Tampilkan postingan dengan label Pandawa 16. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pandawa 16. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Maret 2016

#MatahariAkar [T(w)oday's Achievement]

Mungkin bagi orang lain ini teramat sepele. Tapi bagi gue enggak.
Mie ayam bakso!!
Syududududu~

Baksonya dikasih oleh teman Ibu yang abis pulang dari Indonesia. Mie-nya beli di supermarket. Kuah dan ayamnya bikin sendiri. Mie ayam bakso di mana lagi yang baksonya ada 4 butir? Haha..

Lumayan melepas kangen meskipun rasanya agak jauh kalau dibandingkan dengan mie ayam Mas Bejo, atau mie ayam bakso Apollo Pasar Anyar, atau mie yamin Gang Selot, atau mie ayam bakso Gaya Tunggal, atau mie ayam Taman Kencana, atau mie ayam Gang Ambi yang sering dimakan kalau sedang main ke rumah Dedi.
Alhamdulillah :)

Dua hari yang lalu juga bahagia meskipun agak gila.
Bubur kacang ijo!!

Berhubung resep perdana bubur kacang ijo gue adalah bubur kacang ijo ala bintal-bintur Pandawa, alhasil resep agak gila itu yang gue ikuti. Bedanya adalah bubur kacang ijo ini ga pakai butiran jahe yang ukuran potongannya 1 cm kubik dan harus dimakan begitu saja bersama kacang ijo. Bubur kacang ijo ala Pandawa ini juga ga lengket karena tidak dikasih maizena, haha. Kesintingan bubur kacang ijo ala resto Pandawa yang gue lakukan adalah menambahkan oat. Udah mah dimakannya dengan roti pula. Haha. Cukup tau.

Tapi enak kok.
Alhamdulillah :)

Congratulation, Dil!!
Selamat naik level :)

Rabu, 10 Februari 2016

Jatayu Kami

Kemarin sore gue sempat nangis terharu karena hal ini,

Juara 1 penyisihan LKBB Bogor Open 2016

Ini nilai pemimpin pasukan

Nilai PBB dasar

PBB berjalan, haluan-melintang yang luar biasa

Variasi-formasi, nyaris nilai maksimum


Nilai MC yang juga mendekati nilai maksimum

Maaf cuma bisa menyemangati dengan ini,
:'

Wahai utusan, pemuda, senjata andalan Arjuna, kekuatan jiwa, dan semua paskibra lain se-Bogor Raya,
Saksikanlah,
Jatayu kami siap terbang lebih tinggi

..
Kami siswa SMA 1,
Takkan redup berpijar
Demi cita bangsaku
Jayalah SMA 1
..

PANDAWA!!
Pandawa!! Pandawa!!
Sixteen!!

Kalau ada yang penasaran bagaimana penampilan pasukan kesayangan gue kemarin,
:)



Formasi dua-nya cinta banget deh :)
Makasih banyak idenya ya penjuru kesayangan angkatan XXI, Bayu Rizky Putra Adhitama.
:)

Rabu, 25 November 2015

#MatahariAkar [Tokyo Hari Ini]

Jadi ceritanya hari ini gerimis dari pagi. Musim gugur tanpa hujan/gerimis saja itu sudah lebih dari cukup untuk membuat males gerak, maunya di kasur melulu sambil selimutan. Apalagi kalau ditambah hujan.

Di luar itu semua itu, selama SMP dan SMA, gue sering banget berjemur di lapangan sekolah. Entah itu dalam kasus dijemur (jadi yang baris) atau kasus menjemurkan diri (ga baris tapi ada di lapangan, misal mengambil alih komando atau cuma jadi kompor doang selama baris).

Dan betapa kagetnya gue ketika melihat handphone dan tertera..
Real feel 0 derajaaaaaat *shock*

Nanti malam broh.
Enjoy it.
:D

"Orang Jepang itu sangat menghargai musim-musim yang ada. Setiap musim punya perayaan dan festival tersendiri. One year here, you'll have it all. Enjoy it."
.Tasaki Sensei.

Bismillaahirrahmaanirrahiim :)

Tiba-tiba jadi kangen lapangan di Jalan Juanda, lapangan di Jalan Kartini, Lapangan Sempur, lapangan di Mayasanggraha, Lapangan Heulang, dan lapangan di depan panggung GOR Pajajaran. Abis pulang dari sini, main-main ke lapangan itu ya, Dil!!
:)

Jumat, 23 Januari 2015

Literally

Rapat Upgrading
@Rumah baru
Koordinator TS kesayangan : Kalo ada yang nanti sakit, sama medis bakal dikasih pertolongan pertama kayak apa?
Capresma kesayangan : Kalo ada yang sakit? Gue tampar, Jal. Biar jangan lemah.

Latihan
@Rumah yang selalu bikin gagal move on
Purna muda : Hei, kamu! Coba tolong itu temannya ditampar aja sekali. Yang keras deh kalo perlu. Biar sadar di sini dia mau ngapain.


Kalau ada yang perlu ditampar,
Literally,
Sepertinya itu gue.

Biar jangan lemah
Biar sadar

Rabu, 17 September 2014

Pandawa

Mentoring Smansa, XI MIA 3
Jumat, 5 September 2014

Teteh dulu ekskulnya apa, Teh?
Teteh dulu Pandawa, Vocsa, dan DKM super gabut pas regen. Tapi pas regennya udahan sih ga gabut-gabut amat.
Vocsa, Teh? Nyanyi dong, Teeeeh :3
Astor (asisten mentor) gue udah cuma geleng-geleng aja dengan ekspresi gagal paham.
Kok Pandawa dikit mulu ya, Teh, tiap kumpul regen?
Hehe, itu mah Teteh juga ga tau jawabannya dari dulu. Mungkin karena bukan di prioritas teratas kali ya? Kan Pandawa cuma semi-organisasi, bukan 4 organisasi besar Smansa.
Emang Pandawa keras ya, Teh?
Hehe.. Coba ditanya aja ke temennya yang Pandawa. Definisi 'keras' itu beda-beda soalnya..
Mental banget ya, Teh?
Fisik-mental sih sebenernya. Tapi ga sejahat SS deh kayaknya. Dulu Teteh pernah lari keliling lapangan dari jam 6 pagi sampe masuk sekolah selama seminggu. Seangkatan. Karena ada insiden pas upacara. Hehe..
Iya, Teh? Seriusan?
Iya, serius. Trus salah satu yang Teteh inget banget di Pandawa itu ada quote *padahal mah bukan quote sih, tapi diteriakin di depan muka* begini, 'Mental di atas fisik'. Pasti ngerti lah maksudnya gimana.
Iya sih, Teh, bener. Mentalnya anak Pandawa itu aku salut banget.
Iya, Teh. Satu hal yang aku kagum banget dari anak Pandawa itu mereka ga pernah ngeluh.
..


Materi Purna, Bintal Susulan calon anggota Pandawa 16 angkatan XV
Smansa, akhir 2012

"Pandawa memberikan saya arti baru mengenai kepemimpinan."
.Avicienna Ulhaq Muqodas.

"Saya ga pernah nyesel masuk Pandawa. Demi Allah.."
.Annisa Sophia.

Mental di atas fisik..
Ga pernah ngeluh..
Kepemimpinan..
*nelen ludah*
*menghela napas*


Kali ini saja,
Sedang sangat ingin berkeluh kesah, boleh?
Sedang sangat lelah diandalkan, boleh?

*singing*
 Don't you know I'm human too ~

Minggu, 22 Desember 2013

Priceless

Menemukan Ka.Humas XXI sedang online chat FB, lalu akhirnya gue ajak ngobrol. Ujung-ujungnya gue malah curhat colongan.
*Gapapa ya? Kan fungsi utama lu sebagai lurah adalah 'menjaga' angkatan masing-masing :p

Gue menceritakan tentang sesuatu yang bahkan sedikit-banyak gue juga ga abis pikir kenapa bisa kepikiran hal itu. Yang gue tau adalah satu hal, dia pernah berada dalam kondisi yang sedang gue rasakan. Sama persis.

Dan berinteraksi dengan para (mantan) penghuni Kotak Sabun itu memang ga pernah salah :)

Seenggaknya itu pelajaran yang gw dapet
:)

.Nicko Pratama.

Makasih, Nick :)
Btw, lu masih lebih kece dari gue kok :D

Sabtu, 17 Agustus 2013

Aku dan Indonesiaku

17 Agustus 2013
Dirgahayu NKRI ke-68 :)

Jika berkata tentang nasionalisme, gue juga terkadang bingung bagaimana harus membahasamanusiakannya. Kata-kata sebatas 'cinta tanah air' kadang terasa terlalu dangkal untuk menerjemahkannya.

Mengikuti ektrakurikuler pramuka selama SMP dan paskibra selama SMA menjadikan gue sedikit demi sedikit mulai merasakan tentang cinta yang satu ini. Winaya Lokatmala dan Pandawa 16 menumbuhkan rasa cinta gue terhadap bangsa yang tanahnya sedang gue pijak dan airnya menjadi sumber kehidupan gue selama ini.

Rasa cinta ini tumbuh, seiring dengan kaki yang melangkah ketika mengikuti lomba lintas alam selama SMP. Berkilo-kilo meter. Menyaksikan indahnya sawah dan menyusur sungai di sepanjang rute. Menyadarkan bahwa sesungguhnya ada alam yang harus dijaga untuk  masa depan bangsa ini.

Rasa cinta ini tumbuh, seiring api unggun yang berkobar ketika berkali-kali kemah. Baik itu kemah di lapangan SMP, di lapangan Pemda Cibinong, hingga di Sukamantri Gunung Salak.

Rasa cinta ini tumbuh, seiring dengan siaran langsung upacara kemerdekaan di Istana Negara yang selalu gue tonton di TV selama SD. Ini menjadikan gue sangat ingin menjadi Pembawa Baki bendera pada upacara kenegaraan. 'Tanggal 17 Agustus 2009 membawa baki bendera di Istana Negara' pernah gue tuliskan di buku-buku harian gue ketika SD-SMP dulu. Harapan itu selalu ter-refresh secara otomatis di tiap 17 Agustus yang gue lalui.

Rasa cinta ini tumbuh, seiring dengan menjadi petugas upacara bendera di Smansa setiap Kamis selama kelas XI.

Rasa cinta ini tumbuh, seiring dengan berlari rusuh keluar kelas ketika hujan di siang hari pada Senin atau Kamis. Berhujanan bersama XXI yang lain menurunkan bendera yang tengah berkibar.

Rasa cinta ini tumbuh, seiring dengan membayar 300 seri seangkatan dalam seminggu karena ada insiden kecil ketika upacara bendera.

Absurd?
Ya, cinta memang tak pernah punya alasan logis kan?

“Cinta adalah perbuatan, kata-kata dan tulisan indah adalah omong-kosong”
Tere Liye, dalam 'Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah'
Ya, juga cinta adalah perbuatan.

Sejak awal kelas 5 hingga akhir kelas 9, selama 5 tahun Elfa Music School juga memberikan gue kisah lain tentang cinta tanah air. Bahwa sejatinya cinta itu perlu diungkapkan dan diwujudkan. Bahwa sejatinya perwujudan itu bisa dalam segala bentuk hal yang positif.

Dan, November 2007, 6 bulan sebelum peringatan 100 tahun Hari Kebangkitan Nasional, hormat sambil menangis ketika mendengar Indonesia Raya mengalun pada 1st Asian Choir Games itu rasanya tak terlukiskan :)

Sejauh ini, baru itu pencapaian gue untuk Indonesia
Baru itu..
Itu pun memberikannya rame-rame *namanya juga paduan suara*
Insya Allah pencapaian yang lain masih akan menyusul :)

Sempat pula ingin memberikan sesuatu untuk Indonesia di bidang akademik. Eh tapi baru sampe tingkat Jawa Barat aja udah ampun-ampunan, sempet pake nangis segala pula.

Hal terdekat yang bisa gue lakukan selaku mahasiswa PTN adalah belajar yang rajin karena gue bisa kuliah gini pake uang negara. Jurusan yang sedang gue tekuni ini juga sesungguhnya teramat sangat potensial bagi gue untuk kelak memberikan hadiah-hadiah lain untuk Indonesia.

Di hari ini, mungkin akan ada lebih dari 200juta anak Adam menjadi nasionalis sesaat. Mayoritas paling hanya bertahan seminggu. Tapi, niat baik sesederhana apapun harus dihargai kan?

Sesungguhnya, mengisi kemerdekaan itu bukan hanya kerjaan satu-dua orang, melainkan seluruh elemen harus bersinergi untuk mewujudkan.

Semoga semangat kemerdekaan ini bisa terus ada di dalam diri Bangsa Indonesia. Sesungguhnya negara ini hebat, akan tetapi masih belum ditemukan cara efektif untuk mengeksplorasi kehebatannya :)

Indonesia, aku padamu :)


Tambahan :
Sesungguhnya ada satu ekstrakurikuler lagi yang masih ada hubungan jauh dengan cinta tanah air, dari dulu pengen gue ikutin tapi ga boleh melulu sama enyak yaitu pecinta alam.

Kamis, 16 Mei 2013

Pemahaman

Dulu ketika di Pandawa, gue pernah beberapa kali mendengar kata-kata ini,
Lakukan apa yang kalian anggap benar..

Beberapa hari terakhir, secara bertahap gue mendapat pemahaman dibalik kata-kata tersebut. Lakukanlah apa yang menurut diri kita benar, karena sekalipun hasil dari apa yang kita lakukan itu nantinya ancur, amburadul, bleweran, belepotan, atau apapunlah itu istilahnya, setidaknya kita tidak dipenuhi oleh rasa bersalah kepada diri sendiri..

Lakukanlah, agar tidak dipenuhi oleh rasa bersalah terhadap diri sendiri..

Kamis, 11 April 2013

Last Ceremony

Last Ceremony Perisai Ksatria
Smansa, 11 April  2011

XXI, ga kerasa, ini bakal jadi upacara terakhir kita. 3 taun di Smansa dan hari ini bakal jadi upacara terakhir kita. Nanti tolong kasih yang terbaik ya. Yang terbaik untuk Smansa. Yang terbaik untuk angkatan kita, Perisai Ksatria. Yang terbaik untuk kita, XXI.

Waktu LKBB dulu kita bikin kesalahan, ga apa-apa. Toh itu yang nonton orang lain. Tapi Last Ceremony ini yang nonton bukan 'orang lain'. Yang nonton kita sekarang itu guru-guru kita, orang tua kita selama di sekolah, dan temen-temen kita yang selama 3 taun ini udah bareng.

Tolong kasih yang terbaik ya kali ini. Gue tau kalian bisa. Gue tau kita bisa :)
Pandawa!!
Pandawa.. Pandawa.. Sixteeen :D

.Nicko Pratama (FH UGM 2011).

Mungkin redaksinya sudah tidak tepat, tapi intinya memang semengharukan itu.


Pandawa 16 SMA Negeri 1 Bogor, angkatan XXI :)
--ba'da upacara--

Minggu, 06 Januari 2013

Pandawa di Dadaku :) dan Kisah Sebuah Poster di Mading Fateta

Ya Allah,
Makasih ya :)
JanjiMu memang nyata :)

Fa inna ma'al 'ushri yushra'
Inna ma'al 'ushri yushra'


XXV, makasih ya udah mau jadi pasukan yang baik :) meskipun gue ga nonton, tapi gue yakin kalian luar biasa keren :)

XXIV, makasih ya udah mau jadi pengurus yang juga keren. Pasti keren nanti karena LPJ kan ada pembacaan prestasi dan kegiatan selama setahun ke belakang. Yup, piala yang setinggi alaihim gambreng itu dateng ke Smansa pas kalian jadi pengurusnya :)

XXIII, makasih ya udah jadi purna muda yang ngebantuin adik-adiknya, beruntung kalian masih di Smansa saat kemenangan ini kembali datang setelah 4 tahun :)

XXII, meskipun kalian ga ngerasain menangin apa-apa untuk Smansa, tapi gue yakin kalian senang mendengar berita ini :)

XXI, hei, apa kabar kalian semua? Baju PDU 2 dengan badge angkatan XXI yang di bahu (apa deh itu nama resminya?) ngeksis lho di IPB, khususnya di Fateta.

Gini ceritanya. Jadi saat kita masih SMA dulu, Forkom (anak Smansa kebangetan kalo ga tau Forkom --") pernah bikin icon mentoring yang namanya Mahar-Khalid (untuk ikhwan) dan Muti-Saski (untuk akhwat). Naaah, untuk Mahar-Khalid itu Monox sempet ngerjain. Emang karena dasarnya Monox yang ngedit, dia bikin versi salah satu dari mereka pake seragam PDU 2.

Beberapa hari lalu saat gue di sekret BEM Fateta, ada seorang mbak dari forum keislaman Fateta yang mau minta cap BEM untuk izin nempel poster tentang UAS jujur gitu. Gue sempet baca dulu posternya sekilas untuk memastikan yang ditempel itu ga macem-macem. Sepertinya emang ga macem-macem, yaudah lah gue cap aja posternya. Tapi untuk gambar Mahar-Khalid itu, gue ga tau deh mereka udah dapet lisensi dari Forkom apa belom :p

Ini posternya :

Perhatikan pojok kiri bawah

Yang pake PDU 2 ada di pojok kiri bawah. Kalau kamera hape gue bagus, ketika di-zoom itu akan keliatan ada lambang Smansa di lengan kanan dan ada tulisan XXI di bahunya. Sayangnya kamera hape gue abal :p

Tapi emang berhubung Monox yang bikin, itu badge angkatan XXI-nya juga kebalik. Yang kiri di kanan dan yang kanan di kiri :p

Begitu liat poster ini gue langsung keinget sama XXI, sama temen-temen DKM, dan sama Aa'-Teteh Forkom. Semoga selalu dalam limpahan berkahNya :)


Terakhir,
Selamat terbang tinggi, Jatayu :)
Tetap menunduk ya, jangan lupa sama buku dan pinsilnya
Hidup Smansa, aku cinta Smansa :)
Pandawa di dadaku :)
Jatayu yang membentangkan sayap, menunduk, berlatarkan perisai,
serta tak lupa membawa buku dan pinsil


Note :
Untuk Aa'-Teteh dan temen-temen Forkom, semoga Forkom semakin menDUNIA, semoga semakin kuat di dalam dan bermanfaat ke luar (eh bener kan ya?)
Aamiin :)
Kalo mau liat posternya secara langsung, ubek-ubek aja mading di Fateta :p

Sabtu, 24 Maret 2012

Tetap Butuh

Setelah menjalankan sebuah misi yang ternyata hasilnya sangat gagal di kampus, gw memutuskan untuk mampir ke Smansa sejenak. Harapan gw sih simpel, cukup sekedar dateng, salam ke Pak Eman, Pak Heri, Mbak Ira, serta orang-orang lain yang bisa gw temui sepanjang perjalanan gw ke mushala.

Tujuan gw ke mushala juga simpel, pengen duduk, ketemu, dan salam aja sama teteh-teteh Forkom yang insya Allah ga pernah lelah menebar kebaikan di Kotak Sabun tercinta.

Tapi ternyata takdir berkata lain..

Gw ga menemukan Pak Eman di pos jaganya. Lalu gw memutuskan untuk jalan kaki dengan langkah ringan ke arah Gerbang Dalam. Belum juga sampai Gerbang Dalam, tiba-tiba ada rombongan yang teriak-teriak heboh gitu dari Altar..
Teh Dilaaaaaa!!
Teteeeeeeeeh!!
Teh, ke sini, Teeeeeh!!
Ternyata itu anak-anak angkatan XIV sedang pada nongkrong di Altar. Yaaaa, secara anak Pandawa mah mainnya ga jauh-jauh, antara Altar dan Lapangan Luar, paling mentok tiang bendera.

Gagal lah rencana gw untuk masuk dan ke mushala. Gw nyangkut kut kut ga bisa cabut dari Altar.

Seru banget. Ngedengerin ocehan-ocehan mereka tentang Opening Smansa Day. Baju Mahen yang keluar. Eka yang bawa baki bendera. Ecy yang rambutnya sylish banget pas di foto formasi karena efek thunder. Pengibar yang pada ganteng(?). Ngomongin Ronggeng Dukuh Paruk. Liat-liat foto balon pas Opening yang semua orang biasanya berebut untuk dapetinnya. Ngobrol tentang Last Ceremony Benteng Batu yang sepertinya ga terakhir-terakhir amat, secara ternyata masih ada opening Smansa Day.

Sampai tiba-tiba..
Ecy : Teh, butuh Smansa ya?
Dan gw cuma bisa nyengir-nyengir dengan muka najong.

Ecy : Ini udah ke Smansa nih, Teh..

Pengen rasanya dengan muka bijak gw berkata..
Cy, karena gw udah ngerasain manisnya Smansa, serunya Smansa. Saat gw udah lulus gini, rasanya gw bakal tetep pengen banget banget banget balik lagi. Gw tetep butuh Smansa. Mungkin untuk ke depannya, Smansa bukan lagi sebagai stabilator mood, tapi lebih sebagai penekanan dan penyadaran bahwa di lahan sempit di seberang Kebun Raya itu gw belajar mengerti dan menapaki arti kehidupan.
Tapi sayangnya, ekspresi muka gw yang rada lawak gini kurang sesuai untuk ngomong serius kayak gitu.

Ga lama kemudian, Ecy buka blognya dari laptop. Sampai pada post ini dan ini di blognya, yang sangat jauh lebih dari cukup bagi gw untuk flash back ke masa-masa SMA dulu. Flash back ke dalam irreplacable moments yang gw alami bersama XXI.


Last Ceremony Perisai Ksatria
Last Ceremony XXI

Minggu, 19 Februari 2012

Maaf


..
Kami siswa SMA 1
Takkan redup berpijar
Demi cita bangsaku
Jayalah SMA 1
..

Smansa, maaf belum bisa berpijar untuk yang satu itu. Jatayu yang merunduk masih belum terbang tinggi.

Pasukan, maaf ya belum bisa mengantarkan menyentuh piala yang itu. Tapi kalian tadi udah keren banget banget banget. Kalian tetep Juara 1 di hati gw kok.

Smansa, sekali lagi maaf. Gw akan mencoba berpijar di tempat baru. Tapi sampai kapan pun gw tetep siswa Smansa. #Soalnya kan kalo di IPB statusnya mahasiswa
Untuk semua yang telah dikorbankan, Dil, no regret. Lupakan nilai akhir PIP yang persis di batas teratas AB. 3 tahun di Smansa, cukup keluarga Pandawa yang tau air mata gw.

Lagi-lagi pengen nangis setiap inget pengorbanan seorang Akang. Maaf, Kang, pengorbanan Dila belum sampai segitunya.

Jumat, 06 Mei 2011

Anak Pandawa, Tapi Kok.. (Part 3 = Last Ceremony)

Setelah dipikir-pikir, debut gw di Pandawa kok ga bener-bener amat ya? Dari sekian banyak upacara besar yang ada, yang paling bener mah gw cuma Last Ceremony doang..

Kelas X
Seperti biasa, LC XIX waktu kelas X itu gw masih belom masuk pandawa. Yang jelas hari itu gw langsung jatuh cinta sama PDU 2. Hal itu menyebabkan gw berkata "Iya" saat siang harinya kelas gw dikepung anak XXI yang pada ngebujukin untuk masuk Pandawa.

Kelas XI
Jadi official-nya XX yang sedang LC. Cuma hormat doang dua kali, pas pasukan 17 dan 8 lewat, juga pas bendera naik. Ga pake panas lhoo..

Kelas XII
Jadi petugas upacaranya. Cita-cita cetek gw untuk jadi dirigen LC akhirnya kesampaian. Pake PDU 2 seharian. Jadi satu-satunya warna ungu di kelas XII IPA 5.

Ternyata belum banyak berubah..
Tribun dirigen masih tetap horor, dan altar masih tetap licin. Bayu juga masih tetap inovatif. Anna masih tetap lupa tanggal dan lupa lagu. Monox tetap membaca doa secara impromptu, tanpa teks, dan dengan tatapan kosong. Kepala Nicko juga masih tetap ketinggalan kalo balik kanan. Radit masih tetap bikin mau ketawa dengan ekspresi flat khas dia. Manda kepalanya masih miring-miring kalau langkah tegap. Ipol tetep aja lama ngangkat baki-nya. Bocin tetap sipit dengan poni menjuntai. Senyumnya Nain tetap cuma sebelah sudut bibir aja yang terangkat. Seyumnya Tita tetap menenangkan. Nabil tetap rajin bikin kue.

Satu hal lagi yang juga belum berubah, gw tetap sayang sama XXI..


Cerita lengkap mengenai LC dan segala kerepotannya akan diulas di post lain.

Kamis, 21 April 2011

Anak Pandawa, Tapi Kok.. (Part 2 = Upacara Opening Smansa Day)

Di samping ga pernah ikut upacara 17an di Smansa selama 3 tahun, gw juga ga pernah jadi petugas Opening Smansa Day selama 3 tahun. Padahal temen-temen seangkatan gw sampai ada yang jadi petugas 2 tahun berturut-turut.. Haha.. Sangat kontras..

Kelas X
Waktu Opening Smansa Day saat gw kelas X tuh gw belom masuk Pandawa. Saat yang anak-anak Pandawa-nya ada di lapangan, gw bersama Vocsa yang lain malah lagi latihan nyanyi di dalem Smansa untuk penampilan ekskul-ekskul seni.

Kelas XI
Ini juga gw ga ikutan opening karena mau fokus untuk astro dan Tadzkirah. Derita sekretaris. Berhubung Sekretaris II Tadzkirah adalah anak Pandawa juga, jadinya gw bikin kesepakatan sama XXI yang lain, yang intinya partner gw itu boleh ikut tampil Opening Smansa Day tapi jangan mengharapkan gw aktif ngelatih, gw cuma bisa jadi super woman behind the screen doang.

Waktu Opening Smansa Day ini juga sibuk nahan ketawa di ruang piket saat lagi hormat ke bendera Merah-Putih karena ada salah seorang adek kelas gw di Pandawa yang berkerudung dan memakai legging belang-belang krem-coklat, trus belahan roknya sobek dan legging-nya keliatan saat roknya berkibar-kibar karena angin.
Kocak deh itu..
Seusai Opening, gw ngomong ke dia :
"Oy, lu kalo ga ada legging yang warnanya normal, bilang-bilang kek gitu ke XXI.. Nanti bakal kita cariin kok.."
Dan dia cuma bisa nyengir..

Kelas XII
Kali ini gw pertama kalinya jadi peserta upacara saat Opening Smansa Day. Kerjaannya gw tuh komentaaaaaaaaar mulu dalem hati. Ada yang temponya beda lah, ada banjar yang miring lah, dan lain sebagainya. Tapi tetep diem aja sih, karena tiap angkatan punya karakteristik ngelatih yang beda-beda kan?

Tapi ga bisa dipungkiri, bibir gw tetep masang senyum semanis gula, karena sebagaimanapun juga, para petugas itu tetep adek-adek gw, mereka tetep hasil binaan gw dan XXI yang lain.

Di samping itu, gw juga senyum-senyum selama upacara Opening Smansa Day, karena gw ga baris di paling depan, tapi tetep dikelilingi orang-orang yang kondusif. Soalnya biasanya kan pilihannya ada dua, baris di depan atau baris ga konsen di belakang. Hmmmmm.. Kalo ga salah, selama kelas XII, itu adalah kali kedua gw ga baris di paling depan saat upacara.


Pokoknya begitulah..
Intinya mah gw adalah DH Pandawa ga pernah jadi petugas Opening Smansa Day selama 3 tahun di Smansa..
Bisa menemukan orang langka lain kayak gw? Nanti gw kasih Beng-Beng sebiji..

Minggu, 20 Maret 2011

Anak Pandawa, Tapi Kok.. (Part 1 = Upacara 17an)

Percaya ga percaya, selama 3 kali melewati 17 Agustus, gw ga pernah upacara 17an di Smansa..

Bingung? Gw juga bingung kenapa bisa gitu..

Kelas X
Saat gw kelas X, pas 17an mah gw belom masuk Pandawa. Tapi bukan itu alasan gw ga upacara. Jadi, saat gw kelas X itu ada acara OSIS yang namanya Solitaire, dan itu opening-nya setelah upacara 17an.

Sebagai anak Vocsa yang baik, gw ikutan nyanyi untuk opening. Jadinya, para anak Vocsa pada hari itu pada di dalem Smansa untuk latihan di menit-menit terakhir, cuma keluar untuk upacara sebentar di barisan aubade, itu juga cuma untuk nyanyi "Indonesia Raya" dan "Mengheningkan Cipta" doang, abis itu kita cabut ke dalem Smansa untuk latihan lagi lagu Solitaire.

Kelas XI
Saat gw kelas XI, petugas upacara 17annya yaitu dari Garuda, bukan dari Pandawa. Oiya, pada saat 17an itu gw tuh lagi regen, dan entah kenapa, anak-anak Pandawa malah dialihkan untuk upacara di Sempur.

Ada penekanan, di paragraf paling atas itu gw tulis "..ga pernah upacara 17an di Smansa.." berarti di Sempur mah lain kasus ya..

Kelas XII
Pada saat gw kelas XII, Pandawa yang jadi petugas upacaranya, dan gw.. *jeng.. jeng..* cuma jadi official doang..
Hahaha..

Jadilah, selama 3 kali melewati 17an, gw belum pernah upacara di lapangan luar Smansa..

Kamis, 10 Maret 2011

Banjar 3, The Banjar Idol


Foto di samping ini adalah foto bajar 3 Pandawa yang mengikuti LKBB Sukan Baraya XIX tahun 2010.




Shaf 1 banjar 3
Fadila
Bendahara 2 XXI
Staff Dep.Pendidikan DKM Ar-Rahmah
Pelatih Vocsa 09/10

Shaf 2 banjar 3
Avicienna Ulhaq Moqoddas
Ketua Umum DKM Ar-Rahmah 09/10
Ang.Bid.Rohani XXI
Staff Divisi Komputer KIR

Shaf 3 banjar 3
Anna Octaviani Candra
Ka.Bid.Keanggotaan XXI
DH Cepots *ga tau persisnya jadi apa*

Dua orang itu termasuk sebagai salah dua guru pertama gw di tahun 2010. Guru yang mengajarkan tentang sabar, fokus, senyum, kerja sama, kompak, tahan banting, no limit, juga rasa saling memiliki dan menjaga.

Kenapa kita menamakan diri sebagai Banjar Idol? Karena kita semua suka nyanyi dan suaranya pada lumayan..

Awalnya kita bertiga sempat bertekad buat ikutan Smansa Idol pas Smansa Day. Bahkan gw udah mau ngebayarin biaya pendaftaran kita bertiga *gw cuma ngebayarinnya doang, tapi pake dana masing-masing*. Tapi apa daya, gw ternyata jadi Koor.Acara Smandol dan otomatis ga mungkin ikutan, sedangkan Monox ga berani ikutan karena takut dimarahin sama Sekretaris 1 DKM 0,9. Akhirnya cuma Anna yang ikutan dan dia masuk 8 besar.
"Banjar 3 itu kompak. Sama-sama kompak lemesnya"
.Kang Aiph.
"Banjar 3 itu lurus, dalam kemiringan tertentu"
.Teh Day.

Wajarlah banjar 3 ini miring, soalnya kita matanya ga ada yang normal sedangkan baris itu ga boleh pake kacamata. Kocaknya, orang yang baris di tengah adalah Monox, yang notabene minus matanya paling parah di antara kita bertiga.

Kurang lebih pas banjar-banjar dan belok-belok tuh kayak gini..
Monox : Dil, Na, kejar!!
Gw : Lu yang kemajuan, Nox..
Monox : Iya tah?
Anna : Iya!!! Lu tahan..

Bagi yang kenal Monox, tau kan ekspresi mukanya yang ga nahan itu? Nah, suatu hari..

Teh Dedew : Dila, Anna, setelah dibalikkanankan, ga mau tau, bikin Monox senyum. Balik kanan grak!
Oh maaaaaaan.. Itu lama banget sampai bisa bikin Monox senyum..

Apa lagi ya kisah banjar 3?
Banyak deh..
Kita bertiga tuh sama-sama ga turun pasukan tahun lalu *Anna kan jadi MC, bukan pasukan*. Sama-sama orang yang bermasalah dengan perizinan orang tua. Sama-sama punya adek. Sama-sama garing. Sama-sama juteknya kebangetan kalo lagi pada bete..

Kita bertiga sama-sama peka tapi sensitif..

Oiya, kalo ada keributan beda pendapat di rapt 9DH, bisa ditebak itu kemungkinan besar adalah gw dan Anna. Ga ada di 9DH yang bermasalah melebihi gw dan Anna. Entah kenapa..Gokilnya, karena kepekaan gw dan Anna tuh sama-sama peka, kita sadar bahwa kalo kita ngomong nanti malah debat panjang. Sama-sama peka bahwa kemungkinan besar kita beda pendapat. Sama-sama peka dalam banyak hal. Jadinya gw sama Anna mendingan ga ngomong sekalian kalo udah rapat. Dan percaya ga percaya, justru Anna meninggalkan banyak kesan ke gw karena ke-diam-an kita itu..

Suatu hari gw pernah curhat ke Anna tentang ketidakpekaan seseorang, dan tau respon Anna kayak gimana? Responnya adalah..
Gw yakin, orang itu bukan anak Pandawa. Soalnya dia ga peka bahwa lu udah berkorban kayak gitu ke dia. Dan satu lagi, dia ga mungkin temen deket lu kalo dia bisa sampe ga nyadar udah bikin lu sakit hati kayak gitu.
Saat itu gw cuma bisa senyum doang sambil membenarkan apa yang Anna katakan.

Kepekaan Monox lebih expert, bersama Nabil dan segala kadar kejahilan dan kadar penasaran tinggi yang mereka punya, mereka berhasil membuat gw mengakui satu hal.. *disensor*

Mau cerita apa lagi ya?
Banyak deh..
Susah diungkapkan dengan dengan kata-kata..

Doa gw untuk banjar ini :
Semoga..
IPB-ku
ITB-nya
UI-nya
Bisa memberi penggalan kisah hidup yang luar biasa untuk maisng-masing dari kita..
Amiin :)

Minggu, 09 Januari 2011

Kenapa?

Kenapa Pandawa ga lolos ke final tahun ini?
Agar semua sadar, bahwa kalo mau sesuatu yang hebat butuh persiapan yang matang serta ga asal-asalan. Dan hal itu ga bisa dilakukan hanya dengan 5 sampai 10 orang saja.

Kenapa Pandawa ga lolos ke final tahun ini?
Karena jika hal ini bisa dikatakan sebagai titik terbawah, maka grafik berikutnya bakal ke atas kan?

Kenapa Pandawa ga lolos ke final tahun ini?
Agar di minggu-minggu yang akan datang gw dapat NF tanpa ada perasaan bersalah karena cabut ngelatih.

Kenapa Pandawa ga lolos ke final tahun ini?
Agar pada tanggal 15 Januari nanti, Insya Allah, gw bisa ikut PK Goes To UI tanpa ada perasaan bersalah cabut ngelatih.

Kenapa Pandawa ga lolos ke final tahun ini?
Agar pada tanggal 22 Januari nanti bisa seharian sama ibu yang sedang ulang tahun..

Kenapa Pandawa ga lolos ke final tahun ini?
Agar pada tanggal 22 Januari gw ga perlu pulang malem sendirian gara-gara nonton final LKBB di balkot.

Kenapa Pandawa ga lolos ke final tahun ini?
Agar pada tanggal 23 gw ga kecapean saat try out Fussion..


Positive thinking dan optimis, Dil!!

Senin, 27 Desember 2010

Motivator

Pandawa 16 emang ga ada matinya!!!!

Saat Nicko berteriak pada pasukan LKBB, gw kembali tersadarkan..
"Hey, dek, Pandawa itu NO LIMIT!!!"

Jleb
Langsung menusuk gw

Gw merasa itu lebih pantas diteriakkan ke depan muka gw daripada ke pasukan. Setidaknya pasukan LKBB memang lelah karena saat itu tengah hari bolong sehingga tidak maksimal...

Tapi gw?
Belajar cuma sampai jam 10 malem aja udah ke mana-maa pikirannya
Mau jadi apa gw?

Ga ngelatih LKBB gara-gara remed..
Alesan ga mutu dari mana itu?
Kalo pengaturan waktu gw bener, gw bisa belajar maksimal, jadi ga usah remed, trus bisa ngelatih kan?

Sering telat NF cuma gara-gara ga ada temen..
Ini lebih bego lagi..
Gw udah ngejalanin kewajiban lu buat ngingetin temen-temen yang lain buat NF. Kalo mereka ga mau, ya tinggalin aja apa susahnya?


Inget juga sama sms dari Kang Farid yang gw save..
"..Akang punya feeling, Dila sukses kelas 3 sama dapetin cita-citanya.. Buat feeling akang jadi bener ya.."
Amiin, Kang..
Makasih banyak atas segala motivasinya..
Makasih atas segala ilmu 'membaca' yang diajarin ke Dila..


Inget sama obrolah dengan Anna..
Anna : Mau kuliah di mana, Dil?
Gw : Insya Allah IPB, Na..
Anna : Iiiiiiiih.. lu maaaah.. orang yang se-elu tuh bisa dapetin yang jauh lebih dari IPB, Dil..
Gw : *cuma senyum doang*
Anna : Lu mah UI juga gampang kali, Dil..
Gw : Tapi yang gw mau adanya di IPB, Na..
Anna : Mmm.. kalo gitu, berarti lu nanti bakal jadi yang nomor satu di IPB, Dil..
Gw : Amiin..


Ada juga nih waktu jaman gw ga lolos olim..
Zahra : Iiiiiiiiiih.. aneeeeeeeeh.. masa Teh Dila ga lolos sih?
Jess : Itu kunci jawabannya yang salah kali, Teh..


Ini baru beberapa hari yang lalu..
Syaffa : Teteh, mau kuliah di mana?
Gw : IPB, Syaff..
Syaffa : Ah.. Teteh mah pasti gampang deh masuk IPB!! Nanti sering-sering ke Smansa ya, jadi purna..



Cuma segini?
Sebenernya banyak, banyak banget malah..
Sampai susah kalo mau ditulisin satu-satu..
Pokoknya Pandawa 16 di dadaku :)

Minggu, 26 Desember 2010

Hasrat Berpijar

Kami siswa SMA 1
Takkan redup berpijar

Sebagai cucu perempuan pertama dari keluarga Minang yang menarik garis keturunan dari pihak ibu, sepertinya hasrat untuk berpijar pada diri gw memang selalu ada. Dalam banyak hal.

Kali ini, setelah berkali-kali gagal berpijar untuk Smansa, gw memiliki hal baru untuk dipijarkan..

Status gw di kasus ini bukan sebagai inti atom hidrogen yang akan berfusi menjadi atom helium, tapi gw adalah perantara yang akan membuat inti-inti atom hidrogen tersebut dapat berfusi dengan baik dan maksimal menjadi atom helium yang solid, serta sinar yang akan menyilaukan mata yang memandang..

Hey para 20 inti atom hidrogen yang hebat, ayo berfusi menjadi atom-atom helium yang dahsyat..
Atom helium "Formasi Terbaik"..
Atom helium "Variasi Terbaik"..
Atom helium "Pimpas Terbaik"..
Atom helium "MC Terbaik"..
Dan atom helium
"Pasukan Terbaik LKBB Sukan Baraya XX 2011"

Tahun ini, Jatayu yang selalu menunduk dan memegang buku itu akan melesat ke tempat tertinggi yang bisa dicapai olehnya..

Menembus dan melayang tinggi di atas langit Kota Bogor..

Bahkan panah dan pemuda itu pun tidak dapat melesat melampauinya..

PANDAWA 16 di dadaku..

Ayo purna bersatu!!!
*Khususnya purna muda, ayo berkontribusi sebanyak-banyaknya mumpung masih di Bogor..*

Kamis, 07 Oktober 2010

Misteri Dasi di Kost-an Tita

Perhatikan foto di samping.
Liat deh, gw pake dasi, sedangkan Nabil ga pake dasi dan Bani pake coki.

Sesuai dengan peraturan pemakaian PDU 2 dan PDU 1, "..Menggunakan dasi hitam. Atau menggunakan kerudung hitam, tanpa dasi, bagi yang berkerudung.."

Jadi gini, tahun lalu, gw, Ayu, Nabil, dan Ipol pada bikin ID Kandidat di kost-an Tita. Trus, kita pada kecapekan dan tidur-tiduran di kasurnya Tita, khusus buat Ipol, dia mah tidur beneran.

Nabil kayaknya lagi iseng, trus dia ngeliat-liat komposisi kamar Tita dan menemukan sebuah benda yang cukup janggal, yaitu dasi hitam.
Nabil : Ta, itu dasi siapa?
Ayu : Ih, gw denger-denger itu dasi Monox..
Innocent banget muka Ayu waktu ngomong kayak gitu.
Gw : Demi apa? Parah lu, Ta..
Nabil : Ckckckckckc.. ga nyangka gw, Ta..

Ipol masih asik tidur --> *penting pan?*

Mungkin Tita sadar juga kita udah mulai suudzon dan berspekulasi yang engak-enggak. Lalu ia pun membela diri..
Tita : Itu bukan dasi Monox. Itu dasinya Suci..
Gw+Ayu+Nabil : Oooooooooooh.. dasi Suci..

1 detik..

2 detik..

3 detik..

4 detik..

5 detik..


Gw : Loh, kan Suci pake kerudung..
Nabil&Ayu : Iya siah..

Dan dasi itu masih merupakan misteri bagi gw sampai sekarang..