Tampilkan postingan dengan label people around me. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label people around me. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 April 2016

#MatahariAkar [Partner in Crime]

Jadi ceritanya selama di Tokyo ini gue telah menemukan seoang partner in crime, namanya Mbak Indri. Nama lengkapnya adalah Indria Wahyu Mulsanti. Dunia memang sangat sempit, Mbak Indri ini adalah adik bungsunya Bu Rini (laboran TIN), yang membuat makin sempit yakni Bu Rini adalah teman kuliah om gue (yang hanya selisih umurnya setahun di bawah Ibu) dahulu.

Bersenang-senang (I use the word 'bersenang-senang' instead of  'menggila') bersama Mbak Indri ini seru. Hal paling serunya adalah kami sama-sama suka makan. Kalau sedang badmood, kami dikasih makan juga bisa langsung jadi 'bener' lagi. Di samping itu, rentang makanan pilihan yang acceptable di lidah kami juga juga lumayan banyak (tapi nato tidak termasuk) sehingga urusan makan jadi lebih simpel. We live in Japan now, so why we should hardly try to find Indonesian food here.

Please remind me, someday I want to make post(s) about "What should you prepare for going abroad". I'm so sorry for my belepotan grammar.

Mbak, if someday you find this post, I swear, aku ga nulis yang aneh-aneh tentang dirimu.
Hehehe

Mbak Indri sering bilang bahwa doi ga bisa masak. Sesungguhnya masakan Mbak Indri enak, tapi doi males masak kalau mood-nya sedang ga sesuai. Mbak Indri juga hanya masak untuk memenuhi kebutuhan perut sendiri dan lebih memilih untuk ga masak untuk orang lain (mungkin juga karena aspek selera tiap orang yang beda dll). Sama persis kayak gue.

Selama Fall Semester kemarin tiap doi uring-uringan maka ga lama setelahnya kami akan berpetualang, haha. Work hard, play harder, coy. Kayaknya di Spring Semester ini kalau gue udah mulai uring-uringan, mungkin ga lama setelahnya kami akan berpetualang juga, hahaha.

Bagi gue yang anak sulung, bertemu Mbak Indri adalah serasa bertemu kakak. Bagi Mbak Indri yang anak bungsu, mungkin bertemu gue jadi serasa bertemu adik.

Ngobrol dengan Mbak Indri juga seru. Doi pernah bilang suka dengan cara gue yang mencoba membaca komposisi makanan tiap kali mau beli sesuatu karena di sini kami menemukan orang-orang yang tiap kali belanja itu hobi banget bertanya mengenai makanan yang ada di keranjang belanjaan kami, "Emang itu bisa dimakan?". Gue tau itu maksud sebenarnya baik, dia memastikan apakah ini bisa dimakan atau enggak, mengandung bahan tertentu yang kira-kira ga boleh atau enggak, but trust me sometimes in many cases that's very annoying. Logika sederhananya adalah kami ga akan dengan sengaja memakan makanan yang kami tau itu ga boleh dimakan. That's it.

Kalau inti obrolan waktu itu bersama Mbak Indri adalah,
"Itulah alasan kenapa Allah nyuruh kita untuk belajar. Biar punya ilmu. Trus dipakai ilmunya."
Belajar baca hiragana/katakana/kanji lalu dipakai ilmunya untuk baca komposisi produknya. Yang versi lebih canggih adalah install Google Translate, trus foto bagian yang mau diketahui artinya, tadaaaaa, muncul terjemahannya.
"Kamu kan di TIN, nah, jadi udah belajar juga kan proses pembuatan ini-itu"
Sehingga dapat meganalisa mana yang sekiranya proses pembuatannya melewati titik kritis kehalalan tertentu atau tidak.

Obrolan tersebut bagi gue sampai saat ini adalah obrolan paling menenangkan untuk urusan makan.

Kami hobi jalan-jalan, mulai dari yang tujuannya adalah memang untuk berjalan ataupun ada tujuan lainnya yang agak sedikit lebih jelas semisal untuk makan atau cuci mata. Salah satu pengalaman pertama kami makan berdua adalah makan sushi di sushi bar dekat Koganei Kouen. Itu adalah kali pertama Mbak Indri makan sushi tanpa ada senpai Indonesia lain yang lebih jago sekaligus kali pertama gue makan sushi. Hasilnya? Kami norak banget di tempat sushi, pakai acara ga tau bagaimana cara mengambil sushi di belt conveyor *aduh maaf ya ini penulisnya adalah anak industri yang kadang sering ga tau istilah 'normal'nya namanya apa* yang memutari restoran.

Perjalanan berdua yang entah kesekian kalinya ini agak sedikit lebih cerdas. Kami makan sushi di sushi bar lain. Kali ini kami makan ketika jam orang makan malam, alhasil antre-nya cukup panjang. Dengan bahasa Jepang yang belepotan, gue tanya ke kasir bagaimana caranya kalau kami mau makan, lalu mbak cantik di kasir itu menunjuk sebuah touchscreen tanpa ngasih tau apa-apa lagi. Mau nyambit ga itu rasanyaaaaaa T_T

Layar itu menggunakan bahasa Jepang lalu kami membaca dengan terbata-bata, haha. Inti besar dari touchscreen itu adalah mengonfirmasi berapa orang yang mau makan dan mau makan di mana apakah di counter atau di meja. Makan di counter serasa di kartun-kartun Jepang banget gitu, sushi akan berjalan menggunakan belt conveyor di depan meja kita dan kita tinggal comot gitu aja. Tapi sejauh ini kami selalu memilih makan di meja karena bisa sambil ngobrol (kalau di meja, belt conveyor-nya ada di samping meja). Ukuran meja makannya juga besar, pernah kami menyaksikan se-geng enam orang makan di meja. Da kami mah makan cuma duaan. Haha..

Hampir di tiap piring terdapat dua sushi, akhirnya tiap pesan suatu menu kami hanya pesan satu aja lalu sushi-nya dimakan berdua. Urusan bayarpun jadi agak sedikit lebih simpel, tinggal dibagi dua. Ini adalah hasil karya kami makan sushi dengan sukses.
Enam belas piring
((ENAM BELAS))

Karena penasaran, di lain kesempatan kami juga sempat berkelana ke Shinjuku untuk mencari ramen halal. Kami pergi di penghujung winter-permulaan spring. Kami berangkat dengan jaket winter dan pulangnya melepas jaket karena kegerahan, haha.
Ramen!! Yuhuuuu~

Pernah juga kami berkelana ke Asakusa dan setelahnya beli meron pan (roti melon). Sesungguhnya meron pan ini bukan roti rasa melon, melainkan hanya bentuknya saja menyerupai setengah melon. Di pinggir kios meron pan itu ada replika kue yang bisa dijadikan properti foto.
Maafkan ekspresi kami yang memang seperti ini

Kisah meron pan juga ga beda jauh dengan kisah ramen Shinjuku. Ujung-ujungnya kami lepas jaket karena dunia sudah mulai panas. Ga lama setelah meron pan, kami masih aja nyari ramen halal juga di sekitar sana.
Ramen (again), tapi beda tempat

Hampir setiap bersenang-senang dengan Mbak Indri, gue mengabari orang rumah. Kalau sudah begini, Ibu akan jadi orang yang paling senang karena yakin anaknya akan makan dengan cukup di hari itu.

Masih ada 6 bulan lagi sebelum gue pulang. Masih banyak juga wilayah yang menunggu untuk kami jelajahi. Semoga sepulangnya gue nanti Mbak Indri dapat menemukan orang lain yang bisa diajak untuk bersenang-senang lagi biar hidup jadi lebih berwarna.
Aamiin :)

Selasa, 17 Februari 2015

Ketua OSIS SMA-nya pada Masanya

Di rumah baru ini gue menemukan banyak orang baru, terutama adik-adik baru (yaiyalah, angkatan 48-nya cuma 34 orang dan rata-rata adalah para pemain lama). Salah satu yang paling banyak meninggalkan kesan sejauh ini adalah yang satu ini, sang ketua OSIS SMA-nya pada masanya.

..
"Kak, ada pelangi!"
*celingukan* "Oiya? Mana?"
"Tuh di kanan"
Ternyata ada suatu toko bernama 'Pelangi' dengan plang yang terpampang cukup besar.
-_____-"
Tak lama,
"Kak, ada pelangi!!"
*mencari apakah ada sesuatu lagi yang bertuliskan 'pelangi'* "Mana?"
"Di matamu"
*terdiam sepersekian detik, lalu tertawa*

..
-_____-"

..
"Kak, gue galau"
"Oiya? Kenapa?"
"Galau, Kak, karena ga ada yang bisa digalauin"

..
-_____-"

..
"Di mana dirawatnya, Kak, emangnya?"
"Di Karya Bhakti"
"Ooooooh.."
*senyum* *angguk-angguk*
"Karya Bhakti bukannya ganti nama, Kak?"
"Iya. Jadi RSUD Kota Bogor"
"Oiya, Kak, dulu gue punya band, namanya Karya Bhakti"
*menyimak dengan antusias*
"Kayaknya nanti gue bakal usul biar ganti nama jadi RSUD Kota Bogor deh"

..
-_____-"

..
*memutar playlist di hape*
"Yaampun playlist lu. Ga nyangka gue.."
"Haha.. Gue sempet diminta tampil pas walimahan, Kak. Trus kan mau latihan, makanya lagu-lagunya gitu"
"Enggak!! Gue ga butuh penjelasan.." *ala-ala sinetron lebay*
"Kak, ini hanya salah paham. Ini tidak seperti yang Kakak fikirkan. Gue bisa menjelaskan semua ini" *dengan tidak kalah lebaynya*

..
-_____-"
Yaampun, kealayan gue ditanggepin.


Untuk dua proker kepanitiaan kementerian yang sudah running,
Untuk MPKMB yang berubah jadi MPB,
Untuk keriuhan semester 6-nya,
Meski gue ga pernah berharap lu menemukan blog gue,
Tapi,
Semangat yooow~

Kalau mengutip bahasa anak Smansa mah,
Semoga takkan redup berpijar :)

Rabu, 11 Februari 2015

Jejak Sepatu

Suatu hari, 10.30 PM
Chat WhatsApp
..
"Belum tidur, Dil?"
"Belum. Kenapa gitu?"
"Tumben. Biasanya jam segini udah tidur"
"Haha.. Masih inget aja lu"
..

Tim Syinting
Tim Syengklek
Tim Syakalaka
Tim Syetres
Tim Syakitjiwa
Tim Syuka-syuka

@ Kerinci
@ Saung Kuring Balio
@ POMI Lantai 2
@ Kosan winni
@ Minion
@ SC
@ Diploma
@ Tampomas
@ DC
@ Kosan Koco
@ Lapangan Rektorat
Dan di tempat lainnya

Yang tidak dapat membedakan kanan-kiri lah
Yang rapat sampai malam lah
Yang kajian debat sampai pagi lah
Yang membuat atribut sampai pagi juga lah
Yang membuat gelang tali sepatu lah
Yang ngurusin perizinan lah
Yang ngata-ngatain KPR lah
Yang beli layangan lah
Yang bikin es teh manis lah
Yang susah dibangunin tidur lah
Yang malah jadian lah
Yang menaruh mukena di Kerinci untuk shalat lah
Yang menggelinjang lah
Yang battle main Let's Get Rich lah
Yang nyanyi 'All of Me' di voice note lah
Yang sakit seusai mendengar 'All of Me' di voice note lah
Yang memasang spanduk di seantero IPB lah
Yang mencopot spanduk di seantero IPB lah karena sudah masa tenang
Yang jago desain lah
Yang memerangkap logo KPR di pojokan desain poster lah
Dan yang yang lainnya

Jejak Sepatu yang kebetulan bisa datang, Gymnasium IPB, 28 Oktober 2014, +/- 500 mdpl

Koordinator TS Jejak Sepatu, 2829 mdpl

Jejak Sepatu, 0 mdpl


Semester ini belum ketemuan ih,
Ketemuan yuk?
:')

Senin, 17 November 2014

Para Jagoan

Mengutip quote kampanye dari tim sebelah, yang intinya,
Sejauh apapun melangkah, sebanyak apapun jejak yang diciptakan, pada akhirnya yang dibutuhkan adalah pulang ke rumah yang nyaman.

Inilah para jagoan gue tahun ini yang sudah membuat jejak di antero kampus :)

Gue yang setinggi ini tetap menjadi yang paling pendek jika bersama mereka #SalahFokusBanget


Yang berhasil membuat Fateta juara 3 di OMI;
Yang berhasil membuat Fateta juara 1 IAC;
Yang surplus departemennya mencapai hampir 10 juta dan menjadi sumber dana utama BEM Fateta;
Yang berhasil untuk pertama kalinya membuat acara persiapan pascakampus di Fateta;
Yang berhasil menerbitkan majalah dengan produksi massal, 600 eksemplar;
Yang berhasil merapikan administrasi publikasi BEM Fateta setelah tahun lalu dapat dikatagorikan sebagai berantakan;
Yang selama ini membuat publikasi-publikasi keren untuk BEM Fateta;
Yang *bisa-bisanya* terfikir untuk mendanus piring lukis *dan piringnya kece paten*;
Yang berhasil menjadi fasilitator penggelontoran dana luar biasa banyak  untuk membantu SPP mahasiswa Fateta yang membutuhkan;
Dan yang-berhasil-yang-berhasil lainnya
:)

Sehingga jangan disalahkan jika kami menjadi BEM Fakultas Terbaik se-IPB.
#MasihAjaSombong

Da gue mah apa atuh, hanya mengurus sekret BEM terluas se-IPB #MasihJugaSombong, tak lupa diiringi harapan kecil agar dapat selalu dijadikan sebagai tempat pulang yang menyenangkan setelah jauh melangkah.
:)

Kabir Kontrol Internal, Kadep Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa, Kadep Apresiasi Seni, Kadep Olah Raga, gue, Kadep Bisnis dan Kewirausahaan, Kabir Multimedia, Kabir Public Relation , *ini bocah bukan Kadep*

Hidup Mahasiswa!!

Sabtu, 07 Juni 2014

Super Crew, The Choosen One

Alkisah, di awal semester 6 ada pemberitahuan dari dosen ketika berlangsung mata kuliah Teknologi Minyak Atsiri, Rempah, dan Fitofarmaka bahwa,
"Nanti kalian membentuk tim untuk melakukan kunjungan. Perwakilan tiap golongan praktikum aja. Kalau ga ada kunjungan, nanti kalian UP (ujian praktikum)."
Ya mana ada yang mau lah disuruh UP, haha..
Maka dari itu penentuan The Choosen One di P1 ini cukup ribet karena menyangkut masalah umat bro, ujian praktikum.
*Tiba-tiba jadi pengen bikin tulisan tentang P1 deh, dari NIM awal sampai NIM akhir*

Tersebutlah salah seorang teman gue di P1 bernama Camelia Hilma. Setelah diberi gelar sebagai 'Ibu Danus' (karena kerjanya ngedanus mulu) ternyata dia memiliki kemampuan terpendam untuk menjadi humas dan hal tersebut baru diketahui ketika Fieldtrip. Sempat ada yang mengajukan nama Camel untuk jadi perwakilan P1 demi mengurus kunjungan ini. Akan tetapi yang bersangkutan masih rada trauma dengan pengalaman menjadi humas di Fieldtrip. Akhirnya ga jadi.

Ada juga yang mengajukan nama Yudhis. Akan tetapi ada orang lain yang berkata,
"Kasian Yudhis, kemaren abis ngurusin Fieldtrip. Masa ini ngurusin kunjungan lagi?"
Akhirnya Yudhis juga ga jadi.

Ada lagi seorang yang nyeletuk menyebut nama gue. Kampr*tnya adalah semua orang setuju -____-"
Apa bedanya coba gue sama Yudhis? Kan kan gue juga ngurus Fieldtrip padahal..

Kalau kata seseorang di P1 waktu itu mah,
"Kalo urusan ngoordinir yang gini-gini, we are nothing without you, Dil.."
Terharu sih.
Tapi tetep aja kesel.

Akhirnya gue jadi The Choosen One dari P1 untuk ngurusin kunjungan ini dan bertemu dengan The Choosen One dari P lainnya. Selama 7 minggu pertama kuliah (di sesi UTS) ga ada hawa-hawa sama sekali dari dosen ataupun laboran praktikum tentang kunjungan. Setelah UTS? Baru deh kami diteror sana-sini dan keseruan ini dimulai.

Beruntung bisa mengenal kalian lebih dekat dalam 7 minggu ini. Sangat banyak hal yang bisa gue pelajari dari kalian.
Kalian luar biasa *ala Ariel Noah*
Super crew; The Choosen One P3-P4-P2-P1

The Choosen One P3
Sendy Twin Sitoresmi
Ngerjain sesuatu bareng Sendy udah bukan hal baru bagi gue. Dulu pernah bareng di RAF pas semester 4, gue jadi sekretaris dan dia jadi bendahara. Red's Cup di semester 5 juga bareng, lagi-lagi gue sekretaris dan dia bendahara. Bahkan di kepanitian kunjungan ini, tanpa ada pernyataan yang menegaskan tentang jobdesk, dia mengerjakan hal kebendaharaan dan gue mengerjakan kesekretariatan. Udah sepikiran banget lah yaaaa :3

F34110096. Ulang tahunnya 25 Desember. Punya kembaran (ya iyalah, itu di namanya aja ada 'Twin'-nya) namanya Seno dan kembarannya mirip Luky. Kosannya di Perwira, Pemerena. Pacarnya ketua angkatan ITP 48 yang juga kembar. Kalau dia langgeng sama pacarnya yang kembar itu, mungkin anaknya juga bisa jadi kembar *ga penting sih kalimat yang terakhir ini*.

Sendy akan selalu semangat tiap diajak ngitung rancangan anggaran biaya. Dia sering nanyain ke gue gimana hasil minta dana ke Departemen, tapi suka ga berani kalo diajak ke Departemen, hehe.

Ngerjain sesuatu bareng Sendy selalu menyenangkan. Dia semangat terus, nyaris ga pernah ngeluh, dan selalu ngerjain sesuatu dengan total. Ketika dia sedang ga bisa, dia akan bilang ga bisa, tapi dia akan memberikan alternatif hal lain yang bisa dia bantu kerjakan. Sama ketika dia ga suka dengan suatu ide, dia akan bilang bahwa dia ga suka dan memberikan alternatif (karena kadang gue suka sebel sama yang cuma ngritik tanpa ngasih solusi *maap curcol*).

Sesama bis 2 ketika Fieldtrip semester 5 lalu. Sesama personil SP Satop di tahun lalu. Dan dia bersama-sama Shinta meracuni gue dengan lagu 'Sepatu' dari Tulus.


The Choosen One P4
Reno Panji Samboja Pramono
F34110109. Ulang tahun tiap 12 Februari. Ga punya Facebook. Ga nge-kost, rumahnya di Pomad, 19 km dari kampus. Dulunya sekolah SMA 3 Bogor. Ayahnya tentara di bagian medis. Seumur-umur belom pernah dirawat di rumah sakit dan berharap agar ga perlu dirawat di rumah sakit. Yamaha V-ixion merah F 5768 PV.

Jago banget main voli. Mayor TIN, minornya main futsal. Kalo udah ber-futsal ria, bisa pulang ke rumah jam setengah 12 malem. Tiap hari bawa tas gede yang bisa menampung laptop tapi nyaris ga pernah bawa laptop. Tiap hari bawa sandal, dan ketika gue tanya, jawabannya adalah,
"Ya elah, Dil. Kayak bukan orang Bogor aja. Sepatu gue yang enak dipake kuliah cuma sebiji soalnya, sisanya pantofel dan sepatu futsal."

Secara tidak langsung, Reno kami nobatkan menjadi ketua panitia kali ini. Reno ini sabaaaaaaaaaaar banget *keren lah pokoknya*, gue sebenernya udah nge-fans sama sabarnya Reno sejak ada kisruh final voli Red's Cup 2013 lalu.

Di Super Crew ini, di tengah kerempongan dan keteledoran gue yang tau lah ya kayak apa, Reno bisa-bisanya dengan sabar bilang, "Udah, Dil. Ga apa-apa kok..". Padahal gue tau banget itu sebenernya 'apa-apa'.

Ya Allah, semoga orang-orang sabar kayak Reno makin banyak ya di dunia..

Di samping sabar yang luar biasa, Reno juga rapi banget. Gue aja rasanya ga pernah ngeliat motor V-ixion-nya dekil, beda banget sama motor gue. Mungkin Reno rapi karena didikan ayahnya yang tentara *ini asumsi sotoy gue*. Saking rapi dan terstrukturnya Reno, dia ditunjuk untuk memegang segala jenis berkas-berkas PL oleh teman-teman yang selokasi dengan dia.

Bersama Reno, gue udah dua kali ke Galenium untuk ngurusin kunjungan (meskipun akhirnya gagal kunjungan ke Galenium), dan kami selalu gagal paham sama kelakuan satpamnya, haha. Bersama Reno juga pernah muter-muter Pomad setelah dari Galenium buat nyari tukang mie ayam karena kami sama-sama sedang pengen makan mie ayam.

Bersama Reno, udah ga terhitung jumlah gue ke Departemen untuk nanyain berapa dana yang cair, sampai-sampai Mbak Lina dan Pak Usma hapal dengan muka kami. Naik-turun ke Khayangan (nama ruang dosen TIN) untuk ketemu dosen dan minta tanda tangan. Ke Bara beli bingkai. Ke Balittro untuk survei dan nanya-nanya. Menelepon perusahaan dan hal lainnya.

Ada cerita kocak mengenai menelepon perusahaan. Di perusahaan besar umumnya ada saluran ekstensi untuk menghubungkan ke direktori tertentu. Berhubung hape Reno touchscreen, keypad-nya ga muncul ketika sedang menelepon atau menerima telepon sehingga ga bisa memencet nomor ekstensi. Gue dan Reno pernah membuang waktu hampir semenit untuk mencari-cari gimana cara memunculkan keypad di hape Reno ketika menelepon dan ternyata memang tidak bisa sepertinya, haha. Jadilah untuk urusan menelepon kantor dengan nomor ekstensi, Super Crew ini sudah kapok menggunakan hape Reno.


The Choosen One P2
Alfiyan Hudan Fauzi
Nah ini yang ga kalah super.

F34110037. Ulang tahun tanggal 22 Juni. Lahir tahun 1992. Asal Ponorogo. Owner Landbow Cloth. Di Super Crew ini Alfiyan full urusannya dengan bis IPB, bolak-balik ke gedung yang bentuknya kayak bacang (baca : Rektorat), nego, diping-pong ke mana-mana, and finally berhasil dapet bis IPB untuk kunjungan kali ini.
*horeeeeeeeeee*

Kalau mau dikatakan mandiri secara finansial, Alfiyan udah bisa banget dibilang mandiri. Usaha konveksinya udah kece banget, udah ke mana-mana *ga ke mana-mana sih, di situ aja sesungguhnya*. Memang sih kaos bukan kebutuhan pokok seperti nasi uduk porsi kuli-pecel ayam-sambel, akan tetapi melihat banyaknya acara LK di IPB yang nyaris semuanya bikin baju panitia, maka usaha konveksi ini bisa dibilang ga ada matinya di IPB dan/atau kampus-kampus lain.
*Tiba-tiba gue jadi inget nasib jaket BEM Fateta*

Dari pengalaman gue berurusan dengan beberapa konveksi di sekitar kampus, menurut gue, Alfiyan oke banget. Kalo dia bisa ya dia akan bilang bisa, kalau ga bisa ya bilang ga bisa, dia bukan tipe yang 'ngebisa-bisain padahal ga bisa'. Hal itu sedikit-banyak memberikan kepastian tentang satu dan lain hal, ya yang ga perlu gambling takut di-PHP-in tentang baju panitia lah, ya yang bisa secepatnya move on nyari alternatif lain kalau bikin baju ga kekejar lah, dan lain sebagainya.

Pas Fieldtrip semester lalu, dalam momen keribetan men-transfer uang di ATM, suatu hari Alfiyan pernah ikut karena ada urusan juga dengan ATM. Entah gimana awalnya, pokoknya Bagas bisa-bisanya meng-klik tombol untuk melihat jumlah saldo di ATM Alfiyan. Dan hasilnya adalah lebih dari cukup untuk mampu membuat para mahasiswa semester 5 *waktu Fieldtrip kan masih semester 5* yang sedang bingung dengan dana Fieldtrip menghela nafas.

Lebih dari tujuh digit.
Dan kami cuma bisa bengong-bengong bego doang di ATM. Aksi bengong-bego ini dipecahkan oleh Ria yang berkata dengan polosnya,
"Bisa lah ya, Mas, Landbow Cloth jadi sponsor tunggal Fieldtrip Tinformers.."

Sehubungan dengan hape Reno yang ga ada keypad-nya, suatu hari gue-Sendy-Reno pernah meminjam hape Alfiyan untuk menelepon perusahaan.
"Eh cek pulsa dulu gih.."
"Iya iya bener, biar tau pulsanya kepake berapa, biar gampang digantinya nanti.."
*ngecek pulsa*
"Apa-apaan ini pulsanya ada seratus delapan belas ribuuuuuu!!" *ini Sendy yang teriak, inget banget gue*
"Ya udah lah ya, ini mah bisa kita pake."
"Ga usah takut pulsanya abis di tengah-tengah pas kita nelepon."
Okesip.

Hal besar yang gue pelajari dari Alfiyan adalah pemahamannya mengenai konsekuensi dan konsistensi. Dia sadar dengan teramat sadar bahwa semua hal yang dilakukan akan ada konsekuensinya. Dan dia menghadapi itu. Mendengar ceritanya mengenai kehidupan selalu sanggup membuat gue banyak berpikir setelahnya.

Sehari sebelum berangkat kunjungan, Alfiyan sempat mengajak gue ngobrol panjang lebar mengenai bagaimana teknis pemesanan baju MPKMB ketika gue jadi panitia dan lain sebagainya. Dan feeling gue tepat. Ternyata di malam harinya Alfiyan akan mengikuti open tender untuk baju MPKMB 51 di Astri.

Gue yang pernah tau total nominal pembayaran baju MPKMB 2 tahun lalu hanya bisa tersenyum. Doa gue tentang tender MPKMB 51 ini,
Semangat, Mas, semoga bisa dapet yang ini. Semoga rezekinya berkah.
:)


The Choosen One P1?
Gue.
Hehe.
*skip*

Akhir kata,
Semoga kalian bertiga tetap kece ya di manapun kalian berada :)
Semoga ga kapok berurusan dengan gue :)

Senin, 03 Februari 2014

You've Changed :'

Semoga Allah menjaga lu di sana ^^
Sesungguhnya itu adalah ucapan yang paling paling banget hari ini
:'

Lu berubah, sejak terakhir kali sering ketemu di Kotak Sabun dulu. Menjadi lebih dewasa. Jauh lebih dewasa.


Minggu lalu, ketika fieldtrip dan mendapati langit malam luar biasa cerah di Jawa Tengah-Jawa Timur-Bali, gue bisa menemukan lu, Regulus..

Makasih yaa
Semoga takkan redup berpijar :'
Semoga menjadi agen muslim yang baik :)
Gue dan Agung, perpisahan Perisai Ksatria
Braja Mustika, 19 Mei 2011
Lu di mana Dil? Itu lho, kebaya putih di kirinya Agung, itu gue. Itu H-1 sebelum gue pake kerudung, makanya diilangin mukanya.
:p

Rabu, 15 Januari 2014

Kalian :"

Sejak sekitar sebulan lalu, gue punya nama-nama lain untuk disebut dalam doa-doa gue.
Biro Kesekretariatan BEM Fateta Keluarga Filantropi 2014
Biro ini..
Meski mungkin kerjaan biro ga sekece kerjaan departemen,
Meski mungkin biro ini rada sedikit lebih tidak jelas jika dibandingkan dengan biro lain,
Terima kasih sudah mau ikut membangun mimpi kecil untuk menjadikan sekret sebagai tempat pulang yang menyenangkan
:'


Dan seusai berkumpul dengan kalian, gue nyaris selalu teringat dengan biro sejenis, di LK sejenis, di kepengurusan berbeda,
Biro Secret BEM TPB Angkatan 48 Kabinet Madani
Kalian apa kabar?
Rasanya setahun ini gue akan sangat sering kangen kalian :)

Tentang agenda rutin merayakan ulang tahun (sampai pada naik angkot ujan-ujanan ke rumah gue), sejauh ini sepertinya hanya akan berlangsung dengan efektif di Biro Secret karena Biro Kestari yang sekarang ini pada ulang tahun di tanggal-tanggal yang tak terjangkau.
:p


Meskipun beda jenis, masih ada satu keluarga kecil lagi :)
Departemen Komunikasi, Informasi, dan Jurnalistik BEM Fateta Kabinet Benang Merah 2013
Tentang membuat visualisasi nilai-nilai dan visi-misi di awal kepengurusan hingga memakan waktu berhari-hari dan selalu penuh tawa.

Tentang danus es krim jelly, dan bikin jelly-nya di Kopajo (saat itu namanya belum Kopajo). Stik es krim warna-warni. Jelly yang kurang manis, tapi lebih seringnya terlalu manis. Jelly pelangi yang terlalu bersemangat menuang lapisan baru padahal lapisan bawahnya belum mengeras. Panci Kak Maya yang sampai saat ini masih di Kopajo.
"Eh masa ya di kontrakan gue ada panci coba. Ga tau deh siapa yang bawa. Padahal gue inget banget dulu itu di kontrakan gue ga ada panci sama sekali sampe-sampe kompor itu ga jelas gunanya apa. Sumpah itu panci penyelamat kontrakan gue banget. Segalanya bisa dilakukan pake panci itu."
"Bagaaaaas, itu panci gueeeeeeeeeee. Kan ditaro di Kopajo untuk kita bikin jelly."
*langsung diem*

Tentang mencoba merayakan ulang tahun tapi fail melulu
--"

Serta tentang jargon dengan tidak tahu malu di tiap akhir kumpul dan RG BEM, mungkin hanya keluarga kecil tapi ble'e banget ini yang mampu melakukannya.

Sayang kalian semua,
Karena Allah
:)

Sabtu, 28 Desember 2013

Khairunnisa :)

Dari dulu gue selalu suka sama yang namanya blogwalking civitas akademika Sekolah Kehidupan. Bisa nyasar ke mana-mana, mulai dari blogspot, ke wordpress, ke tumblr, bisa jadi sampai ke multiply (pas masih jaman).

Ketika menemukan blog kakak kelas yang udah terpaut jauh angkatannya, meskipun gue ga kenal beliau, gue selalu merasa beliau sebagai kakak gue. Sebaliknya, ketika gue menemukan blog adik kelas, yang bisa jadi cukup jauh angkatannya, meski gue belom pernah ketemu, gue tetap selalu merasa dia sebagai adik gue. Mungkin karena kita berasal dari rumah yang sama :)

Apa lagi kalau gue kenal sama orang yang sedang gue kunjungi situsnya, semisal temen seangkatan. Itu gue bisa  senyum-senyum sendiri doang nostalgia sekaligus menerima fakta dan mengetahui temen seangkatan gue udah pada kece badai cetar paten membahana di tempatnya masing-masing. Bahasa Hymne Smansa-nya mah 'Takkan redup berpijar'.

Dan tetiba, hari ini gue menemukan tumblr milik Runnis di http://runnis.tumblr.com

Ya ampun, kangen banget gue sama Runnis. Fakultas sih bisa sebelahan, tapi tetep aja untuk ketemuan mah jarang banget.

Dilihat dari isi tumblr-nya, Runnis masih sama. Bener-bener sama dengan kali terakhir gue memiliki intensitas bertemu yang sering dengannya di penghujung XI IPA 4. Masih maniak film Disney dan lagu-lagunya. Masih suka benda unyu-unyu. Masih selalu so sweet kalo membahas temen-temen Cosmic. Masih suka Oreo, tapi gue belom nemu foto choki-choki sih di tumblr-nya. Masih suka gajah dan anak gajah. Masih suka dengan warna pastel yang lembut. Masih suka baca buku. Masih suka denger lagu yang bisa memicu penggalauan tingkat dewa. Masih suka anak kecil. Masih suka hujan. Masih sayang Bogor. Masih cinta banget sama Indonesia dengan segala hal yang terjadi di negara ini. Serta masih-masih lainnya..

Dan itu semua mengingatkan gue bahwa nyaris seluruh hal itu dulu gue juga suka. Bedanya gue ga suka Oreo dan choki-choki, serta gue lebih suka jerapah daripada gajah. Jauh di lubuk hati, sekarang juga gue masih suka kok, tapi ada kehidupan-kehidupan yang lebih nyata yang harus gue prioritaskan..

Apa kabar Nis?
Penafsiran sekilas yang gue lakukan hanya dengan melihat tumblr lu itu benar kah? Kan lu yang pernah bilang bahwa gue hampir selalu bisa 'membaca' orang dengan cukup cepat dan tepat.

Gimana kabar kuliah di IE? Lu BEM FEM lagi tahun ini kah? Gimana kabar adek lu? Mama? Papa? Gimana asma lu? Udah baikan kah?

Semoga makin kece badai cetar paten membahana ya nis :)
Semoga doa nenek lu di dalam nama lu (eh bener kan ya itu nama lu dari nenek?) bisa selalu terwujud :)

Kayaknya kalo kita ketemuan di Al-Fath harus foto berdua deh, karena bahkan foto sama lu setelah gue pake kerudung aja ga ada
:p

Sayang Runnis selalu,
Karena Allah
:)

Minggu, 24 November 2013

Chengkumon

Selamat atas lolos GUIM-nya ya hei Ahmad Husein Alkaff *nah tuh, jarang-jarang kan gue memanggil lu dengan nama yang baik dan benar :p

Semoga terus berpijar ya, Ceng :)
Semoga bisa menginspirasi
Semoga ilmunya bermanfaat karena ilmu yang bermanfaat adalah perkara yang masih tak usai meski dihadapkan dengan maut :)

Janga galau ya pas ngajar, itu bisa ngaruh ke masa depan Indonesia soalnya Ceng :p *ini gue serius 

Somehow, kayaknya gue jadi pengen ketemuan dan bercerita panjang lebar sambil makan eskrim lagi deh :D

Foto ini diambil saat Perkakas Batu deh rasanya

Minggu, 20 Oktober 2013

Nabila Nur Afifa

Membaca post salah satu teman kampus tentang lagu Maliq & D'Essentials yang berjudul Pilihanku membuat gue jadi kangen Nabil (bukan Nabiela Rizki Alifa :p)

Hei, Bil, apa kabar? Gimana di Unpad?
Lagu itu adalah lagu yang membersamai ketidakberesan kita 4 tahun lalu. Mulai dari regen, LKBB, jalan-jalan, jalan kaki, regen lagi di tahun berikutnya, sekoteng, hingga pulang NF.

Diawali dari kisah antara Mbak Bisek Sang Kandidat 9 dengan salah seorang dari Akang Kembar menjadikan kita dicekoki lagu itu terus oleh beliau dan kita jadi ikut-ikutan terjangkit virus lagu itu.

Btw, banyak banget yang mau gue ceritain, Bil. Ari baru masuk kandang maung lho beberapa hari lalu. Tapi kalo kata Ari sih itu bukan kandang maung, itu mah kandang meong.

Jadi kisahnya gini, waktu itu kondisinya udah bubar kuliah dan lagi duduk-duduk gaje di kantin bareng anak-anak TIN. Hanif udah pake jaket dan bersiap mau pulang, gue sedang ngurus LPJ suatu kepanitiaan yang kebetulan gue jadi sekretarisnya, sedangkan Ari cuma duduk-duduk ga jelas doang. Lalu Hanif berpamitan mau cabut..
Hanif : Cabut yak semua, gue duluan :D
Ari : Yooo, ati-ati, Nip..
Melihat kegabutan Ari, Hanif pun ga bisa menahan untuk tak bertanya..
Hanif : Lu ngapain, Ri?
Ari : *nyengir geblek* Kata Kak Achor, dia mau ngobrol sama gue..
Kak Achor itu nama ketua Himalogin sekarang, Bil. Haha. Pasti lu udah bisa nebak gimana ekspresi muka gue dan Hanif saat itu.

Ya sudahlah, intinya seperti itu kisah Ari masuk kandang maung lagi setelah 4 tahun. Rasanya banyak yang mau gue ceritain kalo ketemu :)

Lu kapan ke Bogor lagi, Bil?
Bersama lu gue memahami arti dari konsep dilatasi waktu, haha, waktu rasanya selalu terlalu sebentar kalau kita sedang berdua..

Take care ya di Unpad :)
Semangat kuliah, semoga ilmunya berkah :)

Kamis, 20 Juni 2013

23, 24, 25

Terima kasih ya :D
Terima kasih atas banyak hal yang terjadi di antara kita bertiga :)

Terima kasih, kesemrawutan pikiran gue rasanya normal ketika bareng kalian karena pikiran kalian juga sama semrawutnya :p

Terima kasih, ke-random-an cara kerja pikiran gue rasanya normal karena pikiran kalian cara kerjanya samanya random juga :p

Terima kasih atas hal-hal absurd yang kalian lakukan sehingga gue bisa merasa normal :p

Rasa maaf yang sangat besar gue sampaikan kepada Yudhis karena menjadi korban dan target untuk banyak hal tapi dengan inti kasus yang sama. Kasusnya yaaa itu lah yaaa, kan cuma kita bertiga doang yang tau :p

Ga pada bosen-bosennya kan ya kalo ada instruksi dosen,
"Bikin kelompok bertiga-bertiga"
Kita bertiga refleks membuat kontak mata satu sama lain untuk memastikan dari tempat duduk masing-masing. Setelah berhasil menangkap tanda yang dimaksud lalu berteriak,
"Fixed!! NRP 23, 24, 25 barengaaaaaan!!"
Alay emang kita --"

Kocaknya ternyata ada yang pernah curcol ke gue karena kita pernah beberapa kali sekelompok bertiga..
"Gue kalo sekelompok ngurut NRP nih ya, kalo ke atas ada *****, kalo ke bawah ada ***** **"
.Orang paling rajin se-P1 menurut asprak Biopros dan Penkom.
"Teh Dil, kalo gue sekelompok bertiga sama NRP yang ke bawah mah, beuh.."
.Seseorang di P3.
"Dil, lu pernah denger tentang kisah geng 70an di P3 ga? Kita tuh orang-orang yang NRP-nya kepala 7, dan kita beler semua Dil. Entah apa jadinya kalo gue bikin kelompok bertiga dan NRP-nya berurutan"
.P3 asli Kendal.
"Kalo gue mau bikin kelompok ngurut NRP, lu tau sendiri P4 kayak apa orang-orangnya.."
.Personil P4.

Semoga kita bisa terus beler-beleran gini ya sampai nanti udah pada gede, udah pada nikah, pada punya anak, sampai tua, sampai jadi kakek-nenek.

Tetep semangat ya :D
(ca)Asprak Penkom-nya, Kadiv Auditor Hagatri-nya, Kadiv Tim Kreatif Hagatri-nya, Kadiv Sponsorship AF-nya, Kabir Publikasi AF-nya, Wakil Ketua Himal-nya, BP Himal-nya, Ketua Fieldtrip Tinformers-nya, Ketua angatan Tinformers-nya, Bindes KM-nya, pulang-pergi setiap harinya, ngemodusnya #eh, megang BLDK tahun ini-nya..

Pokoknya tetep semangat lah ya di segala kerempongannya.
Semoga rempongnya berkah :)


Fadila, Yudhistira Chandra Bayu, Ari Adinugraha

F34110025, F34110024, F34110023

Minggu, 19 Agustus 2012

Anisa Wulandari

Seiring dengan gema takbir, sekaligus 19 Agustus ke-19 setelah tanggal 19 Agustus 1993..

Selamat ulang tahun ya, Anisa Wulandari :)

Sejujurnya, gue baru tau ada yang namanya Anisa Wulandari di lorong 3B adalah saat Tour Campus dan kita berdua abis-abisan nyengir penuh makna bareng Oii karena melihat seseorang yang sepertinya kandidat kuat calon RT lorong kita. Sakin hebatnya, beliau malahan jadi lurah Rusun.

Ingatkah?
Saat Oii dengan semena-mena memberi lu nama panggilan 'Sawe' karena di lorong kita ada dua orang Anisa. Oii berujar..

"Kan dia nih Anisa Wulandari, Anisa W (baca : Anisa we), Sa-we, Sawe.."

Semenjak itu nama lu di lorong jadi Sawe.

Ingatkah?
Saat kita berjalan berdampingan, di depan kita ada Evi, saat mau upacara 17-an di Lapangan Rektorat tahun lalu.

Ingatkah?
Saat lagi-lagi kita berjalan berdampingan saat berangkat Welcome Party dan saat pulang Farewell Party.

Ingatkah?
Kepasrahan lu dengerin gue cerita panjang-lebar tentang Smansa.

Ingatkah?
Lu ngetawain gue abis-abisan karena roadshow koreo MPKMB 48 dari satu kamar ke kamar lain sepanjang lorong bareng Ita.

Ingatkah?
Mata kuliah-mata kuliah yang kita pelajarin bareng, meskipun kayaknya banyakan yang mental dari pada yang masuk karena kita kebanyakan ketawa. Mulai dari Sosum, PM, Kalkunyuk *itu panggilan sayang dari lu kan ya?* Kalkulus, Ekum, sampai PIP.

Ingatkah?
Yang gue teriak nama *ag*a kenceng banget di kamar 320 sampe lu pundung.

Ingatkah?
Kita yang sering banget ngerusuh di kamar 322. Ngerampok makanan Mami. Gangguin Eka yang kayaknya sering banget ngerjain tugas. Ngeledekin cara ajaib Adhis bangun tidur. Ga ketinggalan, menahan napas degdegan karena kasur yang yaaaaah pasti tau lah maksud gue apa..

Ingatkah?
Gue yang hobi manggil lu sambil lari-lari di lorong..
"Saaaweeeeeee.."
Pasti lu bisa membayangkan intonasi dan cara gue manggilnya gimana. Lalu lu akan membalasnya..
"Apa Diiiiiiiiiiil?"
Dengan intonasi yang ga pernah berubah.

Ingatkah?
Lu yang hobi nyuruh gue tidur setiap jam 10 kalau masih pada asik ngobrol di 322.

Ingatkah?
Kita yang sering beli nasi goreng PGB untuk sarapan, biasanya abis apel pagi, dan memakan itu berdua karena porsinya banyak banget.

Ingatkah?
Kita yang coba-coba beli es pisang ijo di Bara saat Ramadhan taun lalu dan sekarang gue malah jadi hobi beli es pisang ijo di sana.

Ingatkah?
Kemeja kotak-kotak hitam-putih punya lu dan ternyata gue punya baju yang motif bahannya sama persis, model bajunya doang yang beda.

Ingatkah?
Saat kita ketawa-ketawa ga berenti manakala Sardi dikenalin ke Rifa oleh Syifa..
"Kok aku jadi kayak dijodohin gini ya?"
Itu ujar Rifa, lengkap dengan logat Pati-nya.

Masih ingatkah dengan ingatan-ingatan lainnya?
Semoga masih..
:)


Maaf ya, tahun lalu gue ga ikut aksi penggerebekan ke kamar lu karena ada beberapa misscom. Awalnya dibilang bahwa akan ada penggerebekan pada malam harinya, gue kira malam hari bakal jam 11an gitu, bukan jam setengah satu pagi --". Kondisinya adalah penggerebekan terjadi hari Jumat jam setengah satu dini hari. Di mana pada hari Kamisnya gue udah pulang kuliah jam 3 sore, dan hari Jumatnya gue baru ada kuliah jam 3 (baca : gue pulang).


Ya Allah..
Untuk perempuan cantik yang berjalan persis di samping saya saat mobilisasi Upacara 17 Agustus 2011 ke Lapangan Rektorat,
Tolong sayangi dan selamatkan ia dunia-akhirat..

Sayang Sawe selalu, karena Allah :)

Anisa Wulandari - Fadila
Jongkok madesu di Lapangan Rektorat karena pegel upacara

*Kenapa kita harus jongkok? Berasa ga ada pose foto yang bagusan lagi -___-"*
Dila - Sawe
Saat masih di asrama, sebelum mobilisasi upacara

*foto yang jauh lebih waras*

Kamis, 02 Agustus 2012

Tiba-tiba Kangen

Setelah buka bareng BEM TPB Kabinet Madani 48 dan ketemu kalian,
Setelah sms so sweet dari Lusi,
Setelah status galau Vieta di FB,

Jadi kangen..
Kangen ngerapihin lemari arsip di sekret,
Kangen nyapu sekret,
Kangen bercerita-cerita gaje,
Kangen curhat-curhat tentang complicated love story masing-masing,
Kangen makan bareng-bareng,

Kangen mem-bully dengan muka ga mau kenal kalau mas Kabir yang satu itu udah mulai aneh-aneh..
"Heh, itu Kadep siapa deh?"
"Enggaaaaaak, gue ga punya kadep"
Atau..
"Heh, itu Kabir siapa deh?"
"Kabirnya Lusiiii"
"Kabir elu noh"
Pokoknya ga ada yang mau ngaku..

Atau kalau Kabir yang satu itu udah mulai di-bully oleh kadep lain atau siapapun lah (termasuk di-bully Faisal saat rapim MPKMB), para selir ini siap sigap langsung membela..
"Eh, eh, itu Kabir gue"
"Kakek, itu Kabir saya"
Ditambah terkadang dengan muka cari ribut pake nunjuk-nunjuk nyolot ke orang yang nge-bully Pradit.

Kangen sms saling tanya di antara Dila, Lusi, Ucy, dan Vieta saat ada jarkoman rapim..
"Rapim nanti siapa yang mau jadi selirnya Pradit?"

Meskipun output proker kita adalah..
Tugasnya Biro Secret, hei
Membuat sekret indah
Aman, tentram, dan nyaman
Semua betah di sekret :D
*yell-yell Biro Secret yang dinyanyikan dengan nada lagu Balonku

Meskipun proker pribadi Pradit, masang AC di sekret, ga disetujui karena kuota listrik di SC tidak memadai..

Tapi gue tetep sayang kalian, hey Biro Secret BEM TPB Kabinet Madani :)

Masih awal kepengurusan, fotonya masih pada jaim
Pradit rambutnya alay



Ini kenapa ada yang ikut-ikutan nimbrung di fotonya?

Naaah, ini baru Biro Secret doang
Lusi Diani - Lucy Pertiwi - Prahditiya Riskiyanto - Fadila - Vieta Annisa Nurhidayati

Jumat, 01 Juni 2012

Keluarga Baru Lagi :)

Dua bulan terakhir ini gw punya keluarga baru lagi. Yaitu 18 orang (udah termasuk gw) personil Tim Aerobik Olimpiade Mahasiswa IPB kontingen TPB..
Kyaaaaaaaaaaa
Kyaaaaaaaaaaa
*maaf tadi pagi salah obat

Terlalu banyak deh susah senang yang udah kita lewatin bareng-bareng, tapi sebenernya lebih banyak susah dan rempongnya sih. Mulai dari diusir satpam astri tiap latihan di Lobi Rusun, tapi besoknya kita tetep aja latihan di Lobi Rusun, jadinya ya sering banget diusir. Ditegur SR Rusun ketika lagi-lagi kita latihan di Lobi Rusun karena dianggap terlalu berisik. Yang cowok-cowok diusir satpam astri karena udah jamal. Dicekal demush yang sedang syuro, lagi-lagi di Lobi Rusun, karena ada gerakan yang dianggap terlalu hot.

Ini yang paling ga waras. Karena udah capek diusir satpam astri dan ditegur SR Rusun, suatu malam kita bingung mau latihan di mana, ujan pula. Akhirnya kita ngabring ke Kortan dan menciptakan kerusuhan di sana. Kumpul THP 48 sampai bubar dan pindah ke tempat lain karena tidak sanggup menghadapi kerusuhan yang kita ciptakan. Sepanjang Kortan banyak lingkaran-lingkaran rapat dan kesemuanya sepertinya terganggu dengan kerusuhan aerobik ini.

Temen-temen gw di tim aerobik ini adalah tipe-tipe orang yang gw jarang banget banget punya temen dengan tipe kayak gitu. Yang gaul-gaul, rusuh, ga tau malu. Yang ngomong b*tch aja tanpa sensor. Yaaa yang seperti itu lah..
Syari : Salvaaaaaaaa, lu kurang nge-b*tch goyangnya waktu lagu 'Oh My Darling'!!
..
Fikra : Eeeeh, jangan lupa yaaaaa, twist pas 'Oh My Darling' pantatnya ke kanan duluuuu..
Really uncensored

Awalnya gw shock saat Syari memanggil salva dengan sebutan Salb*tch. Awalnya gw shock bisa punya temen-temen dengan tipe kayak gini. Tapi setelah dijalani, mereka seru kok, seru banget malah. Bahkan, Fiefah pernah dengan muka ga abis pikir saat baru awal-awal latihan, berkata..
Fiefah : Dil, kok mereka emang b*tch banget sih?

Dengan jargon..
TPB HOT!!
Yaaa silakan dibayangkan serusuh apa..

Saat pelepasan atlet di Node TPB, Snaq meneriakkan Jargon "TPB!!". Atlet-atlet lain yang waras sih teriak "BISA!!", nah kita dengan muka menel malah teriak "HOT!!"

18 orang angkatan 48 yang rada tidak waras..
Ada Syari dan Salva, yang b*tch-nya minta ampun.
Ada Benly Kurniawan. Anak FKH yang otaknya udah pernah ngegeser dikit kayaknya, dia bikin gerakan lawak yang sayangnya ga jadi dipake karena kita ga pernah berenti ketawa setiap di gerakan itu. Pernah teler pas latihan karena abis menghirup formalin saat praktikum Anatomi Veteriner.
Ada Caesar Pratama. Biasa dipanggil Cesar. Eksyar 48 yang sebenernya sih dia Faperta 47. C1 lorong 4, temen selorong Ari.
Ada Ilham Saputra, Soskemas BEM KM yang hampir selalu izin jam 7 malem untuk rapat kementrian.
Ada Citra Vetia Sari. Biasa dipanggil Cipet. Anak FKH, sama eror-nya kayak Benly.
Ada juga Faishal Haq Junaidi. Ical sang pria idaman wanita. Jurusan Gizi, NRP 001. Bisa segala-gala, mulai dari main biola, tenis, nyanyi, sampai jadi imam shalat dengan suara paling merdu.
Juga ada Anis, yang kontrakannya cuma 2 langkah dari kontrakan Ical. sering banget menyisipkan kata "Lhaaaaaah" kalau lagi ngomong.
Ada juga Lingga Buana,  temen selorong Monox yang ternyata dia suka merhatiin bahwa Anis sering mengucapkan kata "Lhaaaaaah" kalau lagi ngomong.
Ada gw dan Ipeh, 2 orang paling polos dan paling kalem di tim aerobik ini. 2 orang yang bakal ngitung berapa kali dalam sehari Anis ngomong "Lhaaaaaah", lalu kita bilang ke Lingga dan cekikikan bertiga.
Ada Miya, partner gw saat sikap lilin.
Ada Fikra Sufi Hijrisari. RT A1 lorong 1 yang memperkenalkan diri dengan nama Jeniffer --"
Ada juga Ita, tetangga kamar gw yang semangat banget bikin gerakan inti 1 dan inti 2.
Ada Comma yang kalau udah sampai lagu 'Kopi Dangdut' dan 'Basah-Basah', pasti gerakannya langsung hot dengan sendirinya.
Ada Danti yang asistensi setiap hari Selasa, jadi setiap Selasa itu dia bakal latihan aerobik pake rok panjang.
Ada juga Shella yang abis sakit saat tampil aerobik.
Ada Rizka Pratiwi. Biasa dipanggil Tiwi. Dia sibuk banget selama OMI ini karena dia juga anak BOS BEM TPB dan jadi PJ renang.
Yang terakhir, yang ke-sembilan belas, yang paling waras, PJ kontingen Aerobik TPB OMI 2012, Afiefah Muthahharah :D Kamu cantik-cantik dari hatimuuuuu :)

Dengan lagu-lagu yang sesuatu banget..
Masuk arena, cuma sebentar banget dengan lagu 'Ekspresi' -> masih normal
Pemanasan dengan lagu 'Five Six Seven Eight' -> masih keren
Masih pemanasan, lagu India 'Oh My Darling' -> lagunya mulai alay
Inti 1, lagu 'Kopi Dangdut' -> TPB digoyaaaaaaaaaaang~
Inti 2, remix dangdut koplo 'Karmila' -> dangdut pisaaaaaaaan
Pengantar sebelum pendinginan, 'Basah-Basah' -> senam otak utuk sinkronisasi gerakan ribet antara kaki dan tangan. Latihan lagu ini aja sampai seharian
Masih pengantar sebelum pendinginan, salsa 'Let's Get Loud' -> ada gerakan yang membuat kita dicekal demush di Lobi Rusun
Pendinginan 'My Valentine' -> kembali normal dan tidak alay
Keluar arena, lagu 'Insan Asrama' -> dan dinyanyikan dengan rusuh oleh para supporter TPB

Pada hari di mana kita akan tampil. Saat sedang ber-make up di kontrakan Anis ba'da maghrib, ada seseorang yang sedang membuka facebook dari hapenya..
Cesar : Eh, ini temen gw pasang status, 'semangat untuk tim aerodance *fakultasnya gw lupa*'
Cipet : Waaah, keren banget aerodance, kita apa ya?
Danti : Kita mah aerodut, buuu..
Lingga : Aerodut koplo!!
Gw : --" *tepok jidat*

Meskipun kita ga dapet medali apapun, tapi ini adalah salah satu kenangan selama di TPB yang ga akan gw lupakan.
"Rasanya tuh ya, kayak lu lagi pacaran, sedang sayang-sayangnya, trus lu diputusin. Itu yang gw rasakan setelah 2 bulan bareng lu semua dan sekarang kita bakal jarang banget ketemu karena aerobik-nya udahan. Lu harus tau, tadi siang gw shalat Dzuhur di mushala astri, dan gw kangen banget saat ngeliat lapangan astri tempat kita latihan Aerobik."
.Benly Kurniawan.
Senin, 28 mei 2012, sehari setelah tampil aerobik


Taun depan, saat OMI mungkin gw tergabung di Batalyon Merah, tapi pasti gw inget kalian.
:')

Kontingen Aerobik TPB OMI 2012

TPB HOT!!

Selasa, 10 April 2012

Pristy Sukmasetya

Gadis ini spesial. Bukan semata-mata karena dia adalah wanita dari teman sejurusan sekaligus teman pengautisan gw. Bahkan dia lebih dahulu kenal gw sebelum dia kenal pacarnya yang sekarang.

Awal kenalan dengan dia saat di laskar 12 MPKMB 48. Gw yang sering susah banget untuk inget nama orang bertekad mau membuat asosiasi sendiri secara semena-mena dengan tujuan mulia yaitu biar bisa gampang inget. Hmmm, namanya Pristy. Gimana ya cara biar bisa inget? Aha.. Manda punya usaha air minum isi ulang yang merk-nya Pristin. Yap, si Pristin itu yang jadi sponsor acara waktu Bin*** XXI hampir 3 tahun yang lalu. Sukses lah gw bisa inget banget nama Pristy karena inget air isi ulang.

Dari sekian ribu orang baru yang muncul dalam kehidupan kampus gw, Pristy ini orang pertama yang gw temuin yang punya soul Smansa, padahal dia bukan anak Smansa. Hemmm, kurang tepat redaksinya karena sebenernya dia anak Smansa sih, Smansa Temanggung. Posisi kedua ditempati Delmar, ketiga oleh Afiefah, dan keempat ada Pradit. #Mbak Pris, kapan-kapan kamu harus ngobrol sama mereka bertiga

Awal kenalan, gw ga ada feeling apapun tentang dia. Mungkin nyaris hanya akan menjadi sebatas teman yang kenalan karena ada event - inget - event berakhir - lupa. Tapi berhubung gw udah bikin asosiasi sendiri secara semena-mena, kayaknya bakal susah lupa.

Dan itu terbukti, saat awal-awal ada kumpul ADC (Art Dormitory Club) untuk pembagian kelompok pensi perdana. Dengan sistem pembagian paling klasik, berhitung, gw kebagian jadi kelompok 6 bersama 3 orang teman lainnya. Tiba-tiba ada dua orang berkerudung yang ucluk-uclukan dateng telat dengan muka polos dan cangak karena kita duduknya udah perkelompok. Berhubung kelompok lain personilnya udah 5 orang, makanya salah satu dari mereka masuk ke kelompok gw dan satunya lagi masuk ke kelompok entah berapa.

Saat orang yang masuk ke kelompok gw akhirnya duduk di dalam lingkaran kelompok..
Gw : *muka cangak* Pristy laskar 12 kan ya?
Yup, ternyata gw ga lupa sama dia. Dan gw baru menyadari bahwa dia memanggil gw dengan sebutan Fadil.

Latihan-latihan kelompok 6 ADC yang seminggu 2 kali nyaris biasa aja, tanpa ada kesan apapun. Sampai pada hari di mana diadakannya talkshow dan pengumuman lomba menulis 'Mengapa Saya Memilih IPB' oleh Pak Bayu Krisnamurthi pada suatu hari di bulan September bertempat di GWW.

Gw yang berangkat dari rumah, masuk ke GWW dengan clingak-clinguk nyari tempat kosong. Yup, ketemu tuh sebiji, rada depanan, sebelah kanannya udah ada orangnya. Yaaa, lumayan lah biar nonton talkshow-nya enak.

Duduklah gw tanpa dosa di bangku itu. Lalu ngebuka laptop untuk mengerjakan proyek lomba karya tulis yang boleh lintas universitas barengan Uceng. Tiba-tiba orang di sebelah kanan gw menyapa..
Orang sebelah kanan gw : Fadil?
Saat itu, baru ada seorang saja yang memanggil gw dengan sebutan Fadil
Gw : Pristy?
Yap, gw bertemu lagi dengan dia. Dan kita mulai ngobrol yang rada sedikit lebih bermutu jika dibandingkan dengan obrolan saat di laskar 12 atau saat di kelompok 6 ADC.

Acara di GWW berakhir sebelum dzuhur dan setelahnya gw ada janji sama Uceng di Smansa untuk ngomongin lomba karya tulis itu. Tetapi abis ashar ternyata ada kumpul ADC untuk gladi resik pensi perdana di lapangan bola Astri. Jadilah gw balik lagi ke kampus setelah ashar.

Saat kumpul di lapangan astri ternyata duduknya berkelompok, lagi-lagi bersama Pristy. Lagi-lagi ngobrol asik berdua. Dengan daya analisa dan daya fudul yang tinggi, mulailah gw bertanya tanpa basa-basi ke dia..
Gw : Pris, dulu kamu di SMA ikut organisasi ya?
Pristy : *sempet cangak karena gw todong dengan pertanyaan seperti itu* Iya
Gw : Organisasi besar ya? OSIS? MPK? Paskib? Pramuka? PMR?
Pristy : *masih diawali dengan kecangakan yang sama* OSIS
Gw : Petinggi ya di OSIS? Jadi Kabid atau Dewan Harian?
Mungkin pada taraf ini Pristy mengira gw punya ilmu hitam atau bisa baca pikiran, atau entahlah..
Pristy : Iya, aku jadi Dewan Harian
Gw : Ketua berapa? Atau sekretaris?
Pristy : Ketua 1, Fadil. Kok kamu tau? #eh bener kan ya Ketua 1?

Masa-masa awal kuliah adalah masa-masa terlabil gw dalam kasus 'Kangen Smansa'. Labil parah. Lebay kalo kata sebagian orang yang ga pernah merasakan indahnya Smansa. Masa labil-lebay ini adalah masa di mana Ari dan Monox ga mampu meredam karena sama kangennya kayak gw, masa jadwal kuliah gw ga sesuai dengan jadwal Nabil sehingga susah bikin jadwal mentoring sehingga gw rasanya kosong banget, masa di mana gw jarang banget ketemu dengan anak-anak Smansa yang lainnya. Masa gw labil dan rasanya itu apa banget, masa di mana gw ngerasa sendiri banget.

Lalu gw menemukan soul Smansa itu dalam diri Pristy. Cara dia ngomong, bertindak, pemikirannya, terlalu banyak hal yang sangat Smansa. Gw serasa ngobrol sama anak Smansa selama ngobrol sama dia, meskipun pada akhirnya diketahui bahwa dia itu Smansa Temanggung #sakaliiiii. Dan dengan ngobrol itu gw merasa seolah diberi penopang yang bisa meredam kekangenan gw dengan Smansa melalui caranya sendiri.

Hal yang makin membuat gw saat itu seolah merasa tidak bertepuk sebelah tangan #kok rada menggeleuhkan? adalah ternyata dia menemukan piece of life-nya juga dalam diri gw. Jadilah kita ngobrol-ngobrol tentang kesamaan atmosfer yang kita alami saat masa SMA dulu. Dia cerita bahwa dia bleep test berpartner dengan Ari. Gw cerita bahwa Ari itu tidak sesipil penampilannya, dan dia ternyata sudah menemukan hawa ketidaksipilan itu dalam diri Ari.

Sangat berasa seperti ngobrol dengan anak Smansa. Secara ajaib, sore itu gw ga lagi merasa sepenuhnya sendiri.

Dengan gila, malam harinya gw langsung nge-sms Ari, cerita bahwa gw udah menemukan orang dengan soul Smansa. Bercerita bahwa orang itu sekelas dengan Ari..
"Pokoknya, gw yakin lu bakal nyambung deh ngobrol sama dia. Coba aja.."

Pensi perdana ADC keesokan harinya berhasil dengan sukses. Meskipun kelompok gw kata MC sih udah kayak tim marawis karena semuanya pake kerudung. Entah jurinya makan apa, kelompok gw berhasil menjadi Best Performance. Tetapi setelah itu, intensitas gw bertemu Pristy mulai berkurang.

Hingga pada hari kedua SIMUDA, akhir Oktober, di Audit Toyib, gw dan Ndu memasuki Toyib dengan celingukan sambil nyanyi kecil dengan rada lawak, yel-yel MPKMB laskar 11 "Toyib Hadiwijayaaaaa.. Toreng Tooreeeeng..". Akhirnya gw dan Ndu menemukan tempat kosong, lalu gw bercerita tentang Binsus XXIV yang diadakan pada hari sebelumnya di lantai 3 Smansa. Tiba-tiba orang di depan gw menengok ke belakang, dan..
Fadil?
Yup, gw kenal suara itu, gw kenal intonasinya memanggil gw jika kita bertemu pada event-event yang ga disangka. Pristy Sukmasetya. Pada akhirnya, Pristy dan temannya pindah duduknya ke deket gw dan Ndu. Ga lama kemudian, muncul Amell yang ternyata juga hadir.

Karena suatu hal, Ndu dan Amell cabut duluan pada saat SIMUDA hari kedua itu. Temennya Pristy juga cabut. Akhirnya kita ngobrol berdua..
Gw : Mbak, kamu kemaren ga dateng ya?
Pristy : Iya, Fadil..
Gw : Kenapa?
Pristy : Aku jalan-jalan

Masa-masa SIMUDA itu adalah masa di mana di wall FB Pristy dipenuhi oleh Ari, dan di wall Ari dipenuhi dengan Pristy. Gw yang emang fudul masih ga berpikiran apa-apa, sampai Pristy sendiri yang cerita dan nanya-nanya tentang Ari.

Ternyata eh ternyata, pada saat SIMUDA hari pertama itu mereka jalan-jalan. Yak, jadi definisi jalan-jalan Pristy tadi adalah jalan-jalan bareng Ari. Hal tercangak sedunia adalah mereka ternyata hampir banget menjadikan Smansa sebagai objek jalan-jalan. Padahal, kalo sampai mereka masuk Lapangan Dalam Smansa, gw yang ada di Lantai 3 untuk Binsus bisa langsung teriak-teriak rusuh. Itu adalah momen kesekian di mana gw mulai merasa kok dunia gw banyak banget terhubung dengan Pristy?

Seusai SIMUDA, gw numpang shalat di kamar Pristy, dan di sana kita mencoba mencari apa sih sebenernya sampai kita kok bisa banget terhubung dengan banyak hal? Gw sejak lahir di Bogor, dia lahir di Temanggung. Gw A4, dia A1. Gw Q08, dia Q15. Gw anak pertama, sedangkan dia anak terakhir. Intinya, kita ga banyak menemukan kemiripan latar belakang, dan kita makin bingung sendiri berdua.

Momen pertemuan berikutnya terjadi antara gw, Pristy, dan Ari saat pengumuman hasil UTS PM di Pomi. Dan ternyata mereka baru jadian.
-____-"

Momen selanjutnya gw bertemu Pristy, dia cerita bahwa dia udah diajarin beberapa kosa kata Smansa oleh Ari, termasuk makna dan intonasi pengucapannya. Juga diceritakan tentang momen-momen insidental di Smansa.
Pristy : Fadil, aku udah diajarin bahasa Smansa lho sama Masnya.
Gw : Apa aja? 'Fudul'?
Pristy : Iya, aku dikasih tau tentang fudul, trus aku diceritain tentang POSKO. Tentang 'PJ cukup PJ'
Gw : Roti Smansa?
Pristy : Iyaaaaa
Gw : Ilmu komedi?
Pristy : Iya, Fadiiiil, masa kata Masnya ilkom tuh ilmu komedi..
Gw : Hehe, itu samanya sama aku.. Regen?
Pristy : Masnya selalu seneng setiap cerita regen dan OSIS, Dil. Dan cerita regen ini kok kayaknya ga abis-abis ya?
Gw : Aaaaah, Mbaaaak, aku jadi kangen Smansa nih.. Dia ngajarin kamu tentang 'sakali' ga?
Pristy : Naaah, itu dia, Fadil. Masnya tuh cuma ga mau cerita tentang 'sakali' ini aja..
Gw : Haha, aku juga ga mau cerita ah. Biar masnya aja yang cerita.

Pernah juga gw lagi duduk-duduk sendiri di depan sekret karena males ke asrama dulu sebelum rapat, dan ketemu Pristy yang sedang ngedarin surat Korpus. Ujung-ujungnya gw curhat tentang seseorang yang dia bahkan ga mungkin tau orangnya yang mana, dan malah berakhir kegirangan karena suatu hal yang terkait dengan tangga. #cukup saya, dia, dan Allah yang tau kedodolan tentang cerita tangga ini

Hingga suatu saat tiba-tiba gw menemukan dia di lorong gw. Ternyata dia baru mau ikut mentoring dan sekelompok sama temen selorong gw. Dia cerita bahwa dia ngerampok gelang 'Aku Cinta Smansa' punya Ari, dan akhirnya kita malah foto-foto.



Aku Cinta Smansa
Gelang gw yang di sebelah kanan, udah buluk

Terakhir, gw mengajak dia nonton bintang pada Star Party I HAAJ, yang terbuka untuk umum dan diadakan di Lapangan Belakang Gymasium. Sayangnya dia sedang ga enak badan. Dia nya sih nekat, tapi Ari ngelarang. Akhirnya ga jadi, gw ikut Star Party sendiri. Tapi kita bertekad pokoknya taun depan nonton bintaaaaang :)


Seiring berjalannya waktu, makin ke sini, ternyata semakin banyak orang-orang di lingkungan gw yang ternyata kenal Pristy.
Ari Adinugraha
Flora Katarina
Aktatama Silviana Dewi
Rifa Amalina Nugraheni
Verawati Nur Oktavia Rahayu
Anna Octaviani Candra
Imaniar Pratiwi
Prahditya Riskiyanto
Naila Azizah
Anisa Rahmah Sitompul
Amah Mila
dan akan terus bertambah seiring waktu yang akan kita tapaki di kampus ini :)

Termasuk Ronggeng Dukuh Paruk. Bahkan selera buku juga sama..

Sabtu, 31 Maret 2012

A4 318

Gedung A4 kamar 318. Itulah kamar kedua gw selama sekitar 9 bulan terakhir ini. Dari 7 hari dalam seminggu, gw bisa 3 sampai 5 malam tidur di kamar ini. Bahkan pas lagi jaman-jamannya 'Be New Family' di awal-awal masa asrama, gw full 2 minggu tidur di 318, yaaaa meskipun siang-siangnya sih pulang ke rumah.

Kamar 318 ini dihuni oleh 4 orang yang akan gw ceritakan secara singkat dengan urutan sesuai NRP..

Nurul Fadilah
A24110035
P18

Biasa dipanggil Nuy atau Nurul oleh anak-anak lorong. Nurul adalah yang pertama kali muncul di 318 saat tanggal 26 Juni, padahal regis asrama aja sebenernya tanggal 27, tapi anak luar Jabodetabek kan boleh masuk asrama duluan. Asal Probolinggo. Jurusan AGH tapi sering ngaku-ngaku anak Tekpang, teknik kepang. Ga jarang ujug-ujug jargon "AGH!! Feed the world!"

Nurul ini bisa dibilang sebagai maskot lorong sampai-sampai di lorong pernah ada NFC yang merupakan singkatan dari Nurul fans Club. Awal banget gw liat, gw kira kalem, eh taunyaaaaaaaaaaa. Ohmaigad. Nurul ini ga menggunakan jasa bicu tapi kadang suka males nyuci, jadinya sekali nyuci bisa sampai 2 ember. Dia juga terlibat dalam sebuah complicated love story dengan seorang teman seangkatan SMA-nya yang masuk jurusan Biologi, yang kalau kata gw dan Marsha sih namanya kayak nama masjid.


Fadila
F34110025
Q08

Muncul di 318 pada tanggal 27 Juni 2011. Berhubung yang bersangkutan ternyata sedang ulang tahun yang ke-18, jadi dia bawa-bawa kue ulang tahun. Udah ditawar-tawarin ke orang-orang selorong, tapi ga ada yang mau ngambil karena masih jaim. Belakangan ini Nurul berkata "Dil, kue ulang tahun kamu waktu itu sebenernya enak lho, tapi aku masih jaim ngambilnya".
-_______-"

First impression rata-rata berkata bahwa dia kalem, tapi yaaaaa mereka tak tahu bahwa mereka tertipu, hehe. Kata-anak-anak lorong sih, selama semester 2 ini mayor dia BEM, minor dia TPB, dan SC dia pulang. Padahal waktu masih semester 1 mah mayornya Smansa dan pulang, tapi tetep aja TPB jadi minor.


Ni Kadek Tri Semarandani
G74110048
Q09

Orang kedua yang dateng di 318 pada tanggal 26 Juni. Asal Sampit tapi asli Bali. Waktu awal-awal asrama, kakinya abis patah karena naik motor. Silakan bayangin aja dia Tur Kampus seluas 267 hektar ini dengan kaki kiri pincang. Salutnya, dia ga mau disuruh pulang duluan, dia tetep ikutan Tur Kampus meskipun ujung-ujungnya saat malem-malemnya di asrama dia ngolesin salep banyak banget ke kakinya.

Kadek ini anak Fisika, dan semester 2 ini dia dapet makul Kalkulus 2. Saking stres-nya, beberapa malam yang lalu dia pernah berkata, "Masa aku pelajarin integral tak wajar. Namanya aja udah integral tak wajar, untuk apa masih dipelajarin?". Oke, dia memang rada sarap. Lebih tepatnya, kita sekamar memang sarap.


Marsha Marlupi Maharani
H14110101
R07

Anak IE. Biasa dipanggil Marsha. Kalo gw lagi eror kadang suka manggil Mars, dan biasanya disambung oleh Nuy, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus. Marsha satu-satunya anak non-undangan di kamar. Regis asrama SNMPTN Tulis itu tanggal 27 Juli. Pada tanggan tersebut yang datang ke asrama adalah ibu dan adiknya yang menceritakan bahwa dia masih nangis di rumah karena ga mau asrama. Akhirnya dia dateng juga ke asrama pada keesokan harinya dan nangis mulu selama seminggu pertama sampai kita juga bingung harus gimana.

Marsha ini asal Depok, dari SMA Cakra Buana. Gw kira awalnya dia adalah anak yang manja kalem-kalem polos. Ternyata itu semua fiktif belaka. Dia ga ada kalem-kalemnya sama sekali, dan dia jauh banget dari kata polos. Marsha punya pacar anak Sipil UI, namanya Fadel. Salah satu hobi terabsurd Marsha beberapa hari ke belakang ini adalah meneriakkan jargon SIL meskipun dia bukan anak SIL, "SIL!! Wow!! SIL SIL!! Wow wow!!" dengan ekspresi muka yang lawak parah.


Beberapa minggu yang lalu lorong gw memesan sweater lorong, dan awal minggu ini udah jadi sweater-nya. Desain sweaternya kalo kata Monox mah unyu kayak baju anak TK, warna kuning soft dan ada gambar lebah segede piring dengan pipi merona merah di bagian kanan bawah. Kenapa harus di kanan bawah? Biar kalo ada yang pake kerudung lebar, lebahnya tetep keliatan.

Dengan sarapnya, sekamar gw langsung foto-foto yang bikin ngiri beberapa orang yang lewat, hehe. Ini ada beberapa fotonya, sudah mendapat izin publikasi dari personil 318 yang lain..


Marsha - Kadek - Nurul - Gw


Marsha - Nurul - Kadek - Gw

Sabtu, 03 Maret 2012

(Secret (Secret))

Sekitar 4 bulan terakhir, ada folder baru di laptop gw yang namanya 'BEM TPB 48' dan sudah 3 bulan terakhir ini ada sebuah folder di dalam 'BEM TPB 48' yang bernama sama dengan judul post ini. Saat ada yang nanya dengan fudul tentang maksud dari folder itu, sering kali gw cuma bilang..

"Itu TOP secret, ada secret di dalam secret"

Padahal sebenarnya itu adalah salah satu cara lain bagi gw untuk mengingatkan bahwa gw punya tanggung jawab di BEM. Posisi gw adalah sekretaris biro Sekret, sekret di dalam sekret, (Secret (Secret)). Ngerti?

Keluarga terbaru gw, Biro Secret BEM TPB 48 Kabinet Madani. Personilnya dikit banget, cuma 7. Bakal langsung ketahuan kalo ada yang ga dateng ngumpul.

Kepala Biro : Prahditiya Riskiyanto (GFM 48)

Hanya dia, kami, dan Allah yang tau apa yang sedang dia kerjain


Sekretaris Biro : Fadila (TIN 48)

(Secret (Secret))


Bendahara Biro : Lusi Diani (ARL 48)

Staff :
Lucy Pertiwi (GFM 48)


Teman sekelas besar, dia kelas Q07

Vieta Annisa (Gizi 48)
Sandi R (ITP 48)
Nurjaya (KSHE 48)

Meskipun saat di masa keribetan mengurusi balada RKAT dan sahabt-sahabatnya gw ga pernah dateng karena sakit. Meskipun saat upgrading part-1 Sandi ga dateng. Meskipun upgrading part-2 Biro Secret dibantai A' Bani karena gw, Pradit, dan Jaya ga dateng. Bukan berarti kita ga pernah kumpul lengkap.

Kita udah berkali-kali kok kumpul lengkap. Sayang seribu sayang, ga pernah ada yang inget untuk foto-foto pas kita kumpul lengkap.

Ini ada foto saat kita ngedit proposal pencairan dana.

"Waaah, Pradit, itu 4 udah batas maksimal yaaa.. Jangan nambah lagi.."
.Faisal Rahman, Kadep PSDM yang bakal ditumbalin untuk jual ginjal kalo dana BEM masih kurang.

Setiap kumpul, bakal ada aja yang curcol dan ngobrol out of topic. Saking banyaknya kisah yang telah saling diceritakan, sampai-sampai kita pasti bakal ngakak kalo ada yang ngomong "Malkist Abon", "selir", "Udin", "Tsunami Pangandaran" dan "Sammy Kerispatih". Semua juga bakal pada melihat ke gw dengan muka prihatin kalo udah ada yang ngomong tentang "Garis keras". sampai-sampai, kita semua bakalan saling senyum picik penuh makna kalo udah ada yang bilang "BEM dan DPM bersahabat".

Gw, Lusi, Vieta, dan Lucy semua berasal dari tanah sunda, sedangkan Pradit pernah mendapat mulok Bahasa Sunda karena tinggal di Bekasi. Maka jangan heran jika setiap kumpul Biro Secret akan ada sesi di mana akan berasa seperti sedang menonton TV lokal berbahasa Sunda.

Seluruh personil berkromosom XX dari Biro Secret ini pada hobi nyanyi. Kalo kumpul, ada aja hape entah siapa yang masang MP3 dan kita malah karaoke. Sampai-sampai tadi kita malah sempat terlintas rencana untuk ikutan vokal grup IAC yang timnya isinya anak Secret, ajaib memang.

Hari ini kita ngumpul untuk bikin organigram BEM. Sayang seribu sayang, baru keinget untuk foto-foto saat sudah tidak lengkap.

Keribetan hari ini adalah saat mau memasang karton dan plastik untuk alas organigram. Rencananya kita mau masangnya kayak yang angkatan sebelumnya gitu, dibentang sepanjang tembok. Otomatis harus dipasang dengan tinggi.

Saat gw mau mencoba memasang sambil naik kursi, ternyata masih kurang tinggi.

Itu malah cuma pada nontonin pas gw ga nyampe

Ternyata eh ternyata, gw masih beberapa cm lebih tinggi dari Pradit. Alhasil kita bingung mau digimanakan caranya agar karton organigram itu terpasang.

Rahmat Allah datang pada saat yang tepat. Rombongan Kastrat yang udah selesai kumpul secera semena-mena dapat ditodong untuk nolongin dengan ancaman kita ga bakal ikut Kutilang kalo mereka ga nolongin. Akhirnya Jamhari mau juga nolongin dengan tepaksa.

Jamhari Abidin, personil Secret tambahan


Oiya, ini ada bukti foto bahwa gw lebih tinggi dari pradit..

Bukti bahwa gw lebih tinggi dari Pradit, kita sama-sama naik di atas 2 kursi kok

Biro Secret, satu lagi keluarga kecil gw di IPB. Keluarga yang membuat gw bisa menahan diri untuk tidak pulang. Yang membat gw bungkam untuk mengiyakan tanpa pembelaan saat jadwal kumpul rutin diubah menjadi tiap Rabu jam 5 sore, di mana hari Rabu gw udah ga ada kuliah semenjak jam 11 siang.