Tampilkan postingan dengan label Random. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Random. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Juni 2024

Juni

Ulang tahun saya akhir Juni.

Meanwhile untuk saya, sejak tanggal 1 aja bawaannya udah "yes aku dikit lagi ulang tahun Insya Allah".

Sejak awal saya kenal kata 'resolusi tahun baru' dari majalah remaja, resolusi saya bukan untuk tahun baru. Saya jadikan resolusi itu untuk usia baru. Momen evaluasi dan bersyukurnya jadi banyak, mulai dari akademis (karena pas-pasan dengan momen kenaikan kelas) hingga apa aja sih yg saya achieve di usia tsb.

Sejujurnya umur 30 menuju 31 ini krik-krik banget. Ga ada hal signifikan yang oke yang berhasil dilakukan. (Setahun tanpa laundry, serta Ramadhan tanpa gofood dan tanpa kelewat bangun sahur itu prestasi ga sih? 🤣)

(Kalo kata Pak RW sih, salah satu reg binaan audit yg 'itu' bisa masuk Fatwa adl prestasi 🤣)

Bisa dibilang ini adalah tahun paling tenang dan ga ngoyo. Ga ada tikungan2 tajam dalam hidup yang bikin harus banyak-banyak istighfar dan atur ulang strategi.

Saya meyakini, ada masanya bahwa hal paling produktif yang perlu kita lakukan adalah istirahat. Bisa jadi istirahat saya ini produktif untuk mengumpulkan energi plus recovery karena besok-besok akan ada reli yang panjang.

(Meski sebenernya tahun depan gamau banyak2 menghadeh Yaa Allah)

Tahun ini saya tidur cukup, makan cukup, piknik cukup. Mungkin cuma bersyukurnya yang belum cukup.

Tahun ini saya sudah berencana cuti kerja di hari ulang tahun. Ini artinya sudah 10x ulang tahun saya ga kerja. (Mulai dari ada weekend, libur musim panas, idul fitri, pilkada serentak, launching Cerol ver.3 sampai sekantor ga kerja, idul adha.. komplit pokoknya 10 tahun saya off duty saat ulang tahun)

Tahun-tahun sebelumnya apalagi 🤣

Ulang tahun saya biasanya udah class meeting/bagi rapor/liburan semester.

Mari kita tetapkan momen ulang tahun untuk tidak bekerja 😂


Salah satu hal paling menghadeh di usia saya setahun ke belakang ini sebenarnya adalah manuver Black Panther yang semakin ke sini semakin ke sana.

Doa-doa saya untuk keluarga saya jadi nambah,

"Ya Allah, tolong berikan kami rasa cukup atas rezeki yang halal, sehingga kami tidak mencari-cari dari yang tidak halal."

Aamiin dulu rame-rameeeeeee.


Diketik di Bogor, 1 Juni 2024

#dilslife


Keyword :

Black Panther = presiden Wakanda

Sabtu, 03 Desember 2022

Cara pikir orang yang belum punya anak, tentu akan berbeda dengan cara pikir orang yang sudah punya anak, apalagi kalau anaknya banyak. Apalagi kalau malah ternyata orang tersebut belum menikah. Pasti ga nyambung.

Cara pikir orang yang ga pernah hidup kesulitan dari segi harta, tentu akan beda dengan cara pikir orang-orang yang kesulitan harta sejauh mereka bisa mengingat asal-usul nenek moyangnya. Pasti ga nyambung.

Jika kita berperan sebagai pengambil keputusan yang memengaruhi hajat hidup orang banyak -mulai dari HRD sampai DPRD- hendaknya kita ingat-ingat untuk mencoba menempatkan kaki kita di 'sepatu' orang-orang yang kita wakilkan pembuatan keputusannya.

Cerita dari salah seorang teman baik, terdapat manajer HRD di kantornya sudah terkenal sering 'menyepelekan' udzur/perizinan seseorang yang berkaitan dengan izin dari suami atau sulitnya pengasuhan anak.

Manajer tersebut jangankan punya anak, menikahpun belum.

Hingga suatu hari,

Terdengar cerita bahwa seseorang yang tengah meminta keringanan -tapi ditolak- mendoakan manajer tersebut,

"Semoga dirimu ga perlu merasakan sulitnya izin suami dan susah-payahnya pengasuhan anak"

Sungguh, dalam hatinya seseorang yang dimaksud bukan mendoakan agar manajer tersebut punya suami yang mudah izinnya serta anak yang sesuai tumbuh-kembangnya.

Seandainya sang manajer ingat, bahwa orang yang terdzolimi itu tidak ada sekat antara dirinya dan penciptanya.

Senin, 26 Agustus 2019

Qurban

Pada suatu hari, beberapa hari setelah Idul Adha 1440 H, ada seseorang yang berkata,

"Mulai nabung bareng per bulan buat Idul Adha tahun depan ya?"

Trus ada yang meleleh rasanya di hati.
:"

Semoga dilancarkan, aamiin.

Selasa, 03 Oktober 2017

Cari Aman

Cari aman adalah frasa yang sangat sering gue temukan semasa SMP dan SMA dahulu. Frasa ini lazim muncul pada kegiatan ekskul atau kegiatan MOS yang ber-tensi cukup tinggi (anyhow, ekskul gue sejak SMP entah kenapa memang sering ada adegan ber-tensi tinggi, gue juga suka ga paham kok ya mau-maunya ikut ekskul yang tipe-tipenya kayak gini) dan bermakna kurang lebih seperti diam ketika ditanya, karena mostly orang-orang yang menjawab suatu pertanyaan justru malah akan ditanya-tanya dan dicecar lebih lanjut oleh pemegang komando pada saat itu.

Kalau diletakkan dalam adegan-adegan ber-tensi tinggi, bisa jadi kayak gini..
Senior : "Heh, kamu. Jawab! Jangan cari aman!!"
Atau..
Senior : "Eh, ini yang lain ga ada yang mau ngomong, bukan?! Pada cari aman?!"

Tapi di dunia kerja ini gue menemukan bentuk definisi baru dari cari aman, yaitu ngomong panjang tapi ga bermutu, asal ngomong, nambahin komentar yang ga penting/ga relevan dengan topik, untuk cari perhatian ke atasan. Atau yang lebih parah, melakukan itu semua agar kelihatan ada kerjanya.

Dan sesungguhnya, ketemu dengan manusia yang cari aman versi dunia kerja, lebih bikin gue pengen nabok pelakunya.

Minggu, 01 Oktober 2017

These Days

Fa idzaa faraghta fanshab.
Wa ilaa rabbika farghab.
It's just like something that you've dreamed about for three years dan lu sudah bekerja keras untuk hal itu tapi di saat eksekusi ada yang namanya "kuasa Illahi" dan hati lu sangat kacau, mood lu berubah, lalu pada akhirnya lu ga berhasil mendapatkan itu. Honestly, gue cukup jarang memperjuangkan sesuatu sampai sebegininya tapi hasil akhirnya bukan berhasil.

But it's okay.
Life must go on.

Mungkin ini anugerah, gue-nya aja yang masih belum paham.

Next,
Bekerja keras untuk urusan yang lain,
Dan berharap pada Tuhanku.

Salam meletus balon hijau :"

Rabu, 20 September 2017

Rahasia Kecil

Ada satu rahasia kecil (yang dengan dituliskannya post ini maka dia sudah bukan rahasia lagi, hehe) bahwa saya sangat ingin punya pendamping hidup yang bisa memainkan alat musik.

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Semoga dipertemukan dengan yang baik, dengan cara yang baik, aamiin.

Kamis, 27 April 2017

Just An Introvert Who Being Introvert

Kalau ada yang bertanya (itu juga kalau ada yang bertanya ya) ke mana sajakah gue selama beberapa bulan ini, jawabannya adalah gue sempat mendua dari blog. Gue mendua ke Instagram.

Salah satu alasan gue membuat IG adalah membenarkan kata-kata Teh Tuti tentang mengapa beliau udah lama ga ngeblog. Alasannya adalah waktu itu Teh Tuti merasa bahwa kalau mau menulis sesuatu itu harus banyak, terdiri dari beberapa paragraf, dan duduk 'plek' di depan laptop. Ya seperti orang ngeblog pada umumnya lah. Until finally she found IG and realized that picture 'speaks', juga Teh Tuti menyadari bahwa menulis itu bukan tentang seberapa banyak tulisannya tapi tentang 'menulisnya'.

Ditambah juga dengan banyaknya desakan dari berbagai pihak agar gue segera membuat IG, akhirnya gue membuat IG setelah mendapatkan SKL. Saat itu gue fikir, toh ga ada salahnya juga punya IG. Dan benar aja, scroll IG orang itu rasanya lebih 'visual' dibanding blogwalking *yaiyalah diiil*.

Bagi yang penasaran dengan IG gue, cek aja @dilahoy (username ditemukan setelah sekitar setengah jam mencoba berbagai nama yang diinginkan tapi tak kunjung ada yang available). Haha..
*di-follow yaaaaak, pakbapak, buibuuu*.
#ajimumpung

Beberapa teman yang tau bagaimana kehidupan gue di blog ini bilang bahwa post IG gue pencitraan karena isinya 'bener'. Ya ga salah sih, tapi ga sepenuhnya benar. Gue merasakan punya teman di sosmed yang timeline-nya isinya curhatan ga penting, keluhan, umpatan, berita-berita hoax, share hal-hal sensitif kayak isu agama, dan gue tau ada saatnya hal-hal itu menyebalkan. Gue hanya ga mau menjadi bagian dari orang-orang menyebalkan itu bagi teman-teman gue di sosmed.

I mean, sosmed semacam FB atau IG itu bisa dibaca semua orang yang terhubung dengan kita. Tapi blog kan enggak. You could choose whether to read it or not, kalau ga mau dibaca ya ga usah diklik link-nya. Sehingga akhirnya gue cukup yakin bahwa orang-orang (khususnya teman-teman gue) yang bisa tiba di sini adalah mereka-mereka yang memang pengen tau gue sedang ngapain, pengen tau gue sedang merasakan apa, pengen tau apa yang sedang berseliweran di pikiran gue.

Selain itu, gue adalah salah satu orang yang menganut paham bahwa sebaik-baiknya kamera adalah mata dan sebaik-baiknya perekam adalah hati. Satu lagi, sebaik-baiknya terima kasih adalah doa. Dampaknya adalah gue sangat sering ga inget untuk foto momen-momen tertentu jadinya kadang bingung juga mau cerita apa di IG kalau ga ada fotonya, hehe.

Bagi gue, blog (apalagi blog yang ga dikunci macam blog ini) adalah sejenis wadah untuk bercerita bebas tentang apa saja kepada dunia. Walaupun ujung-ujungnya ya hanya kalangan terbatas (mostly teman-teman gue yang itu-itu lagi [but don't worry, I'm happy to have you all]) yang baca. Hal ini jadi semacam wadah yang sangat ideal untuk bercerita bagi seorang introvert yang kadang bisa jadi ambivert kayak gue.

Actually, I'm not typical who like to mengagung-agungkan semacam kepribadian berdasarkan hal tertentu. Tapi sesungguhnya buat orang introvert (lebih tepatnya INFJ, yang sering disangka extrovert) macam gue, berlama-lama di keramaian itu membuat lu merasa terkuras energinya, sekalipun itu di keramaian sosmed semacam IG. Rasanya itu, pikiran dan hati gue jadi bisa capeeeeeeeek banget tiap abis scroll timeline IG.

Pada akhirnya, alasan besar mengapa gue kembali mengeblog setelah vakum beberapa bulan ini adalah dorongan jiwa introvert gue yang ingin memiliki kanal penyaluran emosi ala jiwa introvert.

Yuk, nulis lagi.
:)

Sabtu, 05 November 2016

Kemana Saja

Mungkin ada yang bertanya-tanya, kemana saja kah gue selama lebih dari dua bulan ini?
Itu juga mungkin ya, mungkin ada yang bertanya,.

Banyak hal yang gue lakukan dalam dua bulan terakhir. Gue pulang dari Jepang tanggal 15 September. Sejak Agustus hingga sesaat sebelum gue pulang, there's soooooo much thing to do. Ngurus pindahan ke City Office Fuchu, menutup kontrak dengan bank, ngurus administrasi program exchange terkait kepulangan, serta pamitan dengan sebanyak mungkin orang yang bisa dipamitin (pake acara nginep di apato Ina segala pada malam sebelum upacara penutupan program exchange).

Tak lupa, gue sempat naik Fuji lagi di pertengahan Agustus. Main ke Tokyo Disney Sea bersama Mbak Indri di awal Agustus, juga main ke Tokyo Disney Land bersama Nurul di akhir Agustus. Sempat ikutan summer camp sepekan sebelum naik Fuji jilid 2 dan dapat honor *finally honornya abis buat naik Fuji dan main ke Disney Land*. Sempat juga main ke Hokkaido bersama Uni Nova sekitar seminggu sebelum pulang.

Begitu gue pulang ke Indonesia di hari Kamis, weekend-nya langsung jadi panitia nikahan temen SMA. Lalu Rabu depannya langsung jadi pendamping wisuda
Hahaha
Sibuk cyiiiin..

Selama di Bogor ini sesungguhnya gue tetap menulis kok. Instead of nulis blog, gue nulis skripsi. Alhamdulillah Kamis 3 November 2016 kemarin sudah sidang, makanya sekarang bisa mulai bebersih sarang laba-laba di blog.

Fadila, S.TP

Akhirnya nama gue agak memanjang sedikit
Credit: Septian Ventura
*Noh gue tulis nama lu, Seeeeep*

Banyak hal yang gue alami setelah pulang ke Bogor. Salah satunya adalah rumah yang pindah sehingga gue benar-benar serasa kayak anak baru, ga tau di mana tempat gelas, ga tau di mana lap, ga tau di mana garam, ga tau di mana saklar dan stop kontak, segala ga tau lah. Hal lainnya adalah makanan di Indonesia rasanya jadi pada keasinan kalau dibandingkan dengan makanan Jepang. Makan Ind*mie gorenga aja sekarang bumbunya ga semua dipake.

Selain itu banyak juga hal 'meresahkan' yang berseliweran di kepala dan menunggu untuk ditulis, mulai dari ojek online lah, program Green-green-an di kampus gue tapi fasilitasnya masih minim lah, ibu-ibu kerudungan jilbab panjang yang naik motor dan jilbabnya nutupin lampu lah. Banyak sih actually..
Ayo ayo nulis Diiiiil

Daftar kegiatan selama beberapa waktu ke depan berkisar antara revisian-meriksa laporan (jadi asprak lagi euy)-nulis blog-ngelamar kerja-dan berulang meski tanpa siklus. Ada juga rencana ngurus e-KTP *e-KTP gue belom jadi coy selama bertahun-tahun ini*, udah nyoba datang sekali ke Disdukcapil Kota Bogor, tapinya yaaaah you know lah birokrasi Indonesia kayak apa. Tahun lalu sebelum berangkat itu sesungguhnya gue sempat rekam identitas lagi untuk kedua kalinya, hal paling menyedihkan in this whole year adalah sampai beberapa waktu lalu ketika gue mau menanyakan keberadaan e-KTP gue itu ternyata blanko kartunya belom ada.

((GA ADA BLANKO E-KTP DI BOGOR SELAMA SETAHUN))
Kang Bima Arya, punten atuhlah ini aku harus apaaaaaa..

Buset dah, niat apa kagak sih negara ini buat ngedata warganya. Tahun lalu begitu gue mendarat di Narita, pas keluar bandara itu gue udah punya KTP Jepang. Tuh kan banding-bandingin lagi sama Jepang.

Ngomong-ngomong tentang Jepang, culture shock is real, gan. Gue sudah merasakan.

Anyhow, here I miss using English in my daily, with little bit Japanese sometimes. Entah gimana awalnya tapi akhir-akhir ini grup BPH BEM KM gue mengikuti program Pak Ridwan Kamil, Kamis Inggris.. and I spend all day waiting for Thursday. Gue juga merindukan tatakrama dan ketertiban Jepang yang ih waw banget. Belum juga dua bulan, but I already missed Japan so much.

Akhir kata,
Indonesia masih butuh banyak orang-orang kece untuk mengisi kemerdekaan dan mewujudkan Pembukaan UUD 1945.
HIDUP MAHASISWA!!

Rabu, 01 Juni 2016

Dandelion

Setiap dandelion menyenangi angin,
Setiap anginpun mungkin senang menghembus di sekitar dandelion.
Tiap kali angin berhembus, dandelion akan menari cantik mengikuti arah angin.

Di pinggir jalan ini ada banyak dandelion bersemi,
Mungkin karena musim semi,
Termasuk aku

Di kota ini pula ada banyak angin,
Mungkin pula karena musim semi,
Termasuk kamu

Tahukah,
Bagiku setiap angin memiliki ciri khas,
Kelembaban, kecepatan, arah datang.
Dengan cara yang sulit digambarkan,
Aku dapat mengidentifikasinya

Tahukah,
Aku tak sepolos yang kau kira,
Aku tahu kau sering berhembus di sekitar pinggir jalan ini
Aku tahu kau termasuk yang sangat sering mampir

Tahukah,
Aku selalu suka perhatianmu,
Hembusanmu,

Tapi,
Hembusanmu yang terlalu kuat dapat merusakku

Ah,
Maaf,
Bukan hanya kamu.
Tapi,
Semua yang berlebihan memang akan merusak.

Dapatkah kau berhembus dengan kadar yang cukup saja?
Dengan kadar yang cukup untuk membuatku tersenyum,
Tersenyum bahagia,
Tanpa perlu terluka

Dandelion

Jumat, 01 April 2016

Sakura

Selalu percaya bahwa,
Sebaik-baik kamera adalah mata, dan
Sebaik-baik perekam adalah hati.

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Sakura

"Sakuranya cantik lhooo!!". Alhamdulillah.
"Cantikan juga kamu."
Deg. "Segala puji bagi Allah."
"Alhamdulillah"
:)
..


Ada pipi yang menghangat,
Ada senyum yang terkembang,
Ada hati yang berdesir,
Ada rasa yang sepertinya tak perlu dipastikan.

Rabu, 16 Maret 2016

Janji

Ada laki-laki (selain Ayah) yang nyaris selalu memenuhi janjinya padaku. Lelaki pertama adalah lelaki dengan pemahaman baik yang sangat hati-hati berkata serta sedikit berjanji lantaran takut tidak dapat memenuhi. Yang berikutnya adalah lelaki lain juga dengan pemahaman baik yang dengan cablaknya banyak berjanji (mulai dari janji sepele hingga janji yang sama sekali tidak sepele) dan dengan sekuat tenaga berusaha memenuhinya.

Sehingga tidak usah bertanya lagi (si)apa yang mampu mengukir lebih banyak senyum, kan?

Rabu, 27 Januari 2016

Ayah

"Kalau gue nanti punya anak perempuan, gue bakal tanya ke anak gue tentang siapa laki-laki yang dia harapkan. Gue ga sepeka Rasulullah yang bisa tau gimana perasaan Fathimah ke Ali, makanya gue mau tanya.."
.Calon Ayah.

"Kalau Kakak nanti punya teman laki-laki, kenalin ke Ayah, ya? Ayah dulu pernah ga bener, makanya Ayah tau laki-laki yang bener itu yang kayak apa."

.Ayah.

Kedua lelaki ini,
Bolehkan berkenalan?

Sabtu, 02 Januari 2016

Menunggu

Kau tahu rasanya menunggu?
Sepertinya kau tak perlu tahu,
Kau hanya cukup datang.

Biar aku saja yang melakukannya untukmu.

Senin, 28 Desember 2015

Peta

Suatu hari di masa yang lampau, kau pernah menunjukkan padaku sebuah peta. Peta rencana perjalananmu, lengkap dengan peristirahatan-peristirahatan selama perjalanan. Bahkan mungkin kamu tak sadar pernah memberikan salinannya padaku.

Seseorang pernah berkata bahwa orang-orang dengan tujuan yang sama akan bertemu di perjalanan. Maka dari itu aku mencoba menelusuri jejakmu, mengikuti rutemu.

Namun aku tak kunjung menemukanmu.
Apakah kamu sudah jauh di depan?
Ataukah masih tertinggal di belakang?
Tapi rasa-rasanya aku sudah menjadwalkan perjalananku agar sesuai dengan jadwalmu.

Tak kunjung menemukanmu,
Hingga akhirnya aku mulai menikmati rute ini,
Rute ini indah.

Pemandangannya indah,
Lokasi persinggahannya indah,
Tempat-tempat yang dijadikan titik peristirahatannya indah,
Pilihan jalan di tiap-tiap persimpangannya juga indah.

Hingga akhirnya aku menikmati rute ini,
Lalu sedikit banyak mengubah petaku,
Menyisipkan beberapa lokasi peristirahatan yang sama dengan peristirahatanmu,
Menjadwalkan singgah di tempat-tempat persinggahanmu,
Dan mencatut beberapa pilihan jalan yang kau pilih.

Meski pada akhirnya aku menikmati rute ini,
Tapi,
Mengharapkan berpapasan denganmu,
Masih boleh kah?

Atau sesungguhnya ada orang-orang yang memang ditakdirkan untuk tidak pernah bertemu,
Meski melalui jalan yang sama?

Jumat, 20 November 2015

Cokelat

Aku suka beberapa hal berwarna cokelat karena mereka merepresentasikan banyak hal lain.

Cokelat pertama adalah cokelat.
Manis, meskipun, yaaah, aku tahu manisnya itu dari gula.
Menenangkan, theobromin-nya lebih dari cukup untuk memperlebar pembuluh darah sehingga sirkulasi darah menjadi lancar dan memberi efek tenang.

Cokelat berikutnya adalah batang dan ranting pohon.
Kokoh dan rapuh dalam satu tubuh. Aku tahu kapan ia boleh dijadikan tempat bersandar dan kapan dia harus dilindungi.

Cokelat terakhir adalah jaket kesayanganku.
Hangat.

Sebenarnya ada satu cokelat lagi,
Matamu.
Karena pemiliknya..
..manis; menenangkan; kokoh sekaligus rapuh; hangat.

Sabtu, 05 September 2015

Payau

Air kran di mushala Stasiun Jakarta Kota.
Mengetahui pikiranku sedang berantakan,
Kau mengirim pesan singkat, "Jalan yuk?"
Aku diam.
Perempuan tak suka ditanya.
Sepertinya kau paham,
Lalu mengirim pesan lagi, "Ke Kota Tua ya besok :)"
Tak ada celah berkata "Tidak",
Lagipula aku tak mau berkata "Tidak".
Hingga akhirnya aku berwudhu dengan air kran di mushala Stasiun Jakarta Kota.
Rasanya payau.

Lagi-lagi,
Air kran di mushala Stasiun Jakarta Kota.
Kali ini aku yang mengajak.
Meminta ditemani untuk mengurus sesuatu.
Dengan dalihku, "Bukan warga Ibu Kota",
Kau dengan mudahnya berkata, "Ya".
Aku tak tahu kau sakit,
Kalau tahupun aku akan batal mengajakmu.
Mengitari Ibu Kota seharian,
Satu hal yang kuyakini, demammu makin tinggi.
Hingga akhirnya aku lagi-lagi berwudhu dengan air kran mushala Stasiun Jakarta Kota.
Rasanya payau.

Air mataku.
Masih tentang kamu.
Rasanya payau.

Minggu, 02 Agustus 2015

Hai, Kamu

Hai, kamu..
Selamat ulang tahun ya
Semoga sisa umurmu selalu digunakan untuk beribadah kepadaNya

Hai, kamu..
Selamat wisuda ya
Semoga dilancarkan urusan pascakampusmu

Orang bilang,
Motivasi terbesar adalah berasal dari diri sendiri,
Sehingga aku ingin berterima kasih
Berterima kasih kepada dua orang kamu,

Hai, kamu..
Terima kasih ya
Terima kasih atas kamu yang mampu membuat diri ini termotivasi di akhir masa putih biru, menembus batas diri, dan menjadi lebih baik dalam menghadapi putih abu.

Hai, kamu..
Terima kasih ya
Terima kasih atas kamu yang mampu membuat diri ini termotivasi di akhir masa putih abu, menembus luar biasa banyak batas diri, mampu menentukan tujuan, mampu membuat keputusan besar, dan menjadi lebih baik dalam menghadapi pasca putih abu.

Berterima kasih karena kamu dan kamu sangat mengagumkan.
Berterima kasih karena kamu dan kamu pernah membuatku berusaha untuk menjadi versi yg lebih baik daripada diri yang sebelumnya,

Sekali lagi,
Selamat dan terima kasih
:)

Rabu, 01 Juli 2015

Benteng

Suatu hari, kau sedang bersusah payah membangun sebuah benteng. Benteng pertahananmu ini kau harapkan sangat kokoh. Ia dibangun dengan batu dan material pilihan. Sepanjang proses pembangunannya tak jarang mengorbankan darah, keringat, dan air mata. Pagi, petang, siang, malam, kau terus-menerus meningkatkan pertahananmu dengan benteng ini. Harapanmu, ia mampu menahan serangan musuh berpuluh batalyon.

Suatu hari serangan itu datang,
Serangan mendadak

Suatu hari serangan itu datang,
Bukan dari berpuluh batalyon..

Suatu hari serangan itu datang,
Bukan diiringi dengan kata "Serang!!"

Suatu hari serangan itu datang,
Perjumpaan tak sengaja yang diiringi dengan senyum khasnya dan sepatah kata, "Hai!"

Dan bentengmu seperti benteng pasir yang dibangun oleh anak kecil di pinggir pantai lalu terkena ombak pasang,
Habis tak bersisa

Minggu, 26 April 2015

Galur Murni

Galur murni sebenarnya adalah istilah yang digunakan untuk menyebut keturunan dengan induk yang memiliki genotipe homozigot. Kalau di biologi SMP itu kita biasa mengerjakan contoh soal mengenai buncis hijau berbulir besar-besar yang disilangkan dengan buncis kuning berbiji kisut lalu dicari bagaimana perbandingan hasil generasi keduanya melalui Hukum Mendel.
#cmiiw

Kalau di Smansa, galur murni adalah istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan kondisi dimana (alumni) Smansa menikah dengan sesama (alumni) Smansa. Padahal kalau di wikipedia, disebutkan bahwa galur murni adalah istilah yang umum digunakan untuk tanaman. Apakah kini anak Smansa sudah pada memiliki dinding sel dan pindah kingdom jadi plantae? Entahlah..

Ketika masih SMA dahulu, gue mengakui bahwa gue menganggap aa-teteh yang galur murni itu keren. Kenapa topik galur murni ini bisa ngehitz banget ya? Heummmm, mungkin karena kultur Smansa yang gitu. Mungkin Smansaisme itu ada, berupa rasa sayang dan bangga yang berlebih terhadap Smansa. Tenang aja, gue juga terjangkit paham itu kok.

Gimana sih rasanya punya teman untuk mengarungi kehidupan dan menyempurnakan setengah agama yang sevisi dan sepandangan dalam menghadapi dan memaknai hidup? Nah mungkin itu alasannya mengapa galur murni selalu jadi berita yang ngehitz binggow.
*Lama ga ngeblog, gaya menulis menjadi alay*

Tidak memungkiri bahwa ketika SMA dulu gue juga pernah ingin galur murni suatu hari nanti. Tapi setelah lulus, setelah kuliah, setelah bertemu dengan lingkaran-lingkaran baru, setelah bertemu dengan banyak orang baru yang non-Smansa, ternyata orang keren di dunia ini ada banyak coy. Serius gue.

Bukan tidak mungkin aa-teteh yang galur murni memilih untuk menjadi galur murni karena memang tidak menemukan orang lain yang keren. Atau tidak merasa menemukan. Atau bisa jadi karena memang tidak berusaha menemukan. Bisa jadi karena menggunakan kaca mata kuda dan menganggap yang Smansa itu keren padahal ada banyak orang di luar Smansa yang juga keren.

Untuk yang masih mengharapkan galur murni lintas angkatan, padahal orang yang bersangkutan entahlah keadaan hatinya seperti apa, percayalah bahwa dunia tidak selesai jika tidak galur murni.
Huehehuehehe
*Orang yang bersangkutan pasti mengerti bahwa paragraf ini ditulis untuk dia*

Ngomong-ngomong tentang galur murni, beberapa waktu setelah beredar broadcast menikahnya Teh Arum dan Kang Fahmi di liburan kenaikan tingkat tahun lalu, ada seorang yang meng-sms gue dengan sapaan,
Dilayangpengengalurmurni
Hahahahahahasem
-___-"

Dibalik gue yang sudah tidak tertarik-tertarik amat dengan galur murni, sepertinya ada faktor lain yang menyebabkannya yakni lingkungan tempat di mana kita masuk. Kondisi gue yang dahulu memang dicemplungkan untuk ke kampus menjadikan gue bertemu dengan sangat banyak orang keren yang mampu membuat galur murni menjadi tidak lagi terasa terlalu menarik.

Inti besar dari tulisan tak jelas kali ini adalah,
Perbaiki niat. Jangan menutup mata (dan) hati. Jadilah orang baik, selalu memperbaiki diri, bergaullah dengan orang baik juga, Insya Allah referensi kita mengenai 'orang baik' akan menjadi baik. Juga jadilah orang keren, berusaha untuk menjadi keren di suatu bidang terlepas dari apapun definisi keren itu sendiri.

Kalau kata Kurniawan Gunadi mah (gue yakin redaksinya bukan begini tapi intinya kurang-lebih sama, toh mengutip kan tidak harus menjiplak persis kata-kata yang ada),
Orang-orang dengan tujuan yang sama memiliki probabilitas bertemu di perjalanan.

Kalau kata seorang adik gue di PSDM BEM KM mah,
Berterimakasihlah pada ia yang pernah kamu kagumi, karenanya kamu pernah berusaha memantaskan diri menjadi pribadi yang lebih baik.
.Silmi Nurul 'Adilah.

Salam piss, love, and gahul
Tertanda,
Mantan PGM (Pengharap Galur Murni)
:*

Minggu, 12 April 2015

Alasan Bertahan; Warasnya Orang-orang Tidak Waras

Warasnya Orang-orang Tidak Waras
"Kalau urusan pantas dan tidak pantas, itu urusannya dengan diri kita."
.H24110083.

"Jangan meletakkan kebahagiaan kita di bibir orang lain."
.F14110096.

"Kehilangan mengajarkan kita arti memiliki."
.F14110096.

"Pemimpin itu harus sempurna. Setidaknya, berpura-puralah agar terlihat sempurna."
.H24110083.

A44110016 dan F34110025 setelah bersama menertawakan hidup

A24120133, terima kasih :)

Ketika Sedang Setidak Waras Biasanya

Abang-abang jomblo tiap jam 11 siang hari Jumat

#karenakusayangkamu :*

Kalah main PES, kayang

H34110097 dan A44110016

Namanya Danies, boneka siamang, anak asuh dari I24120018 dan H24110083

Jual beras, H34110097 dan H24110083

Ke lahan penelitian bawa Sesmen, lantas selfie, A24110105 dan H44110015

Kelakuan para jomblo -_____-"

Apa ini maksudnya, apaaaa?

Ini kelakuan kalau sedang sehat. Ga usah tanya kenapa.

Korban bergelimpangan setelah 8 jam rapim

Dua hal lagi yang sedang booming,
Tokek dan charger

Untuk seluruh senyum dan tawa selama ini,
Baru gue sadari bahwa ternyata gue sudah punya alasan bertahan.
Geng rapim,
Terima kasih :)

"Saat kita memutuskan memaafkan seseorang, itu bukan persoalan apakah orang itu salah dan kita benar. Kita memutuskan memaafkan seseorang karena kita berhak atas kedamaian di dalam hati."
.Tere Liye.
Ya tapi gue ga semudah itu juga sih untuk urusan memaafkan
:p