Tampilkan postingan dengan label Astro. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Astro. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 Juli 2014

Hisab, Rukyat, dan Perhitungan Penanggalan Hijriyah

Pertama-tama, gue akan mencoba menjelaskan dulu apa itu hisab dan rukyat. Simpelnya, hisab itu metode penentuan menggunakan perhitungan sedangkan rukyat itu melalui pengamatan.

Berikutnya akan gue ceritakan sedikit mengenai fenomena bulan. Bulan itu periode rotasinya sama dengan periode revolusinya mengelilingi bumi. Karena itu bulan tiap harinya akan terlambat muncul sekitar 50 menit karena kejar-kejaran antara rotasi dan revolusi itu tadi (mungkin untuk lebih jelasnya someday akan gue ceritakan di Astrofact, insya Allah).

Bulan dan benda langit lainnya akan terbit dari timur dan tenggelam di barat. Mengacu pada cerita awal gue mengenai bulan tadi, itu mengapa pengamatan di daerah yang lebih barat akan menghasilkan jarak bulan-matahari yang lebih besar dibanding pengamatan di timur.

Penanggalan hijriyah itu berdasarkan pergerakan bulan. Karena bulan baru muncul tiap 29,5 hari maka di penanggalan Hijriyah itu varaisi jumlah hari dalam setahun ada yang 29 dan ada pula yang 30.

Kalau kata Rasul mah,
Berpuasalah kamu karena melihat hilal dan berbukalah kamu karena melihat hilal. Jika terhalang maka genapkanlah (istikmal) menjadi 30 hari.
Makanya kalau galau mending 30 hari puasanya, hehe.

Indonesia berada 4 sampai 6 jam lebih awal daripada Saudi Arabia (tergantung dari WIB atau WIT)?
Heummmm, gue jadi kadang ragu.
Atau sebenarnya kita justru telat 18-20 jam?

Actually, fakta bahwa misal di Arab lebaran besok tidak bisa semata-mata dijadikan acuan bahwa kita juga lebaran besok. Kalau secara rukyat dan hilal belum memenuhi, trus kita bisa apa?

Instruksi Rasul adalah 'melihat hilal', itu berarti rukyat. Kenapa rukyat? Karena seeing is believing *ini gue sotoy*. Orang Arab jahiliyah kalau dikasih perhitungan mengenai pergerakan bulan-matahari-bumi setiap awal Ramadhan adanya sih akan malah ogah sepertinya *ini gue lebih sotoy*.

Rukyat kini sering dilakukan astronom (dan stakeholder seperti ulama serta kemeterian agama) menggunakan telesokop dan perangkat astronomi. Upaya rukyat terkadang menjadi seliwer karena bisa jadi kondisi langit tidak memungkinkan untuk pengamatan semisal mendung dan berawan.

Bisa juga karena 2 derajat itu tipis banget bro..
Kalau kata Stellarium (software astronomi) sih keadaan pas matahari terbenam tadi sore itu seperti ini.

Dengan setting tanpa atmosfer
Kalau jarak antargaris horizontal itu 10 derajat (itu ada keterangannya di sebelah kiri), maka jarak bulan-matahari di gambar itu bisa dikira-kira sendiri, udah lebih dari 2 derajat kok.

Pada kenyataannya kita hidup dengan atmosfer bro. Kalau ada atmosfer maka akan ada cahaya yang dibiaskan dan lalala lainnya sehingga akan jadi makin seliwer.

Begini penampakannya kalau ada atmosfer
Ga keliatan kan?
Makanya jangan suka sewot kalau di awal Ramadhan pemerintah belum mengumumkan kapan tarawih meskipun udah lewat dari jam 7 malem atau kalau di akhir Ramadhan pemerintah juga masih belum bisa mengumumkan kapan Idul Fitri.
Hehehe..

Mulai dari 2010, gue juga suka penasaran sendiri tentang hilal dan tiap tahun akhirnya gue cek di Stellarium. Jatohnya mungkin jadi hisab karena software itu (gue yakin) dibikin dengan perhitungan cermat dan lalalala lainnya.
Hehe..

Info lainnya..
Mengapa Muhammadiyah start Ramadhan-nya suka beda dengan pemerintah?
Jadi gini, Muhammadiyah memakai prinsip bahwa yang penting matahari sudah terbenam lebih dahulu daripada bulan.

Sedangkan pemerintah bersama menter-menteri agama lain di Brunei, Malaysia, dan Singapura (Sesama warga ASEAN masa iya lebarannya beda-beda? Makanya ngitungnya barengan, so swit kan :3 *apa lu teh --"*) menambahkan prinsip lain, yaitu..
Pada saat Matahari terbenam, ketinggian (altitude) Bulan di atas cakrawala minimum 2 derajat
(Wikipedia, 'Hisab dan Rukyat', diakses pada 27 Juli 2014 ba'da maghrib)
Kenapa ada penambahan 2 derajat segala? Eummm, biar lebih pasti aja sepertinya mah.

Ketika matahari sudah terbenam lebih dahulu daripada bulan padahal jaraknya belum 2 derajat, hal itu sudah bisa dikatakan bulan baru oleh Muhammadiyah. Sedangkan oleh pemerintah belum. Makanya start Ramadhan dan Syawal-nya suka beda-beda.

Semoga ga pada bingung lagi tentang hisab dan rukyat ini. Kalau ada yang salah mohon dikoreksi karena gue belum pernah memperoleh pendidikan formal terkait astronomi :)

Akhir kata,

Semoga meraih kemenangan :)

Rabu, 11 Juni 2014

Astrofact [Zodiak]

"Eh, zodiak lu apa?"
Bagi yang sering baca ramalan bintang ketika masih alay dahulu mungkin cukup sering mendengar pertanyaan itu.

Sebenarnya, zodiak itu apa sih?
Zodiak adalah rasi-rasi bintang yang berada di langit dengan lokasi memotong ekliptika bumi.

Ekliptika apaan lagi deh?
Ekliptika itu bahasa ilmiahnya adalah jalur benda langit yang digunakan untuk mengelilingi suatu titik pusat tertentu. Untuk kasus bumi, ekliptika bumi adalah jalur edar bumi di tatasurya. Kalau inget pelajaran IPS pas SMP, itu lho yang ada kemiringannya 23,5 derajat.

Memangnya rasi bintang ada berapa?
Sebenarnya, Himpunan Astronomi Internasional membagi rasi bintang menjadi 88 dengan batas-batas tertentu yang tersebar di langit bagian utara dan selatan. Akan tetapi zodiak hanya berjumlah 12 karena hanya ke-12 rasi itu yang berada di ekliptika dengan jarak antar-rasi kurang-lebih tidak berbeda jauh sehingga lebih mudah untuk dijadikan acuan.

Belahan bumi utara dan selatan menjadi penting untuk digarisbawahi dalam astronomi karena adanya keterbatasan jarak pandang. Warga bumi utara tidak dapat melihat seluruh bintang yang berada di langit selatan dan warga bumi selatan juga tidak dapat melihat seluruh bintang di utara. Ingat, bumi itu bulat bro. Hal yang seru ketika menjadi astronom amatir di Indonesia adalah Indonesia terletak di khatulistiwa, sehingga kita dapat melihat bintang di langit utara maupun di langit selatan.
*horeeeeee*

Di masa lalu, para pengamat langit karena malem hari belum ada SUCI 4 sering membuat garis imajiner di antara bintang-bintang dan kemudian menghubungkannya menjadi rasi bintang. Para pengamat langit tersebut tidak hanya mengelompokkan bintang-bintang menjadi rasi tapi juga membagi ekliptika menjadi 12 area dengan besaran yang sama yakni 30 derajat (dengan asumsi matahari bergerak dengan kecepatan yang sama).

Keduabelas area itu kemudian diisi masing-masing oleh satu rasi bintang yang lantas dikenal sebagai konstelasi zodiak. Pembagian area ini mempermudah pekerjaan para pengamat langit untuk mencatat pergerakan posisi matahari, bulan, dan planet dengan adanya bintang-bintang sebagai acuan.

Kembali ke pertanyaan di atas,
"Zodiak lu apa?"
"Kenapa kalo gue lahirnya 27 Juni maka zodiak gue Cancer?"
*iya, gue tau kok sebentar lagi gue ulang taun, tapi ini bukan kode, sumpah*
"Gue bisa ngeliat Cancer ga di malam hari ketika gue ulang tahun?"

Jadi, penentuan zodiak itu ga boleh ngasal. Zodiak adalah rasi bintang yang menjadi latar matahari di siang hari ketika kita dilahirkan. Ketika zodiak gue adalah Cancer, maka sesungguhnya Cancer itu adalah rasi yang menjadi latar matahari di siang hari ketika gue lahir atau ulang tahun. That means gue ga bisa liat Cancer di malam hari ketika gue ulang tahun, iyalah, kan ada di langitnya pas siang-siang.

Mungkin ada yang khilaf bertanya,
"Trus, memangnya kalau siang lu ga akan bisa liat Cancer-nya, Dil?"
Ya ga bisa lah, kan cahanya sudah tertutupi oleh cahaya matahari.
Begitu..

Kapan dong gue bisa liat Cancer di malam hari?
Nanti, setengah tahun setelah gue berulang tahun, ketika bumi sudah merampungkan setengah revolusinya.

Coba liat gambar ini.

Zodiak di ekliptika bumi

Yang di tengah adalah matahari. Lingkaran yang berada di dalam adalah ekliptika bumi. Adapun lingkaran di luar dengan titik-titik aneh adalah visualisasi zodiak, titik-titik anehnya itu ceritanya adalah bintang-bintang penyusun zodiak.

Setengah tahun setelah kita berulang tahun, bumi telah berjalan mengelilingi matahari sejauh setengah lap *berasa lomba lari* sehingga di malam harinya kita akan dapat melihat rasi yang menjadi zodiak kita itu.
Edisi geosentris (bumi sebagai pusat)

Cancer yang susah ditemukan
Berbicara mengenai Cancer, sepertinya setengah tahun yang akan datang sekalipun akan sulit bagi gue untuk dapat menemui Cancer di malam hari. Gue dapat menemukan lokasi Leo, gue dapat menemukan lokasi Gemini, dan gue dapat menemukan ruang kosong di antara Leo dan Gemini. Seharusnya Cancer ada di situ. Akan tetapi Cancer terdiri dari bintang-bintang yang kurang terang (bintang paling terangnya bermagnitudo hanya 3.5 padahal itu sudah merupakan sistem bintang ganda T__T), ditambah dengan polusi cahaya di Bogor, jadinya yaaaa, apa atuh lah Cancer mah ga keliatan..

Senin, 07 April 2014

Astrofact [Tahun Kabisat dan Tahun Abad]

Periode bumi mengelilingi matahari adalah 365,25 hari. Itulah mengapa ada tahun kabisat setiap 4 tahun sekali yang  bertujuan untuk membulatkan sisa waktu yang berlebih dari tiap tahunnya.

Tahun kabisat apaan sih?
Itu adalah tahun di mana bulan Februari memiliki hari sebanyak 29 hari. Berbeda dengan Februari-Februari biasa yang hanya ada 28 hari. Untuk memudahkan, konsensus para astronom dan ilmuwan dunia *gue lupa tahun kapan, pokoknya duluuuuu banget* menetapkan tahun kabisat ada pada setiap tahun yang habis dibagi 4.

Kenapa Februari bisa cuma punya 28 hari sih?
Konon dulu Februari punya 30 hari dan Juli punya 29 hari. Trus ketika Julius Caesar berkuasa, di memindahkan jumlah hari di Februari ke Juli karena Juli itu bulan kelahirannya *iya, semena-mena emang*. Jadilah jumlah hari di Februari tinggal 28 dan Juli jadi 31. Dan ga ada yang berani komplain ke Julius Caesar, secara dia sedang berkuasa.

Oke, back to tahun kabisat dan tahun abad.

Pada kenyataannya, dalam setahun bumi mengelilingi matahari tidak tepat 365,25 hari. Tidak tepat 365 hari lewat 6 jam. Melainkan 'hanya' 365 hari, 5 jam, sekian menit, sekian detik.


Ketika pembulatan menjadi tahun kabisat ini terus menerus dilakukan setiap 4 tahun sekali, maka nanti akan ada hari yang 'berlebih' karena pembulatan ini dilakukan ke atas. Kalau hal ini dibiarkan, maka setiap sekitar 120-an sekian tahun akan ada kelebihan 1 hari. Kalo untuk melakukan perhitungan hingga milenia, ini bisa ga presisi coy.

Maka dari itu dibentuklah apa yang dinamakan tahun abad.

Tahun abad apaan lagi deh?
Tahun abad adalah tahun-tahun yang berulang tiap seabad. Tahun ini biasa dijadikan patokan pergantian abad. Biar gampangnya, tahun abad itu adalah tahun yang 2 digit di belakangnya adalah 00, misal tahun 1900, tahun 1800, atau tahun 1700. Gitu.

Tahun abad berarti tahunnya habis dibagi 4 kan ya?
Harusnya berarti jumlah hari dalam bulan Februari-nya ada 29 kan?

Tapi pada kenyataannya, kesepakatan yang ada adalah bahwa setiap tahun abad, bulan Februari berjumlah 28 hari. Kecuali tahun-tahun yang habis dibagi 400.

Lah kenapa jadi cuma 28 hari?
Ya untuk yang tadi itu, untuk kelebihan beberapa menit dan beberapa detik di setiap pembulatan tahun kabisat selama seratus tahun.

Ga percaya?
Silakan buka hape masing-masing. Cek kalender hape. Kalau di hape gue (Nokia E63 *serius ini gue bukan sombong, lha wong hape gue umurnya udah hampir 4 tahun kok*) ada aplikasi untuk 'Go to date'. Silakan cari tanggal 28 Februari 2100. Niscaya keesokan harinya setelah tanggal 28 Februari itu langsung menuju ke tanggal 1 Maret.

Tahun abad mungkin bukan hal yang umum dibicarakan oleh manusia di generasi sekarang. Secara mungkin nyaris ga ada manusia kelahiran tahun 1900 yang masih hidup hingga saat ini, dan bisa jadi nanti kita sudah pada keburu berpulang sebelum menyentuh tahun 2100 kelak.

Tapi kan kita melewati tahun 2000, Dil?
Iya. Kan tapi tahun 2000 abis dibagi 400, makanya jumlah hari di Februari-nya ada 29.

Setidaknya lumayan lah ya kisah mengenai tahun abad ini bisa untuk bekal cerita ke cucu(?) nanti.
:p

Jumat, 04 April 2014

Astrofact [7 Hari dalam Seminggu]

Kenapa jumlah hari dalam seminggu ada 7?
Kayak lagu Afghan yak? Hehe.

Gue tiba-tiba aja inget jawaban dari pertanyaan ini ketika gue pulang rada malem ke rumah dan langit sedang ramai *iya, gue sempet-sempetnya ngeliat langit pas sedang naik motor, haha, parah lu Dil*. Kalau kata Ndu pas SMA dulu itu berarti bintangnya sedang reunian, haha.

Kalau pertanyaannya diganti,
Kenapa setahun ada 365 hari?
Mungkin ini mah udah pada tau ya. Setahun ada 365 (plus seperempat) hari karena waktu yang dibutuhkan oleh bumi untuk berevolusi mengelilingi matahari adalah selama 365 (seperempat) hari.

Kenapa di bulan hijriah (qomariah) ada 29 atau 30 hari?
Ini karena waktu sinodis bulan itu 29,5 hari. Makanya dibikin jadi 29 dan 30. Pembulatan ke atas dan pembulatan ke bawah gitu ceritanya.

Kenapa sehari ada 24 jam?
Karena 24 jam adalah periode sinodis bumi berotasi.

Dil, sinodis itu apa?
Sinodis itu temennya sideris.
Nanti lah ya someday gue jelaskan, Insya Allah
:D

Nah kembali ke pertanyaan awal, kenapa jumlah hari dalam seminggu ada 7?
Jawabannya adalah,
Karena jumlah benda di tata surya yang dapat dilihat dengan mata telanjang ada 7. Apa aja? Ada matahari, bulan, Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, dan Saturnus.
Seriusan deh itu jawabannya. Meskipun gue biasanya sering beler, tapi yang ini mah enggak kok.

Mereka bertujuh adalah benda-benda yang dapat cukup mudah diidentifikasi keberadaannya dengan mata telanjang. Bahkan gue saking seringnya duduk ngegalau dan mengamati di bawah langit malam bisa menemukan planet-planet itu tanpa teleskop, tanpa Stellarium, tanpa Google Skymap.
*matahari dan bulan mah kebangetan ya kalau ga ketemu --"*
:p

Kartun planet di tata surya, tidak sesuai skala

Kan jaman dulu belum ada teleskop. Trus benda-benda yang bersinar itu tadi (selain matahari dan bulan) pergerakan di tiap malemnya cepet banget gitu, ga beda 4 menit *anak astro pasti ngerti the power of 4 menit :p*, dan ga berkedip di waktu malam. Intinya mereka jadi mudah diidentifikasi karena beda gitu karakternya sama bintang-bintang lainnya.

Mungkin karena orang jaman dulu belum ada hiburan seperti lampu dan internet, akhirnya tiap malem yang mereka lakukan adalah mengamati langit. Itulah alasan mengapa astronomi dahulu sempat berkembang sangat pesat, secara malem-malem kalo ga ada kerjaan ya yang paling enak dilihat adalah langit. Itu juga alasan mengapa astronomi berkembang di daerah padang pasir sono, soalnya langitnya bersih.

Begitu..
Sekian Astrofact hari ini, Insya Allah akan disambung dengan Astrofact lain-lainnya. Kayaknya seru deh kalau gue bikin serial Astrofact, hehe.
Semoga bermanfaat.
:D

Selasa, 08 Februari 2011

Pemantik

Hei, Dik..
Gw cuma mau bilang makasih..

Lu itu ternyata pemantik..
Pemantik unik..
Mampu membuat gw belajar dengan cara yang gw senangi..

Semoga urusan lu untuk ke Manado selalu dipermudah olehNya..
Tapi jangan sampai lupa beresin sekret karena itu satu-satunya sekret yang gw punya.. *hehe*

Oiya, satu hal lagi,
Gw tunggu medali emas kebumian bulan Agustus 2011 nanti ya!
Gw tunggu ga cuma satu..
Dari mbak Pradana yang sibuk tapi gw yakin dia bisa membagi waktu, Natassa Adiputri..
Dan dari lu, Dimas Yunianto Putro..

Sabtu, 29 Januari 2011

31 Oktober 2009

Seandainya gw bisa, gw mau kembali pada tanggal 31 Oktober 2009.

Huffft..
Titik balik..

Ga akan gw sia-siakan hari-hari sesudahnya. Mungkin gw ga akan ikutan LKBB. Gw bakal belajar lebih giat..

Gw masih mau ke Bosscha!!!

Kamis, 13 Januari 2011

Hahaha

Bisa-bisanya lupa sama hal yang pengen gw kerjain di tanggal 9 Januari..

Hahahaha..

Klik di sini

Gagal deh ngeliat Pleiades berada posisi pecat sawed saat Matahari terbenam..
Gagal menanam padi..

Hahahahaha

Minggu, 12 Desember 2010

Hari yang Random

Tadi siang, setelah ga ngerti-ngerti tentang bab metabolisme, akhirnya nonton DVD di rumah. Ga tanggung-tanggung, filmnya tuh Petualangan Sherina.

Ujung-ujungnya, gw malah jadi flash back akan banyak hal..

Teringat sama aktivitas aneh di sekret yang kerjanya cerita-cerita tentang Petualangan Sherina. Diulang-ulang mulu. Gokilnya, ada yang hapal keseluruhan ceritanya dan udah kayak dubbing gitu deh. Seru. Aktivitas yang melahirkan nama Sherinatan, Sherindu, dan Sheririn.

Inget lagi sama kisah gw yang dua tahun berturut-turut nyanyi di perpisahan Gatot Kaca dan Rakit Bambu bareng anak-anak Vocsa, dan lagunya tuh lagu Sherina.

Teringat bahwa film ini yang menjadi motor gw buat les nyanyi waktu dulu.

Inget juga bahwa lebih dari setahun yang lalu gw pernah ke Bosscha. Foto-foto sama Cosmic, minus Zahra, di depan Bosscha.

Jadi pengen ke Bosscha lagiiiii..
Gimana caranya ya?

Pengen nyobain neropong pake Zeiss, teropong paling gede di Bosscha, yang diameter lensanya 60 cm. Saat field trip taun lalu itu gw belum tau bahwa ada jam Aries di sana, padahal kalo udah tau, kayaknya bakal gw samperin. Pengen malem-malem ke Bosscha yang katanya gelaaaaaaaaaap banget, ga ada polusi cahaya.

Saat lagi flash back gitu, iseng-iseng gw ngebongkar berbagai sms yang gw save.
Nemu sms nih. Dari Agung.
Pas banget..
Yang tentang apa ya kira-kira?
"Dil, gw nanya ke Koma, katanya lu peringkat ke-18 se-Jawa Barat waktu OSP kemaren. Gw peringkat ke-10"

:)
Lu emang lebih jago dari gw, Gung..

Begitu selese nonton film, tiba-tiba ibu nyamperin gw..
"Kak, kan TV yang di kamar Ibu akhirnya buat adek. Kakak mau motor atau teleskop? Kalo laptop mah insya Allah bakal Ibu beliin begitu keterima kuliah.."

:)
Terserah ibu aja. Ga usah juga ga apa-apa kok, Bu. Aku tau ibu udah nabung buat aku kuliah. Aku juga lagi nabung buat beli teleskop. Kalo motor mah, kan di rumah juga ada. Lagian kalo di IPB, kan angkot juga ada banyak..

Tadi sore, akhirnya belajar lagi buat ulum bio besok. Diajarin bab substansi genetika dan pola-pola hereditas oleh seorang dosen genetika reproduksi perikanan.

Bisa ditebak dengan mudah, tadi belajar alel letal resesif dengan ikan nila saddleback sebagai sampel serta belajar dominansi tidak sempurna dan kodominan dengan ikan cupang sebagai sampel.

Gimana nasib bab metabolisme?
Yaaaaah.. kan doa orang tua diijabah Allah, makanya tadi minta didoain biar besok keluarnya sedikit aja..
*emang paling bener*

Tadi, lagi-lagi "I Believe I Can Fly". Menerabas jalanan bolong dengan kecepatan lumayan tinggi karena keasikan ngeliatin Jupiter yang cuma berduaan doang sama bulan sabit yang cantik saat lagi naik motor sama ayah.

Selasa, 16 November 2010

:)

Bayangin gimana rasanya tangan kanan lu menjabat tangan seseorang, lalu tangan kiri lu merangkul bahu kanan orang yang berjabat tangan dengan lu. Di mana tangan kiri orang yang berjabat tangan dengan lu juga merangkul bahu kanan lu.

Lalu bibir lu tersenyum. Di saat yang bersamaan, mata lu berkaca-kaca. Begitu pula dengan orang yang sedang berjabat tangan dan berangkulan dengan lu.

Kemudian lisan lu meminta maaf kepada orang yang sedang berjabat tangan dan berangkulan dengan lu. Pada saat bersamaan, hati lu memaafkan dia..

Itu rasanya luar biasa banget :)

Dan tadi itu udah kayak tontonan gratis di deket kolam, sampai-sampai ditonton sama seluruh orang yang terlibat dalam kumpul PJ An-Naba saat itu..


Lu memang adik terhebat yang pernah gw temuin, Natassa Adiputri..

Dik, ayo semangat..
Emas kebumian 2011 menunggu untuk dibawa ke Smansa..
Bawa dua emas kebumian ke Smansa ya, barengan sama Dimas..

Sedangkan gw?
Gw dan Agung Inya Allah bakal jadi perantara biar nanti ada emas juga dari astro..

Minggu, 17 Oktober 2010

Matahari di Atas Kota Bogor

Berhubung Bumi memiliki kemiringan ekliptika sekitar sebesar 23.5 derajat terhadap Matahari, jadi sepanjang tahun, Matahari terlihat seolah mondar-mandir aja di sekitar 23.5 derajat LU dan 23.5 derajat LS.

Setelah gw melihat salah satu situs pengetahuan, gw mendapat info bahwa Bogor terletak pada 6.5 derajat LSWK.

Jadi, boleh kan gw berkesimpulan bahwa ada saatnya, dua kali dalam setahun, di mana Matahari berada tepat di atas Bogor.

Akhirnya, pada suatu hari, karena gw ga berhasil memecahkan soal matematika, pikiran gw melayang-layang, dan seolah mendapat ilham emang si Ilham anak siapa? gw menemukan sebuah cara perhitungan sederhana untuk mengetahui kapan Matahari ada tepat di atas Kota Bogor.

Awalnya gw sempet ragu apakah perhitungan gw ini valid atau enggak. Lalu gw sempat bertanya ke Agung, eh ternyata jawabannya ga nyambung, dia malah ngasih rumus untuk nyari tau berapa panjang siang kalo Matahari ada di atas Kota Bogor.

Akhirnya, gw bertanya ke tiga orang, yang setahu gw memang sangat jago dan lebih berpengalaman untuk masalah-masalah kayak gini, yaitu A' Elfan, Nur adhi, dan Pak Bas.

Akhirnya, inilah perhitungan gw :
(6.5 : 23.5) x (365.25 : 4)
Sangat sederhana, makanya gw sempet ragu ini valid atau enggak.

Jadi, 6.5 adalah letak Bogor, dari range 23.5 derajat. Trus 365.25 adalah waktu yang dibutuhkanBumi untuk berevolusi mengelilingi Matahari, dan 4 adalah Bumi melakukan 4 kali perjalanan sejauh 23.5 derajat dalam setahun, yaitu dari Equator ke Tropica Cancer lalu ke Equator lagi terus ke Tropica Capricorn dan akhirnya sampai ke Equator lagi.

Pokoknya, dari perhitungan di atas, gw mendapatkan angka 25.26.

Maksudnya, 25.26 adalah jumlah hari yang harus ditambahkan 23 September atau dikurangi dari 21 Maret.

Jadi, Matahari ada di atas Kota Bogor pada 25.26 hari sebelum tanggal 21 Maret dan 25.26 hari setelah 23 September setiap tahunnya.

Hal yang masih gw bingungkan selama ini adalah pembulatannya. Kalo secara matematis kan harus dibulatkan ke bawah, sehingga hanya 25 hari saja. Tapi kalo mau dipikirkan menggunakan logika, jika dilakukan pembulatan ke bawah, jadi sebenarnya Matahari belum berada di atas Bogor donk ?

Okeh, gw bingung..

Biar gampang, kita ambil 2 angka aja ya, 25 dan 26.

25 atau 26 hari setelah tanggal 23 September, dan 25 atau 26 hari sebelum tanggal 21 Maret.

25 atau 26 hari setelah tanggal 23 September ternyata adalah 18 atau 19 Oktober. Besok dan lusa coy. Insya Allah, besok dan lusa gw mau berdiri di Lapangan Dalam Smansa jam 12 siang untuk mengecek apakah gw memiliki bayangan atau tidak.

Lalu, 25 atau 26 hari sebelum tanggal 21 Maret adalah tanggal 23 atau 24 Februari (kalo tahun kabisat, berarti tanggal 24 atau 25 Februari). Ngecek lagi ah taun depan, Insya Allah :)

Minggu, 10 Oktober 2010

Malam yang Indah :)

Perizinan ke Ayah dan Ibu yang gampang banget, ga ada surat pula, padahal biasanya susahnya minta ampun..

Puluhan pasang mata berbinar..

Back sound "Ooooooooh.." dan "Subhanallah.." *hehe piss ya Digun dan Cak :p*..

Ilmu yang bermanfaat..

Adik-adik baru yang banyak..

Langit cerah tanpa awan..

Slide kedua yang akhirnya dihapus :p

Betelgeuse :)

Rigel..

Bellatrix..

Sirius..

Aldebaran..

Castor..

Pollux..

Pleiades..

Jupiter..

Semuanya sukses mengukir senyum sepanjang malam :)

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
QS Ar-Rahman : 13

Panitia Orbit, makasih banget yaa :)
Makasih banyak atas kesempatan indah ini..
Makasih udah jadi perantara untuk menyadarkan diri bahwa rencana-Nya memang selalu indah :)

Satu hal lagi, mohon maaf sebesar-besarnya kepada panitia Orbit jika belum berhasil menjadi narasumber yang memuaskan..

Kamis, 02 September 2010

Alasan Untuk Terus Tersenyum :)

Rabu, 1 September 2010..
Hhhhh..

1 September 2009
Di tengah regen Pandawa, selalu ada Tita yang menyemangati XXI dengan kalimat bijaknya,
"Ayo XXI semangat!! Hati boleh panas, tapi pikiran tetap dingin."

1 September 2009
Gw memasuki sebuah ruangan di mana gw mendengar kata-kata :
"..hanya kamu, kami, dan Allah.."
*Yang mengerti silakan tersenyum. Yang ga ngerti silakan mencari tahu :p*
Saat itu lagi-lagi gw dituntut untuk berkepala dingin serta berpikir sistematis dan bijaksana.

1 September 2010
Ke mana seluruh rasa optimis lu, Dil?
Ke mana seluruh ketenangan lu, Dil?
Kenapa susah banget sih untuk senyum?
Apa sih yang lu pikirin sampai bisa mood swing kayak gitu?

Dipicu pertama kali dengan perkataan Agung, yang seperti biasanya, ngeselin. Diperparah dengan beberapa hal yang nge-bete-in lainnya di hari itu. Dan yang menjadi pamungkas ialah Monox, yang seperti biasa, ngomong tanpa dipikir terlebih dahulu karena katanya dia cuma punya sumsum tulang belakang doang.
Sukseslah gw menghabiskan hari itu dengan kesel-keselan

Tadi subuh, setelah gw sahur dan shalat subuh, gw iseng-iseng ke luar rumah, gw menuju tempat yang ga terhalang sama pohon, trus gw memandang langit-Nya yang cantik.

Benda yang paling eye catching saat itu adalah bulan separo yang benar-benar berbentuk setengah lingkaran. Bulan separo itu udah cukup untuk membuat gw tersenyum pagi itu.

Iseng-iseng, mata gw jelalatan mencari-cari pola bintang yang kira-kira dapat gw identifikasi.

Lalu, terlihatlah tiga bintang itu. Tiga buah bintang yang membentuk satu garis lurus. Tanpa peta bintang, tanpa stellarium, tanpa buku atau apalah, gw bisa menyimpulkan, itu adalah sabuknya Orion..

Kalau bintang terfavorit gw adalah Antares dan letaknya di Scorpio, bintang kedua terfavorit gw adalah Betelgeuse, sang alpha di Orion. Beletgeuse adalah bintang ke-12 paling terang di langit malam.

Dengan mata yang sedikit terpicing dan otak yang berpikir keras mengingat letak Betelgeuse. Gw ingat bahwa Betelgeuse menempati posisi lengan kanan Orion. Gw juga ingat bahwa sabuk Orion adalah bintang delta, zeta, dan epsilon, yang tingkat kecemerlangannya ga beda jauh. Lalu mata gw jelalatan sedikit.

Ketemu!!
Eh, tapi ada dua..
Yang satu di 'atas' dan satunya lagi di 'bawah'
Satu hal, gw ga tau di mana tempat 'kepala' dan 'kaki' Orion kalau posisinya seperti yang terlihat oleh gw pagi tadi..

Mana Betelgeuse ya?
Oh iya, Betelgeuse kan warnanya merah, sedangkan Rigel, sang bintang beta, warnanya biru.
Oke!!
Ketemuuuuuuuuu!!!

Akhirnya gw bisa mengidentifikasi Betelgeuse sang alpha di bahu kanan, Rigel sang bintang beta ada di kaki kiri, dan Bellatrix si bintang gamma ada di bahu kiri.



Orion dari google
Subhanallah..
Cantik bangeeeeeeet :)



Lalu, gw langsung ngibrit masuk rumah, dan berkata-kata dengan muka semi-histeris,
"Ada Orion!!!!!!!"
Seketika, berakhirlah seluruh kegiatan yang sedang dilakukan oleh anggota keluarga gw. Ibu yang lagi bikin paper S3 langsung keluar, ngibrit, nyamperin gw. Ayah yang, kalo ga salah, sedang tilawah, langsung lari ke arah gw setelah menamatkan ayat yang sedang dibaca, sambil masih pakai sarung. Yang kasian mah adek gw, dia lagi mandi. Sayup-sayup gw ngedenger dia teriak :
"Iiiih Kakak mah.. kenapa baru ketemu sekarang?! Aku lagi mandi nih, ga bisa liat.."

Waw..
Subhanallah..
Saat kehidupan gw, dengan segala masalah yang terdapat di dalamnya, memberikan beberapa alasan untuk nyaris frustate dan depresi..
Allah, dengan segala kuasa-Nya, memberikan gw banyak cara untuk terus tersenyum.

"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"
Ar-Rahman : 13


Oh iya, satu hal lagi alasan untuk terus tersenyum. Dalam legenda Yunani Kuno dicertitakan bahwa Orion Si Pemburu dibunuh oleh Scorpio. Jadi, di langit malam tuh ga pernah terdapat Scorpio dan Orion pada saat yang bersamaan. Sebaliknya, saat ga ada Orion, maka terdapat Scorpio, dan saat ga ada Scorpio di langit malam, maka terdapat Orion.

Jadi, dua bintang kesayangan lu bakal bergantian setiap 6 bulan menemani lu tiap malam, Dil.
Dia selalu memberi alasan utuk terus tersenyum kok..
Makanya, selalu senyum ya, Dila..

Rabu, 11 Agustus 2010

Lagi-lagi Merasa Tertampar

Mumpung liburan, tadi pagi gw beberes kamar. Di samping itu, ada alasan aneh lain sih kenapa gw beberes kamar di hari pertama puasa ini, yaitu karena gw bisa demam kalo gw ga keringetan selama tiga hari oke, gw tau itu aneh, tapi ga usah komplain.

Di tengah kesibukan beberes kamar, gw menemukan dua buah map lagu waktu jaman gw masih les nyanyi. Lalu, gw buka-buka deh mapnya, dan gw akhirnya melihat lagu itu, lagu yang banyak banget kenangannya.
Ayun Langkahmu

Elfa Secioria

Ayun langkahmu
Sambut harimu
Mentari t'lah lelah menunggu

Gapai harapmu
Gapai citamu
Buanglah angan-angan semu

Dekaplah erat masa lalumu, kawanku
Dan rengkuhlah masa depanmu tanpa ragu

Pastikan pilihanmu 'tuk maju
Buanglah semua rasa putus asa

Dekaplah erat masa lalumu, kawanku
Dan rengkuhlah masa depanmu tanpa ragu

Pastikan pilihanmu untuk maju
Hidup penuh tantangan
Hadapilah rintangan
Tiada yang mudah di dunia

Kegagalan, keberhasilan manusia
S'lalu datang silih berganti

Jangan sampai kekecewaan di dada
Menahan ayunan langkahmu

Kenapa teks lagunya gw bold semua?
Karena semua kata-katanya itu penting dan ngena banget di keadaan gw sekarang. Dan ekstrem-nya, saat membaca dan meresapi teks lagu itu tadi pagi, gw bukan hanya merasa tertampar, tapi udah berasa digebukin.

Kenapa gw bilang itu lagu banyak kenangannya?
Karena saat nyanyi lagu itu bersama anak-anak Elfas se-Jabodetabek gw berkenalan dengan seseorang yang kini udah lulus dari Smansa Depok, berkenalan sama orang yang kini dia udah jadi mahasiswa di Fasilkom UI, berkenalan dengan seseorang yang ternyata jadi motivator terbesar gw ikutan astro.
Rama Dwiyana Putera
ini blognya

Jadi inget sms-sms antara gw dan Rama waktu sekitar Februari 2009, jamannya seleksi olim tingkat Smansa waktu gw masih kelas X
"Ram, doain gw ya! Gw mau ikutan seleksi olim di Smansa"
"Iya, amiin. Doain gw juga ya!! Tapi gw mah udah lolos tingkat Smansa. Emangnya lu ngambil pelajaran apa?"
"Gw ngambil mate, lu emangnya ngambil apa?"
"Beuh, susah mate mah, mendingan kayak gw dong, astronomi.."
"Emangnya astronomi gampang?"

"Ga gampang juga sih, tapi alhamdulillah taun lalu gw udah sampai nasional, walopun ga dapet medali. Makanya doain taun ini ya.."
"Ga gampang aja tapinya udah nyampe nasional. Emangnya astro belajar apa aja?"
"Belajar tentang bintang-bintang, planet, matahari, galaksi, pokoknya seru deh!! Yang paling serunya lagi tuh tes waktu OSN-nya malem-malem sambil neropong bintang."

Dan hasil olim tingkat Smansa waktu gw kelas X adalah, boro-boro gw olim mate tingkat kota, di tingkat Smansa udah ga lolos..
Gubrak

Sedangkan Rama, dia dapet perak nasional *eh, perak kan lu :p*

Ada satu hal yang mau gw sampaikan ke seorang Rama Dwiyana :
Ram, makasih banget sms lu sukses ngebuat gw penasaran sama astro.

Astro sukses mengubah hidup gw. Mengubah cara pandang gw. Mempertebal keimanan gw. Mengenal seseorang yang di saat bersamaan menjadi rival sekaligus partner. Membuat gw menemukan sahabat-sahabat sejati gw, yang ga pernah berenti-berenti men-support gw buat ikut astro. Mengerti tentang arti pengorbanan. Dan yang paling penting, menemukan dinamika dan daya tarik dari sederet ruangan yang berada di sisi paling utara Smansa :)

Semoga kuliah lu selalu dimudahkan oleh-Nya.
Semoga doa-doa lu selalu dikabulkan oleh-Nya.
Biar ilmu komputer dan astro lu bisa bermanfaat, lu nanti bikin software tentang astro aja *udah mulai ga nyambung*
Semoga dapat selalu menjadi bintang Alpha dalam konstellasi kehidupan apapun *kalo ada yang baca ini dan ga ngerti, makanya belajar astro :)*

Dan untuk lagu "Ayun Langkahmu" :
Oke, ini janji gw, gw bakal aplikasiin lirik-liriknya di kehidupan gw mulai dari sekarang.

Minggu, 25 Juli 2010

Belajar dari Matahari, Bulan, dan Antares

Ayo kita belajar!
Belajar ga harus dari buku aja kan?

Selama beberapa bulan belajar astro dengan cukup intensif, gw menemukan 3 buah objek yang senantiasa membuat gw bergumam "Subhanallah..". Sebenernya hampir semua objek dalam astronomi tuh amazing, tapi 3 benda ini tuh yang paling amazing menurut gw, dan gw bisa belajar banyak hal dari 3 objek ini..


Matahari

Apa sih hebatnya Matahari?

Matahari tuh cuma bintang berukuran 'kecil' dan suhunya 'dingin'. Diameter Matahari tuh 'cuma' 1,4 juta km. Suhunya permukaan Matahari 'cuma' sekitar 5500 K bandingkan dengan bintang-bintang yang berwarna biru bukan Ndu yang suhu permukaannya bisa mencapai 30.000 K. Massanya 1,99 x 10^30 kg. Kalo diibaratkan jadi manusia, Matahari tuh tergolong masih remaja, umurnya baru 4,5 miliar tahun.

Lalu, apa hal yang membuat Matahari begitu hebat di mata gw?

Matahari adalah bintang terdekat dari Bumi, 'cuma' 150 juta km. Cahayanya 'cuma' butuh waktu 8 menit 20 detik buat mencapai bumi. Tanpa Matahari yang terus ber-fusi di intinya, ga bakal ada kehidupan di Bumi ini.


Bulan

Emangnya Bulan kenapa?

Bulan adalah satelit alami Bumi yang mengorbit pada jarak 384.000 km.

Apa yang bikin Bulan jadi 'wah..' di mata gw?

Walaupun bulan ga memancarkan cahaya sendiri, tapi dia baik hati, di mau memantulkan cahaya Matahari buat kita di Bumi biar bisa melihat dengan jelas pada malam hari.


Antares

Apaan tuh?

Meskipun suhu permukaannya lebih dingin dari Matahari, yaitu sekitar 3000 K, Antares adalah bintang paling terang (alpha) pada konstelasi Scorpio [Alpha Scorpii].

Jaraknya dari bumi sekitar 400 tahun cahaya. Padahal dalam 1 detik, cahaya sudah menempuh jarak 300.000 km. Dengan kata lain, cahaya Antares yang sekarang terlihat adalah cahayanya pada zaman Perang Diponegoro *penting pan?*

Walaupun jaraknya jauh banget dari Bumi, tapi Antares adalah Bintang ke-16 paling terang di langit.

Kok bisa?

Tadi udah gw tulis bahwa jarak Bumi-Matahari tuh 150 juta km, sedangkan jari-jari Antares tuh dua kali kipat jarak Bumi-Matahari, 300 juta km. Dengan jari-jari sebesar itu, Antares menjadi bintang paling terang ke-16 di langit malam.

Masih ada satu hal lagi yang membuat gw banget-banget suka sama Antares. Meskipun gw belum pernah belajar tentang anatomi kalajengking, tapi gw perkirakan, dalam konstelasi Scorpio, Antares terletak pada jantung Scorpio.
Subhanallah..


Saya hanyalah salah satu dari orang-orang,
tapi saya adalah seseorang.
Saya tidak dapat melakukan segala sesuatu,
tapi saya dapat mengerjakan sesuatu.
.Dwight L. Moody.



Mohon maaf kalo terdapat kesalahan pada data, karena post ini dikerjakan tanpa literatur, hanya bermodalkan daya ingat gw yang rada mepet.

Kamis, 15 Juli 2010

Itu Bukan Cobaan, Itu Anugerah

Pengalaman adalah apa yang Anda dapatkan ketika Anda tidak mendapatkan apa yang Anda inginkan.
.Peribahasa Italia.


Setelah pernah nangis semalaman gara-gara ga lolos astro, gw juga akhir-akhir ini juga jadi sensitif ga jelas gitu deh. Hal-hal yang ga awalnya ga ada hubungannya sama sekali, bisa ngebuat gw tiba-tiba inget astro, trus ujung-ujungnya kerasa nyesek banget.

Contoh :
Ngobrol sama Ipol. Ipol kan Pradana. Trus tiba-tiba inget Bram gara-gara Bram juga Pradana. Ujug-ujug inget A' Elfan gara-gara dia juga Pradana. Ujung-ujungnya inget astro.

Contoh lain :
Ngedengerin lagu Sherina. Sherina kan syuting Petualangan Sherina di Bosscha. Inget astro lagi.

Memang otak gw ini rada aneh, entah terlalu kreatif ato justru bego sampe-sampe ga bisa ngelupain astro.

Nah, selama hari ini di Smansa gw bertemu banyak orang karena ada Sidang Angkatan. Setelah gw bolak-balik lt.1-lt.3 gara-gara nyari kunci pintu kelas yang di dalamnya terdapat tas gw selaku PJ MOPPP, gw terkapar di sekret DKM sambil makan bekal. Ga taunya ada A' Elfan, secara sekret DKM dan LSWK sebelahan.

Ternyata A' Elfan minta diceritain tentang OSP lalu.
Yaaaaaaaaah.. ini mah ujung-ujungnya gw nyesek lagi..

Setelah itu, gw ke altar buat duduk-duduk ngobrol sama XXI tercinta. Lucu juga ngeliatin peserta MOS yang minta tanda tangan ke PJ, Co.PJ, Co.Co.PJ, dan POSKO. Eeeeeh.. ada beberapa yang nyasar ikutan minta tanda tangan ke gw.

Berhubung gw terlalu asik menikmati aktivitas para peserta MOS yang kayaknya shock banget ngeliat para POSKO diledek-ldedekin sama PJ, sampai-sampai gw lupa waktu dan belum shalat Ashar, padahal udah jam 4 kurang.

Akhirnya gw ngibrit ke dalem Smansa dan melangkah lebar-lebar, berhubung saat itu gw memakai rok pendek, untuk segera ke mushala. Saat sampai di tangga yang deket taman, gw ngeliat Teh Tuti, Agung, Zego, dan lupa siapa lagi *hehe* sedang duduk-duduk. Gw berjalan ke arah mereka dan mengucap salam serta menyapa. Saat mau lanjut berjalan ke mushala, eh ternyata Teh Tuti mengemukakan suatu topik..
Teh Tuti : Mumpung ada Dila sama Agung, gini nih, Tuti tuh punya temen, bintang, dia tuh terang, bersinar sendirian..
Gw : Tau kok, Teh. Itu Jupiter.
Agung : *muka sinis khas Agung* Emang paling tau si Dila mah..
Gw : Yeee.. gw kan pembaca blog Teh Tuti.
Teh Tuti : Jadi, bintang itu tuh sinarnya terang, sendirian, ga berkelip.
Gw : Iya, Teh. Itu Jupiter..
Agung : Iya, Jupiter.
Teh Tuti : Oooooh.. itu Jupiter, ternyata bukan Bintang Tanpa Nama..
Lalu Teh Tuti tersenyum. Terlihat bahagia karena berhasil 'berkenalan' dengan 'teman'nya.

Lama setelah itu, gw pulang ke rumah.

Setelah shalat Maghrib, gw dan Ayah duduk-duduk di teras. Berhubung hari masih rada hangat, gw jalan-jalan iseng keliling kompleks sama Ayah. Saat sedang berjalan, terjadilah dialog antara gw dan Ayah.
Ayah : Kak, dari sejak kecil Ayah bingung, kenapa bintang katanya terbit lebih cepat setiap hari? Trus, kenapa bulan justru terbit lebih lambat? Padahal kan bulan letaknya lebih dekat ke bumi..

Lalu, gw menjelaskan ke Ayah dengan bahasa santai yang mudah dimengerti. Ternyata selama ini Ayah udah nyari-nyari literatur dan masih ga terlalu ngerti tentang masalah itu.

Setelah gw menjelaskan dengan bahasa yang mudah dan disertai contoh, yakni Ayah sebagai matahari, gw sebagai bumi, dan adek gw sebagai bulan, lalu kita bertiga muter-muter di ruang keluarga, akhirnya Ayah ngerti dan tersenyum bangga sambil melihat ke arah gw.

Melihat orang lain tersenyum karena perbuatan kita, hampir sama rasanya dengan senyum kita ketika berhasil.
.Fadila.

Allah mengizinkan gw belajar astro bukan untuk menjatuhkan gw dengan cara menggagalkan gw dalam olim.

Allah mengizinkan gw belajar astro untuk membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan dari orang-orang di sekeliling gw yang gw sayangi.

Allah mengizinkan gw belajar astro untuk mempertebal iman gw, karena gw menyadari bahwa sampai detik ini belum ada satupun teleskop yang berhasil menemukan ujung dari jagad raya ini.

Allahu akbar.
Rencana-Nya memang selalu indah :)

Kamis, 03 Juni 2010

Olimpiade Sains Provinsi

Rasanya, gw pengen nyodokin rasi Pleiades ke idung yang bikin soal.. Susah bangeeeet..

Pikiran gw udah dua hari ini random mulu, sering tiba-tiba flash back ke masa-masa OSP, kadang-kadang fokus sama kehidupan yang sekarang sedang dijalani..

Soal OSP Astro tuh 20 soal pilihan ganda dan 6 soal essai. Tidak ada pengurangan nilai dan boleh menggunakan kalkulator. *penting pan*

Haduuuuh, daripada gw loncat-loncat ceritanya, mendingan gw menceritakan pengalaman gw mengenai 'seseorang'..

Jadi gini, tersebutlah seseorang anak SMA Negeri dari Bekasi. Ia merupakan anak yang telah memperoleh medali pada OSN Astro taun lalu. Nama panggilan gaulnya merupakan sebuah tanda baca, untuk mempermudah, kita sebut saja Titik. Karena memperoleh medali pada OSN, otomatis Titik mengikuti Pelatnas untuk bidang astronomi.

Hal yang bikin gw jiper, si Titik menggunakan jaket Pelatnas saat OSP kemarin. Tampak belakang jaketnya adalah sebuah lingkaran yang disekelilingnya ada tulisan "Tim Olimpiade Astronomi Indonesia", lingkaran tersebut berwarna merah-putih dan di dalam lingkaran tersebut ada gambar sebuah teleskop, di bawah lingkaran tersebut ada 5 cincin warna-warni yang merupakan lambang olimpiade. Di lengan kirinya ada gambar merah-putih yang di sekelilingnya ada tulisan "Astronomi Indonesia"
[Kebayang ga bentuk jaketnya? Kalo ga kebayang, yaa nasib..]


Pokoknya, jaket itu sungguh ngebuat jiper. Gw nge-down abis begitu liat jaketnya..

Ternyata, ke-jiper-an gw belum bisa berakhir. Hal yang ngebuat gw shocked, ternyata DIA DUDUK DI DEPAN GW selama tes..

Oooh..
Gw bener-bener jiper se-jiper-jiper-nya gw bisa jiper saat itu..
Tiba-tiba gw ngerasa bego..

Setiap kali gw frustate saat ngerjain soal, gw akan mendongak sejenak untuk melemaskan leher. Lalu, saat leher gw sedikit tegak, gw akan melihat jaket keramat si Titik itu. Langsung aja buru-buru gw nunduk lagi. Melihat jaket itu dapat membuat gw lebih frustate dibandingkan dengan melihat soal tes.

Lalu, saat mengerjakan soal, ada sebuah soal yang [kalo ga salah] berbunyi seperti ini :
Pecat sawed (bahasa Jawa) adalah masa di mana matahari berada pada deklinasi 50 derajat di timur. Pada masa itu petani di Jawa melepas bajak dari kerbaunya (pecat sawed) untuk beristirahat sejenak. Jika suatu hari saat matahari terbenam pukul 18.30 rasi Pleiades (asensiorekta : *gw lupa*; deklinasi : *gw lupa*) berada pada posisi pecat sawed, saat itu petani akan menanam padi. Tentukan kapan terjadinya (tanggal dan bulan) jika diketahui petani tersebut berada pada 7 derajat LS dan 110 derajat BT!
Drrrt.. drrrt..
Ziiiinnnnngg..
Otak gw nge-hang..

Seusai tes, dengan sok akrab ato emang akrab? Agung nanya ke si Titik tentang soal tadi. Tanpa gw duga, Titik menjawab seperti ini :
"Kalo gw ga salah ngitung, gw nemuin kok, tanggal 9 Januari"
Buseeeeeeet dah ni anak dikasih makan apa ama nyokapnya?

Setelah itu, gw, Agung, dan Mario (anak SMAN 3 Bogor, yang lolos astro juga) kerjaannya ngomongin 9 Januari melulu.

Saking ngelamunnya, gw sampe ngomong gini :
"Liatin aja, Gung, nanti gw nanam padi tanggal 9 Januari"
Eeeeh, malah si Mario ketawa ngakak puas banget..

Oya, selama 2 hari bersama *ceilah*, ada sebuah kata baru yang lama-lama menjadi tidak memiliki arti, yaitu "Sombong".

Demi nama baik anak-anak yang mewakili untuk mengharumkan nama Kota Bogor, gw samarkan nama-nama pelakunya, gw hanya mencantumkan mata pelajarannya aja..
Oknum 1 *Kebumian* : Eh, nilai-nilai lu gimana selama persiapan OSP ini? Masa gw remed geografi..
Oknum 2 *Komputer* : Gw ga remed komputer dooooonk!!
Oknum 1 *Kebumian* : Huuuuuuu.. SOMBOOOOOONG!!!
Korban 1 *Komputer* : *muka desperate* Nilai gw tetep jelek-jelek aja selama OSP..
Oknum 1 : Huuuuuu.. SOMBOOOOOONG!!!!
Gubrak..
Hahaha..
Sumpah, kasian parah si Korban 1

Masih berlanjut, ternyata si Oknum 1 ini jail luar biasa..
Korban 2 *Astronomi* : Eh, jalan-jalan yuuk!! Keluar hotel..
Oknum 3 *Astronomi* : Ayo atuh!! Eh, lu pake sepatu?
Korban 2 *Astronomi* : Iya, gw ga mau pake sendal..
Oknum 1 *Kebumian* : Ga mau pake sendal!! SOMBOOOOOOOONG!!!!
Ckckckck..
Ga berenti ketawa bareng mereka..

Masih ada lagi..
Banyak malah..

Memang, si Oknum 1 ini ga ada matinya. Kali ini duet mau bersama Korban 1 yang kini berubah menjadi Oknum 4, bekerjasama untuk lagi-lagi menjadikan Korban2 sebagai korban..
Oknum 4 *Komputer* : *ngomong ke Korban 2* Heh, lu makan cuma segitu?! Ga pake nasi..
Oknum 2 *Komputer* : *ngomong ke korban 2* Iya tuh, pake ayam gitu, apa kek..
Korban 2 *Astronomi* : Gw alergi sama daging ayam..
Oknum 1 *Kebumian* : Alergi daging ayam!! SOMBOOOOOONG!!!!
Ga jelas..

Lama-lama makin ga jelas.
Si Oknum 1 ini memang parah, dan konyolnya, diikuti oleh anak-anak lain..

Ini ada beberapa kalimat absurd yang yang terlontar selama 2 hari yang berkesan itu..
"Ga mau mandi gara-gara dingin!! SOMBOOOOONG!!!!"
"Ga bawa sendal jepit!! SOMBOOOONG!!!"
"Dapet duit Rp 350 ribu dari sekolahnya!! SOMBOOOONG!!!"
"Ga dapet duit sama sekali dari sekolahnya!! LEBIH SOMBOOOOOONG!!!"
"Tidur ngorok!! SOMBOOOOOONG!!!"



Yaa Allah..
Semoga kami ber-24 dari Bogor dapat kembali bersama dalam pesawat yang menuju Medan pada awal Agustus nanti..
Amiin..

Rabu, 12 Mei 2010

FOKUS!!

Yaa Allah..
Tolong bantu aku untuk menjaga hati ini
Agar dapat selalu berada di koridor-Mu
Jangan biarkan rasa ini tercurah lebih banyak kepadanya dibandingkan kepada-Mu

Yaa Allah..
Di H-20 ini, tolong alihkan fokusku darinya
Tolong alihkan fokusku ke ciptaan-Mu yang lain
Yang juga dapat membuatku tersenyum seraya bertasbih bila melihatnya


Walaupun siswa Subang bebas dari tugas dan ulangan sampai olim provinsi..
Walaupun siswa Bekasi mendapat dispen sekolah full selama 2 minggu sebelum olim provinsi..
Sedangkan siswa Bogor tidak jelas nasibnya.. *curcol*

Tapi Dila, inget kan sama janji lu?
Janji terhadap diri lu sendiri
Janji untuk memberi hadiah ulang tahun ke-17
Hadiah untuk diri lu sendiri
Yaitu, pernyataan berhak ikut serta sebagai peserta Olimpiade Astronomi Tingkat Nasional


"Hidup itu butuh pengorbanan
Kalo ga mau berkorban, yaaa ga usah hidup"
.Khairunnisa.


FOKUS DILA!!



Yaa Allah..
Engkau Maha Mengetahui
Aku percaya Engkau Maha Penepat Janji

Selasa, 04 Mei 2010

Untitled

Ga kerasa, udah 2/3 waktu gw di Smansa terlewati. Hari ini gw nyanyi bersama Vocsa buat perpisahan Aa Teteh Rakit Bambu di Braja Mustika. Seperti taun lalu, gw nyanyi waktu lagi pada salam-salaman sama guru-guru.

Kesan gw selama dua tahun seperti ini adalah "Suara gw abiiiis.."

Setelah selese nyanyi, gw dapet konsumsi Hokben+minuman kesukaan gw yaitu air putih..
Alhamdulillah, minumnya air putih..
Bukan bermaksud untuk tidak bersyukur, tapi taun lalu mah horor, setelah nyanyi lama banget, akhirnya selese dan dapet konsumsi yaitu KFC, which mean minumannya adalah Pepsi. Hal itu dengan sukses ngebuat gw susah ngomong gara-gara serak selama dua hari.

Lagu yang gw nyanyiin taun ini adalah lagu "Terimakasih Guruku" dan lagu yang ada di film Petualangan Sherina yang liriknya kayak gini :
Bila kita dapat memahami
Matahari menemani kita dalam kehangatan
Hingga sang rembulan bersenandung
Meninabobokan seisi dunia
Dalam lelap setia
Tanpa terpaksa

Bila engkau dapat mengerti
Sahabat adalah setia
Dalam suka dan duka
Kau kan dapat berbagi rasa untuknya
Begitulah seharusnya jalani kehidupan
Setia.. Setia..
Dan tanpa terpaksa

Mengapa bintang bersinar
Mengapa air mengalir
mengapa dunia berputar
Lihat s'galanya lebih dekat
Dan kau akan mengerti

NB : gw ga tau judulnya apa

Berhubung ada 10 kelas yang salam-salaman, gw cuma berhasil fokus dan konsentrasi sampe kelas XII IPA 5 doang. Begitu A' Bani [sebagai orang terakhir dari barisan XII IPA 5] selese salaman, pikiran gw langsung nge-blank entah kemana. Gw nyanyi sambil ngelamun..

Sampai pada lagu Sherina itu, gw ngerasa kayak dibangunin tiba-tiba dari mimpi. Gw langsung sadar sepenuhnya. Pikiran gw seolah memutar film "Petualangan Sherina" dengan versi cepat di kepala gw, dan terhenti pada sebuah tempat yang akhir-akhir ini sering diingatkan oleh orang-orang di sekitar gw, yaitu BOSSCHA.

Oh iya, ada satu hal yang terlintas di kepala gw hari ini setelah ngeliat Teh Tuti, Teh Nisop dan Teh Uji difoto bersama oleh Teh Fia, yaitu Last Ceremony taun depan gw mau foto bareng 9DH [minus Ayu] sambil pake LDH.

Senin, 03 Mei 2010

H-29

H-29
For the next battle..

Dila ayo semangaaaat!! ^^9

Setelah bingung gara-gara ga muncul-muncul pelatihan resmi Astronomi dari Kota Bogor, tadi siang, gw menerima sebuah sms :

Smansa A' Elfan

Dila, tadi gw ke Smansa dan ketemu Pa Nurmawan, gw diminta lanjutin ngelatih..
Masih pada mau dilatih ga?..


Alhamdulillah..
Akhirnya, setelah 'terlantar' oleh Kota Bogor, ujung-ujungnya dilatih sama A' Elfan lagi..





Yaa Allah..
Aku percaya, bahwa Engkau Maha Penepat Janji

Minggu, 25 April 2010

Subhanallah..

Subhanallah..
Subhanallah..
Subhanallah..
Cantiknya langit malam-Mu akhir-akhir ini..

Yaa Allah..
Terima kasih telah mempertemukanku dengan sebuah ilmu yang sangat indah
Ilmu yang Insya Allah dapat terus memepertebal keimananku pada-Mu
Ilmu yang dapat membuatku bertasbih manakala menemukan sebuah besaran di luar akalku
Ilmu yang membuatku bersyukur memiliki mata untuk dapat melihat keindahan langit malam-Mu

Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari (malam) itu, maka seketika itu mereka (berada dalam) kegelapan,
Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan (Allah) Yang Maha Perkasa, Maha Mengetahui.
Dan telah Kami tetapkan tempat peredaran bagi bulan, sehingga (setelah ia sampai ke tempat peredaran yang terakhir) kembalilah ia seperti bantuk tandan yang tua.
Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya.
(Yaasin : 37-40)




Oh iya, beberapa waktu lalu gw pernah blogwalking dan menemukan sebuah blog milik seorang anak SMA di Depok. Orang tersebut juga ikutan olim astro. Di blognya, kalo ga salah, dia bercerita bahwa orang-orang yang udah lolos tingkat provinsi (Jawa Barat) dan akan melaju ke tingkat nasional, mendapatkan pelatihan astro di Bosscha..

Ya Allah, semoga aku dapat berlatih astro di Bosscha tahun ini..
Amiin Ya Rabb..

Teman-teman, kalo misalnya gw lagi males belajar astro, tolong ingetin gw pake keyword "BOSSCHA" yaa ^^..
Makasiiih..


BOSSCHA.. HERE I COME!!!