Sabtu, 19 Mei 2012

Smansa Day 2012; Welcome Home

 
Smansa Day 2012
Welcome Home

Itu adalah kata-kata yang ada di atas Gerbang Dalam Smansa hari ini.

Gw ga bisa berkata apa-apa mengenai tagline itu karena hari ini gw sebenar-benarnya merasa pulang. Dikelilingi orang-orang yang berperan dalam pembentukan karakter diri gw. Dikelilingi oleh orang-orang yang gw tau bahwa mereka sayang gw. Dikelilingi oleh orang-orang yang tau bahwa gw sayang mereka. Dikelilingi oleh keluarga terindah gw, Smansa :)

Bermula dari gedung abu-abu di Jalan Ir.H. Juanda nomor 16 Kota Bogor. Persis di seberang Istana Bogor, yaaa sebenernya sih Kebun Raya. Dan itu adalah tempat bermulanya banyak hal. Terlalu banyak hal.

Kalo gw ga masuk Smansa..
Akankah gw bertemu orang-orang itu?
Akankah gw mendapat tamparan-tamparan itu?
Akankah gw mengalami manuver-manuver gila itu dalam hidup gw?
Akankah gw dipertemukan dengan momen-momen bersejarah itu?
Akankah gw memiliki keluarga-keluarga itu?

As usual, closing Smansa Day ga lengkap tanpa adanya band alumni terfavorit sepanjang masa, Jelang UAN. Dengan jingle favorit..
A-ku cin-ta SMA S-A-T-U

Dan tadi ngebawain Mars Smansa..
Di Jalan Juanda berdiri megah
Itulah sekolah kita bersama
Majulah pelajarnya semua
Bak pemuda bangsa nan jaya
Nyatakanlah semangat
Keluarga SMA
Kita kan serukan
SMA Negeri 1 Hidup

Meskipun dipelesetin sih tadi.

Tahun lalu kalo ga salah ada Hymne Smansa..
Puji syukur pada-Mu Tuhan
Atas s'gala lindungan
Sinar dan cahaya-Mu
S'lalu terangi jalanku
Kami siswa SMA 1
Takkan redup berpijar
Demi cita bangsaku
Jayalah SMA 1
:)

Bagi gw, closing Smansa day selalu menjadi salah satu momen di mana gw ngerasa cinta Smansa banget banget. Tunggu tanggal mainnya, MOS Smansa, momen yang jauh lebih bisa membuat gw merasa cinta Smansa banget banget.


Hidup SMANSA
Aku cinta SMANSA
Angkatan Rantai Emas, Juli 2011

Jumat, 18 Mei 2012

TPB Fresh Care (Part 1, TFC dan Kerusuhannya)

Salah satu acara insidentil BEM TPB kabinet Madani adalah agenda dari Departemen Soskemah, TPB Fresh Care (TFC), dengan ketua panitia Salman Fajri, yang memiliki inisial sama dengan temannya salah seorang teman. TFC ini berlangsung dari tanggal 22 hingga 28 April oke, gw tau post ini udah telat kabina-bina. Pada tanggal 22 April dibuka dengan acara Jalan Sehat muterin IPB sambil mungutin sampah dan pada tanggal 28 diakhiri dengan acara 'Andai Aku Menjadi Faspro', bersih-bersih lapangan parkir GWW yang subhanallah sampahnya banyak sekali.

Rangkaian acara TFC ini dibuka dengan Jalan Sehat pada hari Minggu. Gw naik motor sambil ngebonceng anak Mita (ARL 48, Rusun lt.5, departemen Fokustik) sang PDD yang duduk ngadep belakang untuk foto-foto. Sehat banget dah itu gw -____-"

Awal mulanya banget, di TFC ini gw ditempatkan sebagai staff divisi Pohon Harapan dengan Lusi sebagai koordinator. Lalu secara semena-mena Delmar menarik Lusi menjadi koordinator Acara Pusat dan gw 'naik' jadi koordinator divisi Pohon Harapan. Merasa masih butuh SDM, akhirnya gw pun ditarik Delmar menjadi koordinator Acara Pusat bareng Delmar dan Lusi, dengan tetap harus bertanggung jawab terhadap dunia pepohonan itu.

Ada beberapa insiden antara gw dengan pohon di depan RK OFAC yang akan dijadikan Pohon Harapan. Mulai dari rok yang terangkat karena tersangkut ranting pohon, bahu yang ketiban dahan pohon, dan kerudung yang nyangkut di ranting pohon.
Salman : *muka ga abis pikir* Ya ampun, Dil, lu bermasalah banget dah sama pohonnya.
Delmar : Lu belom minta izin kali, Diiiiil..
Gw : Minta izin sama siapa coba? Kan itu dahan pohon yang udah jatoh.
Delmar : *muka sok horor* Minta izin sama Si Mbah-nyaaaa..
-______-"

Termasuk ember Ferdika yang dijadikan pot untuk pohonnya..
Ratih : Udaaaaaaah, untuk pot ini pake ember Ferdika aja
Semua cangak karena Ferdika termasik tipikal orang yang baik hati dan rajin menabung, sedangkan Ratih adalah tipe-tipe orang yang salah asuhan.
Ratih : Udaaaaaaaah, mumpung Ferdika ga bisa marah
-_______-"

Di acara TFC ini juga ada stand yang terletak di Node X Fahutan yang kini jadi akses bolak-balik RKU dan CCR. Node X Fahutan itu kotoooooooooor banget. Hari Minggu sore seusai JJS, beberapa panitia nyapu-nyapu dan beberes di Node X Fahutan. Gw yang cupu banget skill-nya dalam urusan sapu-menyapu, masa iya gw mengayunkan sapu secara ngasal dan tetep aja sapuan gw membawa debu yang lumayan banyak.

Hari Senin pagi-pagi Ratih dan Salman ngepel Node X ini. Lebih tepatnya Ratih yang ngepel dan Salman memberi dukungan doa. Karena Node X ini akses bolak-balik, hasil pel Ratih juga diinjak-injak kembali oleh orang yang bolak-balik.
Salman : Eh, si Ratih udah ngepel Node X malah diinjekin orang lewat.
Ratih : Itu gw udah ngepel capek-capek tapi diinjekin orang. Gw pelototin orangnya eh tapi ga ngerasa. Yaudah lah gw pel lagi.
Gw, Delmar, Lusi, dan bebebrapa orang lain cuma bisa ketawa-ketawa aja diceritain Salman dan Ratih.

PJ divisi stand di Node X ini namanya Amir, Amiril Mukminin. Pada malam Senin seusai beberes Node X Fahutan pada sore harinya, gw nge-sms dia panjang lebar nanyain stand, apa aja keperluan dekor yang bisa gw bawain dari rumah, sampai nanyain ember Ferdika. Lalu dateng sms balasan..
Eh, ini apa, Dil?
Ternyata eh ternyata, gw meng-sms ke Amir yang salah. Gw meng-sms Muhammad Amir Fauzi. Tidaaaaaaaaaaaaaak. Itu salah kiriiiiiiiiiiiiiim. Bodoh bangeeeeeeeet. Cangak cangak deh Amir nerima sms tentang ember Ferdika. Mungkin dalam hatinya dia berkata 'Ferdika itu siapaaaaaaaaaah?!?!'.

Stand di Node X Fahutan ini berlangsung sepanjang minggu, dari Senin hingga Kamis dan gw tiap hari setor muka di stand ini. Bahkan hari Kamis seusai praktikum gw sempet-sempetnya numpang tidur hampir 2 jam sambil nungguin kelas berikutnya dan katanya sih dibilang cantik sama Badar.

Di Node X itu ada Pohon Harapan penuh masalah yang jadi center of attraction. Harapan yang ditulis orang-orang di situ banyak yang fail paraaaaaaaah. Beberapa yang absurd dan labil difoto dan dipost di blognya Delmar. Ada yang harapannya biar jadi friend Einstein di FB. Ada yang harapannya galau, semoga menemukan tulang rusuk yang sesuai. Ada juga yang harapannya semoga Pohon Harapan itu berbuah.

Di pinggir-pinggir Pohon Harapan, ada stand yang kosong dan malah jadi tempat nongkrong anak-anak BEM. Menurut gw sih itu seru, bisa mengenal anak-anak BEM yang lain dengan lebih dekat, secara selama ini gw ketemunya kalo ga sama anak Secret lagi yaaa sama pengisi Rapim lagi. Paling banter ketemu sama pengisi Forum Sekretaris.

Salah satu stand di situ ada yang jual kaktus. Dan hal paling unik adalah ada temen gw yang galau karena kaktus. Oh meeeeeeeen. Baru tau gw ada galau karena kaktus.

Di stand nganggur yang malah diisi sama anak-anak BEM itu gw pernah nangkring di situ seharian. Makan dari makanan danusan dan minum juga dari minuman danusan. Seharian itu gw kalo ga makan puding, risol, atau donat coklat Bateng dan minumnya Teh Botol Sosro. Kesemuanya itu produk danusan.

Danusan yang udah sebegitu banyak ternyata keuangan TFC masih defisit hingga hari penutupan. Bagaimana kisah ngedanus paling fail sedunia? Tunggu ceritanya di post berikutnya.

Minggu, 13 Mei 2012

Pulang

Gw sakit (lagi) sejak hari Rabu sore. Dari gejala yang dirasakan, sepertinya sih ini tifus. Tapi demi rasa optimis di dalam diri, gw keukeuh berkata ini namanya gejala tifus.

As usual, kalo gw ngerasa ga enak badan dikit ya langsung pulang. Nah, tadi malem, saudara gw yang berdomisili di Ciawi ngabring menjenguk ke rumah.

Anak sulung dari saudara gw yang di Ciawi itu anak Smansa, Benteng Batu, namanya Fajri Muhammad. Sekian lama ga ketemu Aji, dia jadi makin diem aja, mungkin dampak galau kuliah. Dan ternyata juga makin bijak..
Aji : Kak Dila, harus cepet sembuh ya. Sabtu depan siap-siap pulang ke Smansa, dateng ke Closing Smansa Day..
Lalu gw mengalami apa yang sering disebut sebagai fereezing moment, bahasa lokal-nya mah momen cangak.
Pulang?
:')
Ya, pulang..

Pulang ke Jalan Djuanda nomor 16, di seberang Kebun Raya.
Pulang ke Kotak Sabun, Kotak Sabun yang buihnya tak pernah habis.

I wanna go home sooooooooooon :')

Minggu, 29 April 2012

TPB Cup, Bisa!!

Post ini sebenernya udah telat 2 minggu. TPB Cup 2012 diadakan oleh Departemen BOS BEM TPB Kabinet Madani, berlangsung hanya 4 hari, dari Kamis hingga Minggu, tanggal 12-15 April 2012. Mata lomba yang diadakan meliputi basket (putra-putri), voli (putri), futsal (putra), catur (boleh putra atau putri), dan estafet (1 tim 4 orang, 2 putra&2 putri).

Salah satu hal tidak berbau olah raga yang dilombakan di TPB Cup tahun ini adalah lomba Jingle TPB Cup, yang niatnya sih mau dipatenkan untuk jadi jingle TPB Cup ke depannya. Awal reff lagu ini selalu terngiang-ngiang di kepala gw sejak pertama kali mendengarnya..
TPB Cup, Bisa!!

Dengan ajaib, lagu itu dibikin koreo-nya oleh panitia TPB Cup dan ada sesi di mana panitianya nari-nari saat opening. Koreonya seru banget daaaah, udah kayak koreo Theme Song MPKMB, jingkrak-jingkrak rusuh. Seluruh penarinya(?) para wanita. Eh tapi tunggu, ternyata ada satu cowok nyempil, paling depan pula, paling rusuh, paling petakilan, paling hiperaktif. Siapakah dia, saudara-saudara? Ternyata dia adalah Udin, Imam Sholahudin, sang Kadep BOS. Ohmaigaaaaad, Udiiiiin -_____-"

Kali ini gw ga akan bercerita tentang Udin, lagian ngapain juga gw cerita tentag Udin? Kali ini gw akan berserita mengenai suka-duka serta ketidakwarasan TPB Cup yang gw alami. TPB Cup ini gw akui membuat gw kenal temen-temen lain di Q07 yang ternyata sama aja ga beresnya kayak Q08. Ada Febi yang namanya diubah semena-mena oleh Naura-Osy menjadi Pedro. Ada juga Alif yang lagi-lagi oleh Naura-Osy diubah menjadi Santiago dan Opi jadi Ana. Plis deh, 'Amigos' itu film jaman kapaaan -____-"

Saat praktikum biologi beberapa minggu yang lalu, dengan pasrah Ferid berkata bahwa mentok-mentoknya palingan dia yang bakal dijadiin pelatih basket putri, bareng Baskara. Selanjutnya, Rizal dengan muka meyakinkan mengajukan diri menjadi pelatih voli. Ternyata eh ternyata, Rizal dulunya adalah ketua voli dan dia asal SMA-nya sama kayak Delmar..
"Kalo sampai kelas lu ga juara voli mah awas aja, Dil"
.Delmar Zakaria Firdaus.

Latihan voli beberapa kali di lapangan voli belakang Rusun. Di deket situ ada solokan yang kedalamannya sedikit lebih tinggi dari gw dan airnya rada-rada ijo berlumut gitu. Setiap ada bola yg mental terlalu tinggi atau sebangsanya, hal yang paling kita takutkan adalah jika bola tersebut masuk solokan karena malesin banget ngambilnya, harus pakai pengki dan kayu segala. Dengan kemampuan membiaskan makna 'perempuan harus dilindungi', kita semua semena-mena minta tolong ke cowok yang ada untuk ngambilin bola voli naas itu.

Pernah suatu kali bola masuk solokan, saat itu cowoknya ada Febi dan Alif, mereka mau-mau-enggak-enggak gitu ngamblinnya. Akhirnya dengan kekuatan bulan *lu kata Sailormoon, Diiil* Opi terjun(?) oke itu lebay, Opi turun ke solokan yang dalamnya setinggi badan gw untuk mengambil bola voli, dan terjadilah percakapan maha absurd..
Yang cewek-cewek, termasuk gw : Iiiih, Opiiiii, ga usah, Piiiii..
Opi : *muka setengah bete* Atuh ini ga ada yang mau ambil..
Naura : *muka lebay, menatap Febi dengan nanar* Pedro, kamu rela Ana yang ngambil bola?
Febi : *muka najong* Ana, jangan, Ana..
Opi : *makin masuk solokan dengan muka kesel tapi nahan ketawa*
Febi : Anaaaa, jangan lakukan ituuuuuuu
Sarap..
Akhirnya Febi yang masuk solokan untuk ngambil bola.

Ada juga Hafiz yang ga abis pikir karena dia udah berkali-kali ngambilin bola yang jatoh ke solokan mulu..
"Ya kali, kalo bola mental, refleks-nya tuh lari ngejar, jangan teriak"

Opening TPB Cup menjadi ajang pembukaan lapak baju tim Q07-Q08. Meylinda udah ngamparin baju di tribun dan setiap ada yang dateng untuk minta baju bakalan dia tagih uang dulu untuk ngelunasin.

Pertandingan perdana kelas besar gw adalah malam har i setelah pembukaan, Futsal melawan kelas S lupa entah berapa. Pedro Febi jadi kiper dan kita kalah tipiiiis 4-3, padahal kelas S itu minim akan sumber daya pria karena itu anak-anak SKPM dan IKK, yang notabene IKK cowoknya cuma 2 di angkatan 48 ini. Coba badingin sama kelas Q yang ada Fateta dan FMIPA, TMB aja cowoknya 99, ceweknya cuma 19. Para lelaki kelas besar gw itu, kalo kata Rizal, ternyata rata-rata mainnya defend, lah kagak ada yang nyerang -_____-"

Kekalahan futsal itu membuat tim voli jelita kelas gw berlatih keras untuk pertandingan voli di keesokan harinya. Uyeeee, ternyata menaaaaaang meskipun harus pake babak tambahan karena babak kedua ternyata hasilnya seri. Gw ga ngerti di voli istilahnya apa, tapi pokoknya intinya mah gitu. Dengan lawak, kita sempet-sempetnya selebrasi kemenangan voli ala Osy yang fail membalikkan umpan bola saat latihan.

Pada siang harinya ada lomba estafet. Gw ikut lomba ini dan kalah. Ada adegan lawak antara Hafiz-Arya..
Hafiz : Oooooh, jadi ini yang namanya Arya Panggalih Q07?
Arya mukanya udah cangak aja karena ternyata Hafiz baru kenal dia.

Basket pada sore harinya membuat tim jelita ini latihan basket seusai tanding voli. Sarap emang, orang-orangnya itu lagi itu lagi. Badan gw sampe sakit-sakit pegel. Alhamdulillah menang juga

Pada malam harinya ada tanding basket putra lawan FKH, dan ada adegan di mana Pedro murka karena saat mau nge-shoot bajunya ditarik tim lawan. Perbandingan supporter saat itu tuh apa banget. FKH udah hampir sefakultas yang nonton. Berbaju ungu-putih. Yell-yellnya ada yang curhat..
Hari ini kutinggalkan anatomiiii..
Curhat abis..

Sesuatu banget jika dibandingkan kelas besar gw yang palingan supporternya cuma belasan orang. Belom lagi yell-yell kelas gw..
Satu.. Dua.. Tiga.. Empat..
Lima.. Enam.. TUJUH DELAPAN!!
*Dinyanyikan menggunakan nada aerobik, di mana huruf yang dicetak kapital diteriakkan dengan muka bernapsu*
Aneh banget dah itu yell-yell. Sebenernya itu gw yang bikin dengan teramat dadakan karena ga ada yang sedang punya inspirasi untuk bikin yell-yell lain yang lebih bermutu.

Pada hari Sabtu, ada perdelapan final basket putri dan voli putri. Lawan basket kali ini adalah tim yang berhasil dikalahkan saat penyisihan voli pada hari sebelumnya. Ada sejenis dendam pribadi. Dan kelas gw kalah dengan tipiiiiiiiiis banget, udah kayak film kartun basket.

Skor saat itu adalah kelas gw 5, kelas lawan 6. Sepersekian detik setelah Meiska nge-shoot, ternyata waktu di meja timer udah habis. Dan bola Meiska itu masuk. Beberapa detik setelah bola itu masuk lalu wasit meniup peluit tanda usai pertandingan. Berhubung yang dipakai adalah waktu di meja timer, makanya kalah. Padahal kalo yang dipakai adalah waktu dari wasit, kelas gw berhasil lolos..

Pertandingan voli setelahnya kalah tipis juga karena kelas gw mainnya pake emosi, dampak kalah basket. Fail juga akhirnya. #Delmar, kelas gw kalah voliiiii T_______T

Karena ga ada yang bisa didukung lagi, akhirnya gw malah ke sekret untuk menyelesaikan organigram BEM yang tak kunjung usai bersama anak-anak Sekret yang lain. Sebelum ke SC sempet ada insiden motor terbang dan bonceng tiga bersama Osy. Sarap emang tuh bocah Banyuwangi -______-"

Ya begitulah, hari Sabtu di kampus saat itu gw akhiri dengan balik bareng orang yang namanya mirip kayak mantan Presma, Reza Fahlepi. Sang TF, RT C1 lorong 9, staff Fokustik yang pose fotonya untuk organigram aneh banget.


TPB Cup taun depan, pasti gw inget kalian :D
Q07-Q08 :)
Elsa - Dara - Meiska - Osy - Dila - Naura - Opi - Citra - Meylinda - Metti
Tim basket&voli Q07-Q08 yang personilnya itu-itu aja

Selasa, 24 April 2012

Now at..

Now, at Node X Fahutan.
Tepatnya di salah satu Stand TPB Fresh Care yang kosong dan malah diisi oleh anak-anak BEM yang ngampar dan leha-leha..

Sedikit demi sedikit, ternyata sudah mulai cinta :)

Maju bersama Madani
Membangun karakter negeri
Masa depan milik kami

Hidup beasiswa!!
*loh, itu jargon departemenn apaaaah?*

Eaaaa
*ala mas Kadep PSDM asal Madura yang udah rela jual ginjal kalo dana BEM kurang*

Kamis, 12 April 2012

Menggalau dan Menggila

Rabu, 11 April 2012
18.30 - 20.30
@ Koridor Tanah

Hhhhhhhhhhhh..
Menghela nafas panjang
Teramat panjang
Galaaaaaaaaaaaau

Flash back terlalu banyak hal sampai ga bisa berhenti senyum. Mungkin tadi malam sengaja dibikin hujan yang awet oleh-Nya biar tidur di asrama dan ga flash back lebih banyak hal lagi.

That's how love works
.Seseorang yang nyaris galau.



Masih Rabu, 11 April 2012
20.30 - 22.30
@ Lorong 3B Asrama Rusunawa

Ade : Dil, malem-malem gini mau pulang?
Gw : Enggak, Dila malah mau di asrama malem ini
Aisyah : Dari mana, Dil?
Gw : Biasaaa.. Abis UTS mayor di Kortan

Kadek : Kamu ga jadi pulang? Padahal kasur kamu udah mau aku taro di lobi
Gw : Idiiiih, kata Amah ga boleh. Kasur itu properti asrama.
Nuy : Yaudah, sprei-nya aja gimana?

Sawe : Tuuuuuuuuh kaaaaaaaaaaan, Dila pasti ada di asrama, soalnya malem-malem gini ada yang lari-larian di lorong

Marsha : Litaa, Sawee, ayo belajar Dasbiiiiiis
Lita : Jadi gini, Marsha.. Pokoknya itu untuk nyari blablabla itu Px per Py, dikali blablabla..
Marsha : Kamu udah hapal?
Lita : Belum, ini juga masih ngapalin.. Px per Py.. Py.. Aduh, aku lupa.. Px per Py.. Py.. Py.. *mulai nyanyi* Iwak Peyek.. Iwak Peyek..
-__________-"

Dua minggu ga tidur di asrama, kayaknya tinggal gw yang masih waras.

Selasa, 10 April 2012

Pristy Sukmasetya

Gadis ini spesial. Bukan semata-mata karena dia adalah wanita dari teman sejurusan sekaligus teman pengautisan gw. Bahkan dia lebih dahulu kenal gw sebelum dia kenal pacarnya yang sekarang.

Awal kenalan dengan dia saat di laskar 12 MPKMB 48. Gw yang sering susah banget untuk inget nama orang bertekad mau membuat asosiasi sendiri secara semena-mena dengan tujuan mulia yaitu biar bisa gampang inget. Hmmm, namanya Pristy. Gimana ya cara biar bisa inget? Aha.. Manda punya usaha air minum isi ulang yang merk-nya Pristin. Yap, si Pristin itu yang jadi sponsor acara waktu Bin*** XXI hampir 3 tahun yang lalu. Sukses lah gw bisa inget banget nama Pristy karena inget air isi ulang.

Dari sekian ribu orang baru yang muncul dalam kehidupan kampus gw, Pristy ini orang pertama yang gw temuin yang punya soul Smansa, padahal dia bukan anak Smansa. Hemmm, kurang tepat redaksinya karena sebenernya dia anak Smansa sih, Smansa Temanggung. Posisi kedua ditempati Delmar, ketiga oleh Afiefah, dan keempat ada Pradit. #Mbak Pris, kapan-kapan kamu harus ngobrol sama mereka bertiga

Awal kenalan, gw ga ada feeling apapun tentang dia. Mungkin nyaris hanya akan menjadi sebatas teman yang kenalan karena ada event - inget - event berakhir - lupa. Tapi berhubung gw udah bikin asosiasi sendiri secara semena-mena, kayaknya bakal susah lupa.

Dan itu terbukti, saat awal-awal ada kumpul ADC (Art Dormitory Club) untuk pembagian kelompok pensi perdana. Dengan sistem pembagian paling klasik, berhitung, gw kebagian jadi kelompok 6 bersama 3 orang teman lainnya. Tiba-tiba ada dua orang berkerudung yang ucluk-uclukan dateng telat dengan muka polos dan cangak karena kita duduknya udah perkelompok. Berhubung kelompok lain personilnya udah 5 orang, makanya salah satu dari mereka masuk ke kelompok gw dan satunya lagi masuk ke kelompok entah berapa.

Saat orang yang masuk ke kelompok gw akhirnya duduk di dalam lingkaran kelompok..
Gw : *muka cangak* Pristy laskar 12 kan ya?
Yup, ternyata gw ga lupa sama dia. Dan gw baru menyadari bahwa dia memanggil gw dengan sebutan Fadil.

Latihan-latihan kelompok 6 ADC yang seminggu 2 kali nyaris biasa aja, tanpa ada kesan apapun. Sampai pada hari di mana diadakannya talkshow dan pengumuman lomba menulis 'Mengapa Saya Memilih IPB' oleh Pak Bayu Krisnamurthi pada suatu hari di bulan September bertempat di GWW.

Gw yang berangkat dari rumah, masuk ke GWW dengan clingak-clinguk nyari tempat kosong. Yup, ketemu tuh sebiji, rada depanan, sebelah kanannya udah ada orangnya. Yaaa, lumayan lah biar nonton talkshow-nya enak.

Duduklah gw tanpa dosa di bangku itu. Lalu ngebuka laptop untuk mengerjakan proyek lomba karya tulis yang boleh lintas universitas barengan Uceng. Tiba-tiba orang di sebelah kanan gw menyapa..
Orang sebelah kanan gw : Fadil?
Saat itu, baru ada seorang saja yang memanggil gw dengan sebutan Fadil
Gw : Pristy?
Yap, gw bertemu lagi dengan dia. Dan kita mulai ngobrol yang rada sedikit lebih bermutu jika dibandingkan dengan obrolan saat di laskar 12 atau saat di kelompok 6 ADC.

Acara di GWW berakhir sebelum dzuhur dan setelahnya gw ada janji sama Uceng di Smansa untuk ngomongin lomba karya tulis itu. Tetapi abis ashar ternyata ada kumpul ADC untuk gladi resik pensi perdana di lapangan bola Astri. Jadilah gw balik lagi ke kampus setelah ashar.

Saat kumpul di lapangan astri ternyata duduknya berkelompok, lagi-lagi bersama Pristy. Lagi-lagi ngobrol asik berdua. Dengan daya analisa dan daya fudul yang tinggi, mulailah gw bertanya tanpa basa-basi ke dia..
Gw : Pris, dulu kamu di SMA ikut organisasi ya?
Pristy : *sempet cangak karena gw todong dengan pertanyaan seperti itu* Iya
Gw : Organisasi besar ya? OSIS? MPK? Paskib? Pramuka? PMR?
Pristy : *masih diawali dengan kecangakan yang sama* OSIS
Gw : Petinggi ya di OSIS? Jadi Kabid atau Dewan Harian?
Mungkin pada taraf ini Pristy mengira gw punya ilmu hitam atau bisa baca pikiran, atau entahlah..
Pristy : Iya, aku jadi Dewan Harian
Gw : Ketua berapa? Atau sekretaris?
Pristy : Ketua 1, Fadil. Kok kamu tau? #eh bener kan ya Ketua 1?

Masa-masa awal kuliah adalah masa-masa terlabil gw dalam kasus 'Kangen Smansa'. Labil parah. Lebay kalo kata sebagian orang yang ga pernah merasakan indahnya Smansa. Masa labil-lebay ini adalah masa di mana Ari dan Monox ga mampu meredam karena sama kangennya kayak gw, masa jadwal kuliah gw ga sesuai dengan jadwal Nabil sehingga susah bikin jadwal mentoring sehingga gw rasanya kosong banget, masa di mana gw jarang banget ketemu dengan anak-anak Smansa yang lainnya. Masa gw labil dan rasanya itu apa banget, masa di mana gw ngerasa sendiri banget.

Lalu gw menemukan soul Smansa itu dalam diri Pristy. Cara dia ngomong, bertindak, pemikirannya, terlalu banyak hal yang sangat Smansa. Gw serasa ngobrol sama anak Smansa selama ngobrol sama dia, meskipun pada akhirnya diketahui bahwa dia itu Smansa Temanggung #sakaliiiii. Dan dengan ngobrol itu gw merasa seolah diberi penopang yang bisa meredam kekangenan gw dengan Smansa melalui caranya sendiri.

Hal yang makin membuat gw saat itu seolah merasa tidak bertepuk sebelah tangan #kok rada menggeleuhkan? adalah ternyata dia menemukan piece of life-nya juga dalam diri gw. Jadilah kita ngobrol-ngobrol tentang kesamaan atmosfer yang kita alami saat masa SMA dulu. Dia cerita bahwa dia bleep test berpartner dengan Ari. Gw cerita bahwa Ari itu tidak sesipil penampilannya, dan dia ternyata sudah menemukan hawa ketidaksipilan itu dalam diri Ari.

Sangat berasa seperti ngobrol dengan anak Smansa. Secara ajaib, sore itu gw ga lagi merasa sepenuhnya sendiri.

Dengan gila, malam harinya gw langsung nge-sms Ari, cerita bahwa gw udah menemukan orang dengan soul Smansa. Bercerita bahwa orang itu sekelas dengan Ari..
"Pokoknya, gw yakin lu bakal nyambung deh ngobrol sama dia. Coba aja.."

Pensi perdana ADC keesokan harinya berhasil dengan sukses. Meskipun kelompok gw kata MC sih udah kayak tim marawis karena semuanya pake kerudung. Entah jurinya makan apa, kelompok gw berhasil menjadi Best Performance. Tetapi setelah itu, intensitas gw bertemu Pristy mulai berkurang.

Hingga pada hari kedua SIMUDA, akhir Oktober, di Audit Toyib, gw dan Ndu memasuki Toyib dengan celingukan sambil nyanyi kecil dengan rada lawak, yel-yel MPKMB laskar 11 "Toyib Hadiwijayaaaaa.. Toreng Tooreeeeng..". Akhirnya gw dan Ndu menemukan tempat kosong, lalu gw bercerita tentang Binsus XXIV yang diadakan pada hari sebelumnya di lantai 3 Smansa. Tiba-tiba orang di depan gw menengok ke belakang, dan..
Fadil?
Yup, gw kenal suara itu, gw kenal intonasinya memanggil gw jika kita bertemu pada event-event yang ga disangka. Pristy Sukmasetya. Pada akhirnya, Pristy dan temannya pindah duduknya ke deket gw dan Ndu. Ga lama kemudian, muncul Amell yang ternyata juga hadir.

Karena suatu hal, Ndu dan Amell cabut duluan pada saat SIMUDA hari kedua itu. Temennya Pristy juga cabut. Akhirnya kita ngobrol berdua..
Gw : Mbak, kamu kemaren ga dateng ya?
Pristy : Iya, Fadil..
Gw : Kenapa?
Pristy : Aku jalan-jalan

Masa-masa SIMUDA itu adalah masa di mana di wall FB Pristy dipenuhi oleh Ari, dan di wall Ari dipenuhi dengan Pristy. Gw yang emang fudul masih ga berpikiran apa-apa, sampai Pristy sendiri yang cerita dan nanya-nanya tentang Ari.

Ternyata eh ternyata, pada saat SIMUDA hari pertama itu mereka jalan-jalan. Yak, jadi definisi jalan-jalan Pristy tadi adalah jalan-jalan bareng Ari. Hal tercangak sedunia adalah mereka ternyata hampir banget menjadikan Smansa sebagai objek jalan-jalan. Padahal, kalo sampai mereka masuk Lapangan Dalam Smansa, gw yang ada di Lantai 3 untuk Binsus bisa langsung teriak-teriak rusuh. Itu adalah momen kesekian di mana gw mulai merasa kok dunia gw banyak banget terhubung dengan Pristy?

Seusai SIMUDA, gw numpang shalat di kamar Pristy, dan di sana kita mencoba mencari apa sih sebenernya sampai kita kok bisa banget terhubung dengan banyak hal? Gw sejak lahir di Bogor, dia lahir di Temanggung. Gw A4, dia A1. Gw Q08, dia Q15. Gw anak pertama, sedangkan dia anak terakhir. Intinya, kita ga banyak menemukan kemiripan latar belakang, dan kita makin bingung sendiri berdua.

Momen pertemuan berikutnya terjadi antara gw, Pristy, dan Ari saat pengumuman hasil UTS PM di Pomi. Dan ternyata mereka baru jadian.
-____-"

Momen selanjutnya gw bertemu Pristy, dia cerita bahwa dia udah diajarin beberapa kosa kata Smansa oleh Ari, termasuk makna dan intonasi pengucapannya. Juga diceritakan tentang momen-momen insidental di Smansa.
Pristy : Fadil, aku udah diajarin bahasa Smansa lho sama Masnya.
Gw : Apa aja? 'Fudul'?
Pristy : Iya, aku dikasih tau tentang fudul, trus aku diceritain tentang POSKO. Tentang 'PJ cukup PJ'
Gw : Roti Smansa?
Pristy : Iyaaaaa
Gw : Ilmu komedi?
Pristy : Iya, Fadiiiil, masa kata Masnya ilkom tuh ilmu komedi..
Gw : Hehe, itu samanya sama aku.. Regen?
Pristy : Masnya selalu seneng setiap cerita regen dan OSIS, Dil. Dan cerita regen ini kok kayaknya ga abis-abis ya?
Gw : Aaaaah, Mbaaaak, aku jadi kangen Smansa nih.. Dia ngajarin kamu tentang 'sakali' ga?
Pristy : Naaah, itu dia, Fadil. Masnya tuh cuma ga mau cerita tentang 'sakali' ini aja..
Gw : Haha, aku juga ga mau cerita ah. Biar masnya aja yang cerita.

Pernah juga gw lagi duduk-duduk sendiri di depan sekret karena males ke asrama dulu sebelum rapat, dan ketemu Pristy yang sedang ngedarin surat Korpus. Ujung-ujungnya gw curhat tentang seseorang yang dia bahkan ga mungkin tau orangnya yang mana, dan malah berakhir kegirangan karena suatu hal yang terkait dengan tangga. #cukup saya, dia, dan Allah yang tau kedodolan tentang cerita tangga ini

Hingga suatu saat tiba-tiba gw menemukan dia di lorong gw. Ternyata dia baru mau ikut mentoring dan sekelompok sama temen selorong gw. Dia cerita bahwa dia ngerampok gelang 'Aku Cinta Smansa' punya Ari, dan akhirnya kita malah foto-foto.



Aku Cinta Smansa
Gelang gw yang di sebelah kanan, udah buluk

Terakhir, gw mengajak dia nonton bintang pada Star Party I HAAJ, yang terbuka untuk umum dan diadakan di Lapangan Belakang Gymasium. Sayangnya dia sedang ga enak badan. Dia nya sih nekat, tapi Ari ngelarang. Akhirnya ga jadi, gw ikut Star Party sendiri. Tapi kita bertekad pokoknya taun depan nonton bintaaaaang :)


Seiring berjalannya waktu, makin ke sini, ternyata semakin banyak orang-orang di lingkungan gw yang ternyata kenal Pristy.
Ari Adinugraha
Flora Katarina
Aktatama Silviana Dewi
Rifa Amalina Nugraheni
Verawati Nur Oktavia Rahayu
Anna Octaviani Candra
Imaniar Pratiwi
Prahditya Riskiyanto
Naila Azizah
Anisa Rahmah Sitompul
Amah Mila
dan akan terus bertambah seiring waktu yang akan kita tapaki di kampus ini :)

Termasuk Ronggeng Dukuh Paruk. Bahkan selera buku juga sama..