dan Ekong dikasih koran buat duduk sama mas-mas baik hati, mereka mengatahui dari mas-mas tersebut bahwa ternyata kereta yang kita naikin itu adalah Depok Express.

Hwaaaaaaaaaaaaaaaa

Kita bener-bener jadi kayak BOLANG [BOcah iLANG]

Setelah itu, kita berlima panik, bahkan Onya ampe nangis. Tapi ternyata, yang express ke Bogor tuh emang sedang mengalami gangguan. Kata mas-mas baik hati yang ngasih korang ke Arin dan Ekong buat duduk tuh nanti kita naik yang eko.ac aja dari Depok, pake karcis yang ini.

Alhamdulillah, setelah melalui perjalanan pulang yang melelahkan yang ga bisa gw inget sepenuhnya gara-gara ngantuk, akhirnya kita berhasil sampe stasiun Bogor dengan selamat [walopun tas Onya bolong] sekitar pukul 20.10

Dan saat gw sampe rumah, gw cuma ganti baju, ngobrol bentar ama bokap, dan langsung tidur..

Senin, 22 Maret 2010

Departemen Pendidikan [Part 2]

Udah liat post gw yang tentang Departemen Pendidikan??

Udah liat komen-nya??

Udah liat komen pertama dari siapa dan apa isinya??

Oke, di sini gw mau menambahkan...


Departemen Pendidikan dibawahi oleh Ketua 1 DKM Ar-Rahmah, yaitu :

Muhammad Nasrurrohman
Ketua 1 DKM Ar-Rahmah 2009-2010 sakaliiii. Bendahara DKM Ar-Rahmah 2008-2009. Ga pernah punya departemen di DKM gara-gara jadi DH melulu selama 2 taun. Satu-satunya DH yang dateng ke kumpul rutin Departemen Pendidikan dan ngotot pengen tandatangan di daftar hadir, walopun sebenernya nama dia ga ada di tabel itu. Anak KIR tapi gw ga tau dia masuk divisi apa. Dia juga anak ibu-bapak-nya. Sekarang duduk di kelas XI IPA 2, senasib ama Monox, bahkan gw pernah mendengar seorang anak DKM memiliki kata ganti tersendiri untuk Anas-Monox yaitu "Duet Maut" kayak dangdut.


Sekian dulu post ini. Semoga Anas ga ngambek. Amiiiiiin...

Selasa, 16 Maret 2010

Departemen Pendidikan

Hahahaha...
Buset, baru mulai aja udah ketawa-ketawa.

Entah kenapa, kalo gw ngomong tentang DKM Ar-Rahmah mungkin gara-gara orang-orangnya pada garing gw hampir selalu pengen ketawa, apa lagi kalo udah ngomongin tentang Departemen Pendidikan.

Bagi orang yang belum tau, DKM Ar-Rahmah adalah nama DKM di smansa. DKM Ar-Rahmah tuh terdiri dari 6 departemen :
1. DANU (Dana Usaha)
2. RT (Rumah Tangga)
3. TI (Teknologi Informasi Tarbiyah Intern)
4. DU (Dakwah Umum)
5. Inkasi (Informasi dan Komunkasi [eh, bener ga sihh??])
6. PENDIDIKAN

Dan gw masuk ke dalam departemen yang menurut gw paling keren, yaitu DEPARTEMEN PENDIDIKAN !!!!

Walaupun pada saat PODS lalu gw termasuk orang yang gabut, tapi entah kenapa gw bisa jadi sekretaris Departemen Pendidikan. Maka dari itu, bermodalkan database dan daftar presensi departemen, akan gw tuliskan 19 nama anak-anak yang mayoritas cerewet dan ber-ekskul banyak yang menjadi member of Departemen Pendidikan.

Kadep (Kepala Departemen) tercintanya :
Fajar Herlandya Sagara, XI IPA 1
Biasa dipangil Sindo . Orang terpenting di Departemen Pendidikan, rapat-rapat ga bakal mulai kalo ga ada dia, secara dia yang mimpin rapat.

Staff-nya :
1. Agung Kurniawan XI IPA 2
Ketua 2 KIR Galaksi. Temen meng-autis gw selama pelatihan astro.

2. Amalia Salim W. XI IPA 5
Krani Wijaya Kusuma angkatan 36. Bendahara departemen untuk yang anak-anak kelas XI, paling sadis kalo udah nagihin uang kas.

3. Annisa Dhiya A.K. X-8
DH KIR, tapi gw lupa dia jadi apa.

4. Arfie Nugraha X-7
Katanya sih calon penerus Monox. Anak kelas X yang paling rajin ikut kumpul rutin Departemen Pendidikan. Jago banget kimia.

5. Atika Almira X-2
Pengurus Sekbid 1 OSIS Avion. Cerewet banget, kadang-kadang gw merasa tersaingi. Bendahara departemen untuk yang anak-anak kelas X. 'Juragan' olimpiade matematika.

6. Bathriq Fatma I. X-1
Pengurus OSIS Avion, tapi gw ga tau dia jadi apa di OSIS. Dia juga anak PMR unit smansa angkatan 21.

7. Billy Wira A. X-2
Orang yang prioritasnya DKM, secara DKM adalah satu-satunya ekskul yang dia ikutin.

8. Fadila XI IPA 4
---gw---

9. Hilmi Ahmad F. XI IPA 6
Ketua 1 OSIS Avion. Baru pernah 3 kali ikut kumpul Pendidikan, gara-gara katanya terlalu sibuk di OSIS.

10. Latifolia Hidayati XI IPA 3
Pradana Wijawa Kusuma angkatan 36. Ang.Binlat sejati Pandawa 16. Sering banget punya ide gila yang unpredictable dan unbelieveable.

11. Luddwi Ahmad R. XI IPA 6
Ketua Intern PMR unit smansa angkatan 20. Tulisannya jauuuuuuh lebih bagus daripada tulisan gw... T_T

12. M. Nitis Ragana Efan X-2
Kalem-kalem gimanaaaa gitu, tapi kalo udah punya ide, biasanya keren.

13. M. Raditya Gumelar X-7
Kalem-kalem juga, tapi kalo timing-nya tepat, bisa ngaco juga.

14. Reka Ardi P. X-1
Ini nih, pencetus yell-yell gokil Departemen Pendidikan.

15. Riefan A. XI IPA 7
Baru pernah sekali dateng di kumpul Pendidikan. Gw aja lupa dia tuh yang mana.

16. Sarah Nabilah XI IPA 5
Belom pernah dateng di acara-acara Pendidikan. Bahkan Sindo aja ga tau dia yang mana.

17. Fakhrusy Fariz X-1
Penghuni baru Departemen Pendidikan jebolan PODS-S, belum ketauan orangnya kayak gimana.

18. M. Zaky Wardhana X-7
Penghuni baru Departemen Pendidikan jebolan PODS-S, belum ketauan orangnya kayak gimana.


Departemen Pendidikan ini memiliki sebuah motto gokil soalnya gw yang bikin yaitu :
"KITA BUKTIKAN BAHWA DEPARTEMEN PENDIDIKAN ADALAH DEPARTEMEN YANG TERDIDIK"

*kurang ngaco apa coba motto-nya?*

Kita juga punya sebuah yell-yell, yang diciptakan oleh Reka, yang kalo menurut beberapa orang sih memiliki efek negatif kepada para pendengarnya.
-sebaiknya sih tidak usah gw publikasikan-

Departemen Pendidikan juga punya sebuah proker, yaitu 'OBOR' [olahraga borongan]. Walaupun pemilik proker ini adalah Departemen Pendidikan, tapi entah kenapa Departemen Pendidikan ada di peringkat bawah melulu..

Trus, seteleh gw kalkulasi, sekitar 60% anak Departemen Pendidikan adalah orang-orang yang cerewet. Makanya, setiap ada kumpul rutin pasti heboh katanya, beda banget sama TI.


Naah, sekian dulu cerita tentang departemen yang gokil ini, kapan-kapan gw akan berusaha melanjutkan.

Senin, 22 Februari 2010

Unforgetable Sunday :)

Hari Minggu lalu, tanggal 14 Februari 2010 adalah sebuah unforgetable day buat gw. Bukan karena hari valentine, trus banyak cowok yang ngasih hadiah ke gw [ngarep], tapi karena hari itu gw ngisi pos DKM Ar-Rahmah di NUSA XXI.

Just for your information bagi yang belum tau, NUSA adalah singkatan dari Nuansa Alam Smansa, yang diadain di Gunung Mas, yang kepanitiaannya diketuai oleh Kabid 2 dari OSIS masa bakti yang bersangkutan.

Thank alot buat unpredictable people di pos DKM yang berhasil menciptakan unforgetable moment buat gw, mereka adalah :
1.Avicienna Ulhaq Muqoddas
2.Caraka Nur Azmi
3.Fitria Dewi Larassuci
4.Karizma Rindu Inayatullah
5.Muhammad Iqbal Yusrian
6.Nurkholis Bramantyo

Jadi, games di pos DKM toh perang-perangan ala Takeshi Castle. Tiap kelas diambil 7 orang cewek dan 7 orang cowok dan tim-nya tuh pisah antara cewek-cowok [namanya juga pos DKM, harus ada hijab antara cewek-cowok yang bukan mahram]. Satu orang dari tiap tim jadi raja atau ratu, trus di kepalanya dipasangin bando yang udah ada lingkarang dari kertas di atasnya, mereka tuh ga boleh ngapa-ngapain, cuma boleh diem aja. Tiga orang jadi benteng, yang tugasnya melindungi raja/ratunya, mereka cuma boleh bergerak horizontal aja, ga boleh maju-maju, tapi boleh loncat. Trus, tiga orang yang terakhir adalah penyerang, mereka dimodalin air satu kantong plastik tiap orang, trus plastiknya dibolongin, trus airnya disemprotin buat ngebolongin lingkaran kertas yang dipake ama raja, mereka nyerangnya ga boleh maju-maju.

Kalo dihitung-hitung, tiap kelas butuh 6 kantong air, sedangkan kelasnya tuh ada 9, jadi butuh 54. Buat jaga-jaga, jadinya 60 kantong, dan itu gw yang bikin. Ga taunya, pas hari-H, ternyata Monox bawa 20 kantong air.
Buseeeeeeeet!!! Itu air mau diapain sebanyak gitu??

Gokilnya, X-2 nyampe pos DKM ga lama abis X-1, dan X-4 nyampe ga lama abis X-3, jadilah pertarungannya antara X-1 vs X-2 dan X-3 vs X-4 which mean, sisa airnya makin banyak. Untunglah dari X-5 ampe X-9 selisih nyampenya rada lama, jadi bisa sendiri-sendiri.


Jadi, silakan dihitung, air yang tadinya gw kira bakal bersisa 6 bungkus, ternyata dapet tambahan, jadi sisa 26 bungkus, eh ternyata ditambah lagi, jadi sisa 38 bungkus.

Kalian tau gimana nasib 38 bungkus air malang itu??
Air itu kita pake buat siram-siraman
Jadinya, badan kita ber-tujuh tuh pada basah kuyup waktu turun gunung.

Ternyata Ndu lagi iseng, dia usul biar airnya kita pake buar nyiram anak-anak PMR yang kebetulan pos-nya deketan ama pos DKM. Ya udah, kita mah iya iya aja.

Ternyata Bram lebih iseng lagi. Bram nyisain eksklusif satu kantong air lagi buat 'orang yang beruntung' yang bakal dia serang waktu kita turun gunung.

Dan orang yang beruntung itu adalah Amir. Basah kuyup deh Amir disiram dari bahu ampe kaki.

Berhubung anak DKM Smansa itu identik dengan ke-garing-an, jadi di pos DKM tuh kita ga berhenti ketawa. Adaaaaaa aja yang bisa dibuat ketawa.

Mulai dari garing-garingan Batman :
Batman penyakitnya apa? BAT-tuk
Batman kalo tidur pake apa? BAT-cover

Garing-garingan Uceng :
Uceng kalo punya diut berapa? se-CENG
Uceng penyakitnya apa? ken-CENG manis
Uceng kalo nangis berarti apa? CENG-eng
Uceng kalo nangis kenapa? di-CENG-CENG-in

Garing-garingan Ipol :
Ipol kalo tidur sering apa? ngom-POL
Ipol kalo marah ngapain? nam-POL
Ipol hobinya ngapain? ngupil [yang ini emang rada ga nyambung]

Garing-garingan Monox

Garing-garingan gw [Dila]

Garing-garingan Fitria

Garing-garingan Bram

Dan garing-garingan lain yang pake nama anak-anak DKM

Bahkan, nyampe ada pula garing-garingan Didit

Garing-garingan Ekong

Tapi ga ada garing-garingan Ndu, hehehe...




Pokoknya DKM is the best laaahh!!!

Rabu, 23 Desember 2009

I Love DKM Ar-Rahmah

Gw sayaaaaaang banget sama DKM Ar-Rahmah...
Sayang juga sama Departemen Pendidikan, terutama sama sekretaris-nya...


Saat temen-temen seangkatan dari salah satu ekskul yang gw ikutin sering benget membuat gw down dan pesimis, rasa optimis gw selalu di-charge oleh anak-anak DKM.

Saat temen-temen seangkatan dari salah satu ekskul yang gw ikutin seakan menganggap gw sebagai sesuatu yang ga penting banget, di DKM gw merasa saaaaaaaangat dihargai.

Saat temen-temen seangkatan dari salah satu ekskul yang gw ikutin seakan menganggap gw adalah "sesuatu" yang "beda kasta" dengan mereka, gw ga pernah merasakan itu dari anak-anak DKM.

Saat temen-temen seangkatan dari salah satu ekskul yang pernah menjadi prioritas ter-atas gw tidak pernah mendengarkan pendapat gw, di DKM justru gw bebas mengutarakan semua pendapat gw.

Saat gw pernah nangis gara-gara merasa di-dzalimi oleh "sekelompok anak yang nge-rasis", cuma anak-anak DKM [dan Runis] yang bisa ngebuat gw senyum lagi.
*I love you Runiiiiiiis ^_^*


Pokoknya gw bakal selalu berusaha ada untuk DKM, karena DKM selalu ada untuk gw...